Menu

Mode Gelap
Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat 3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops Pascagempa, Kemen PU Pastikan Akses dan Kebutuhan Dasar di Labuan Bajo Segera Ditangani Jelang 17 Agustus, 16.913 Tiket Promo KAI Terjual, Pemesanan Long Weekend Capai 706.908 Tiket Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

PERISTIWA

Catatan Halimah Munawir: Ziarah ke Makam Imam al-Busiri di Alexandria

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Ziarah ke Makam Imam al-Busiri di Alexandria Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Alexandria, kota pesisir di utara Mesir yang sarat jejak peradaban Islam, menyimpan banyak situs bersejarah bernilai spiritual. Salah satunya adalah Masjid Imam al-Busiri, tempat dimakamkannya penyair sufi besar asal Mesir, Imam al-Busiri, pengarang Qasidah Burdah yang masyhur di seluruh dunia Islam.

Dalam sebuah lawatan ke Alexandria, kami berkesempatan berziarah ke masjid yang terletak di distrik Anfoushi tersebut. Ziarah ke makam Imam al-Busiri terasa seperti sebuah “fardu ‘ain”, terutama bagi mereka yang akrab dengan tradisi keilmuan dan spiritualitas Islam. Nama al-Busiri bukan sekadar dikenal sebagai penyair, tetapi sebagai sosok ulama sufi yang karyanya terus hidup, dilantunkan dari masjid ke masjid, dari pesantren ke majelis-majelis shalawat di berbagai penjuru dunia.

Masjid Imam al-Busiri sendiri merupakan bangunan bersejarah yang didirikan pada abad ke-19. Kompleks masjid dan makam ini menjadi salah satu destinasi ziarah penting di Alexandria. Saat tiba di lokasi, kami disambut oleh penjaga masjid yang ramah. Tanpa diminta, ia langsung menjadi pemandu, menjelaskan sejarah masjid sekaligus kisah hidup Imam al-Busiri yang wafat pada abad ke-13. Penjelasan tersebut menambah kedalaman makna ziarah, menjadikan kunjungan ini bukan sekadar ritual, tetapi juga perjalanan intelektual dan spiritual.

Beberapa peziarah yang hadir tampak mengenakan kain sarung, ciri khas santri dan anak pondokan, khususnya dari tradisi Nahdlatul Ulama (NU). Pemandangan ini menghadirkan suasana keakraban tersendiri, seolah mempertemukan warisan keilmuan Islam Nusantara dengan sumber aslinya di tanah Mesir.

Namun demikian, di balik nilai sejarah dan spiritual yang tinggi, terdapat catatan kecil yang patut menjadi perhatian. Kebersihan fasilitas umum seperti kamar mandi dan tempat wudhu di kompleks masjid tampak kurang terawat. Kondisi ini cukup disayangkan, mengingat masjid Imam al-Busiri merupakan salah satu ikon ziarah penting di Alexandria yang kerap dikunjungi peziarah dari berbagai negara.

Ziarah ke makam Imam al-Busiri bukan hanya tentang menapak jejak seorang ulama besar, tetapi juga tentang menyambung mata rantai tradisi keilmuan dan spiritual Islam lintas zaman. Alexandria, melalui masjid ini, kembali mengingatkan bahwa sejarah Islam bukan sekadar cerita masa lalu, melainkan warisan hidup yang terus dirawat oleh umatnya—meski tetap membutuhkan perhatian agar nilai sakral dan kenyamanan tempat ibadah dapat berjalan beriringan.***

Mesir 2026

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Ketua KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Pemekaran ALA untuk Perkuat Wali Nangroe

16 Agustus 2026 - 22:20 WIB

Tirakatan 17 Agustus: Kebersamaan Lesehan yang Menyatu dalam Syukur dan Khidmat

16 Agustus 2026 - 21:55 WIB

3 Pekan Sebelum Gempa M7,7, NTT Baru Perkuat Pusdalops

16 Agustus 2026 - 21:07 WIB

Pertamina Patra Niaga Percepat Penanganan Bencana dan Pemulihan Suplai BBM & LPG di Flores

16 Agustus 2026 - 19:56 WIB

Perayaan Hari Didong Di Musara Gayo Jabodetabek Meriah, Silvia Kim dari Korea Selatan Ikut Berdidong

16 Agustus 2026 - 16:23 WIB

Haji Fikri Ajak Masyarakat Jawa Barat Merenungi Makna Kemerdekaan ke-81, Dari Seremoni Menuju Pengabdian Nyata

16 Agustus 2026 - 15:58 WIB

Laznas ASAR Humanity Bergerak Tanggap Bencana Bersama Relawan KSATRIA di NTT

16 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Penanganan Bencana Lambat, Hasil Bumi Dikeruk, Tapi Butir MoU Tidak Pernah Diselesaikan Pemerintah Pusat. Aceh Sudah Muak!

16 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Semarang Terancam Rob Permanen, Tanahnya Amblas 12 Sentimeter Pertahun

16 Agustus 2026 - 14:18 WIB

Delegasi Rimba Raya Kecam Keras Insiden Pelecehan Budaya Aceh di Panggung Jamnas: “Jangan Lupakan Sejarah Aceh”

16 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Trending di RAGAM