Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

RAGAM

Wabah Penyakit Kulit Serang Warga Desa Atu Payung Aceh Tengah, Akses Kesehatan Terisolasi Pasca Longsor

badge-check


 Wabah Penyakit Kulit Serang Warga Desa Atu Payung Aceh Tengah, Akses Kesehatan Terisolasi Pasca Longsor Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH – Kondisi kesehatan anak-anak dan warga di Desa Atu Payung, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, kian mengkhawatirkan pascabencana longsor. Penyakit kulit jenis cacar dilaporkan menyerang tidak hanya anak-anak, tetapi juga orang dewasa. Penyebaran penyakit diduga dipicu oleh buruknya sanitasi air bersih di wilayah tersebut.

Situasi semakin diperparah setelah tenaga kesehatan, termasuk bidan desa, mengungsi akibat longsor. Selama lebih dari 30 hari terakhir, warga tidak mendapatkan penanganan medis yang memadai. Desa Atu Payung, termasuk wilayah Serule dan Jamur Konyel, hingga kini masih dalam kondisi terisolasi.

Akses menuju fasilitas kesehatan terdekat, yakni Puskesmas Kecamatan Bintang, sangat sulit. Warga harus menempuh perjalanan sekitar 11 jam berjalan kaki dengan beban maksimal 20 kilogram. Sementara itu, menggunakan sepeda motor memerlukan waktu sekitar 6 hingga 8 jam melalui medan yang ekstrem dan berisiko tinggi.

Penyakit kulit serang balita.

Akibat keterisolasian tersebut, banyak warga yang menderita penyakit tidak dapat segera ditangani. Tim Relawan Posko Rakyat Aceh Tengah pun mengaku kewalahan melakukan evakuasi medis karena kondisi sebagian pasien tidak memungkinkan untuk dibawa melalui jalur darat.

“Kami berharap Kementerian Kesehatan dan pihak terkait bisa lebih memperhatikan kondisi kesehatan masyarakat di daerah terisolasi. Kami sangat membutuhkan penanganan cepat bagi pasien, terutama anak-anak dan warga yang memiliki riwayat penyakit rentan,” ujar seorang ibu balita di Desa Atu Payung.

Hingga saat ini, warga masih bertahan dengan keterbatasan air bersih dan fasilitas kesehatan. Mereka berharap adanya intervensi cepat dari pemerintah, baik melalui layanan kesehatan darurat, distribusi obat-obatan, maupun upaya pembukaan akses agar penanganan medis dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Warga Desa Atu Payung berharap bencana ini segera berlalu, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal dan kondisi kesehatan mereka pulih sepenuhnya.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Trending di RAGAM