Menu

Mode Gelap
KSP Dudung Abdurachman Tinjau Langsung Pelindo, Dukung Penguatan Tata Kelola Pelabuhan Nasional MD Pictures kembali meramaikan industri perfilman Indonesia dengan menghadirkan film drama keluarga berjudul Children Of Heaven Terminal Teluk Lamong Perkuat Kompetensi Pekerja dalam Pertolongan Pertama Kecelakaan Karnaval SCTV Kembali Meriahkan Jember, Hadirkan Deretan Artis dan Hiburan Gratis untuk Warga Dr. Edy Panjaitan Presentasikan Musik Piano Indonesia di Konferensi Musik Klasik New York Chairil Ramadhan Dorong Spirit “Mei Bulan Ismail Marzuki”, Kritik Cara Pandang Sempit terhadap Sang Maestro

SENI BUDAYA

Dr. Edy Panjaitan Presentasikan Musik Piano Indonesia di Konferensi Musik Klasik New York

badge-check


 Dr. Edy Panjaitan Presentasikan Musik Piano Indonesia di Konferensi Musik Klasik New York Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Pianis dan akademisi musik Indonesia, Edy Panjaitan, mendapat kehormatan mempresentasikan penelitian terbarunya mengenai karya piano maestro Indonesia Ananda Sukarlan dalam forum bergengsi American Musicological Society (AMS) Greater New York Chapter di New York University, Amerika Serikat, Sabtu (9/5/2026).

Dr. Edy Panjaitan baru saja meraih gelar Ph.D. dalam bidang Seni Interdisipliner jalur Artist-Scholar dari Ohio University, dengan fokus pada Musikologi/Etnomusikologi dan Piano Performance. Dalam studi doktoralnya, ia mendalami piano di bawah bimbingan Prof. Christopher Fisher dan melakukan penelitian bersama Prof. Garret Field.

Dalam presentasinya di forum internasional tersebut, Edy mengangkat rangkaian karya monumental Rapsodia Nusantara ciptaan Ananda Sukarlan, yang terdiri atas 44 komposisi piano. Menurutnya, karya tersebut merupakan sintesis penting antara idiom musik tradisional Indonesia dan tradisi musik klasik Barat.

“Ananda Sukarlan diakui sebagai salah satu pianis-komposer paling berpengaruh di Indonesia, yang kontribusinya telah membentuk musik klasik kontemporer dan pendidikan musik baik secara nasional maupun internasional,” ujar Edy saat membuka presentasinya.

Ia menilai Rapsodia Nusantara menghadirkan bentuk nasionalisme pianistik yang unik. Melalui pendekatan virtuoso dan desain komposisi yang kompleks, karya itu dinilai berhasil mengangkat repertoar musik Indonesia ke dalam literatur piano klasik global.

“Penelitian ini menyoroti bagaimana unsur-unsur musik tradisional Indonesia ditransformasikan ke dalam kerangka pianistik Barat sehingga membangun identitas musik yang berakar kuat secara budaya namun tetap beresonansi secara global,” paparnya.

Forum AMS sendiri merupakan organisasi musikologi nirlaba yang berdiri sejak 1934 dan kini beranggotakan sekitar 3.000 akademisi dan praktisi musik dari 40 negara.

Nama Ananda Sukarlan turut mendapat perhatian khusus dalam presentasi tersebut. Selain dikenal sebagai komponis dan pianis terkemuka Indonesia, ia pernah masuk dalam daftar “100 Asian Most Influential” versi Tatler Asia. Ananda juga menerima penghargaan sipil tertinggi dari Kerajaan Spanyol, Real Orden de Isabel la Católica, serta gelar kehormatan Cavaliere Ordine della Stella d’Italia dari Presiden Italia Sergio Mattarella pada 2020.

Tak hanya aktif di dunia piano klasik, Edy Panjaitan juga menaruh perhatian besar pada kajian etnomusikologi Indonesia. Ia pernah menerima Student Enhancement Award untuk melakukan penelitian etnografi mengenai ritual penggalian tulang leluhur masyarakat Batak Toba dengan fokus pada musik gondang sabangunan di kawasan Sianjur Mulamula.

Selain itu, Edy juga memperoleh sertifikat konduktor pascasarjana di bawah bimbingan Profesor Jose Rocha. Ia sebelumnya memperkenalkan album debut bertajuk Odyssey dalam resital piano solo serta menampilkan perdana karya instrumental etnik orisinalnya, Bonapasogit, pada Festival New Music Pellegrini dan International Global Arts Conference and Festival.

Melalui akun Instagram pribadinya, Edy mengaku bangga dapat memperkenalkan karya komponis Indonesia di forum akademik internasional.

“Saya merasa sangat terhormat dan antusias mempresentasikan penelitian terbaru saya tentang keseluruhan 44 karya piano Rapsodia Nusantara, mahakarya monumental maestro Indonesia, Ananda Sukarlan,” tulisnya.

Selain Edy Panjaitan, forum tersebut juga menghadirkan sejumlah intelektual musik internasional, di antaranya Tristan Wilson dari Detroit, Joseph S. Kaminski dari College of Staten Island, Dr. Juliet Pascal Glazer dari Boston College, MyungJin Oh dari Rutgers University, dan Carol Kitzes Baron dari SUNY Stonybrook.***

Kontributor: Lasman Simanjuntak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MD Pictures kembali meramaikan industri perfilman Indonesia dengan menghadirkan film drama keluarga berjudul Children Of Heaven

13 Mei 2026 - 19:31 WIB

Karnaval SCTV Kembali Meriahkan Jember, Hadirkan Deretan Artis dan Hiburan Gratis untuk Warga

13 Mei 2026 - 18:47 WIB

Chairil Ramadhan Dorong Spirit “Mei Bulan Ismail Marzuki”, Kritik Cara Pandang Sempit terhadap Sang Maestro

13 Mei 2026 - 18:36 WIB

Gelas Merah, Band Pop SMA Asal Jakarta Siap Unjuk Gigi di Band Academy Indosiar

13 Mei 2026 - 18:18 WIB

Forum Kritik Seni Jakarta Soroti Tantangan Kritik Seni di Era Digital

13 Mei 2026 - 14:22 WIB

Represi Narasi pada Film Pesta Babi

12 Mei 2026 - 01:21 WIB

Diskusi Pendidikan Seni Digelar dalam Pameran “Guru Inspiratif” di Ruang Darmin Jakarta

11 Mei 2026 - 12:13 WIB

Duet Irish Bella dan Reza Aditya Meski Jadi Produser Film, Tidak Mau Memaksakan Diri Sebagai Pemain 

10 Mei 2026 - 10:03 WIB

Leo Pictures Kenalkan Sejumlah Film dan Series Baru Lewat Showcase 2026

10 Mei 2026 - 09:59 WIB

Film “Dosa” : Penebusan atau Pengampunan” Hadirkan Trailer Penuh Teror, Siap Tayang Juni 2026

9 Mei 2026 - 20:42 WIB

Trending di SENI BUDAYA