Menu

Mode Gelap
Bahlil Prioritaskan Warga Tanimbar dan Maluku Barat Daya Bekerja di Proyek LNG Blok Masela KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026, Perkuat Distribusi Antardaerah Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol Syarat Kapal Nelayan 30-200 GT Dapat Solar Rp15.000 per Liter, Ini Kata Kementerian-KP Wow Banyak! KAI Kelola 12.856 Sarana Perkeretaapian untuk Dukung Mobilitas dan Logistik Nasional, Ini Dia Rinciannya Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana di Lahan Pascabanjir, Terapkan Sistem Pertanian Modern

RAGAM

Warga Gayo Terancam Kelaparan, GMNI Mendesak Presiden Prabowo Setujui Pemekaran Aceh

badge-check


 Warga Gayo Terancam Kelaparan, GMNI Mendesak Presiden Prabowo Setujui Pemekaran Aceh Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Dataran Tinggi Gayo memasuki masa paling kelam dalam sejarahnya. Sudah lebih dari 15 hari Aceh Tengah dan Bener Meriah terisolasi total pasca banjir bandang dan longsor yang melanda pada 26 November 2025. Akses transportasi lumpuh, bantuan minim, dan stok pangan hampir habis.

Di banyak kampung, warga hanya mengandalkan pisang, singkong, tepung kanji, dan kacang tanah sebagai sumber makanan. Situasi darurat ini membuat masyarakat kian terdesak.

Ketua GMNI Aceh Tengah, Saparuda, menyebut kondisi tersebut sebagai “darurat kemanusiaan yang tidak bisa ditunda sedetik pun.”

“Ratusan ribu rakyat Gayo terancam kelaparan. Ini bukan lagi tragedi lokal, ini jeritan nyawa,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Kunjungan Wakil Gubernur Aceh ke Takengon sempat membangkitkan optimisme warga. Wagub menjanjikan jalur alternatif KKA akan dibuka dalam beberapa hari melalui pengerahan alat berat.

Saparuda yang turun langsung ke lokasi menyebut pengerjaan jalur sama sekali tidak menunjukkan kemajuan signifikan.

“Faktanya nihil. Tidak ada jalur yang mendekati siap. Rakyat sudah kehabisan makanan,” tegasnya.

Ia juga menyebut hanya satu alat berat yang bekerja, sementara delapan lainnya terparkir akibat kehabisan BBM.

“Kalau tidak serius, waktu satu bulan pun tidak cukup menembus KKA,” tambahnya.

Di gudang Bulog Aceh Tengah, persediaan beras nyaris kosong. Bantuan lewat udara yang masuk juga sangat terbatas dan hanya cukup untuk dua hari kebutuhan.

Di pedalaman, ibu-ibu menangis karena tak tahu lagi apa yang bisa dimasak. Anak-anak mulai tampak lemas akibat kurang asupan. Sebagian warga terpaksa berjalan kaki lima jam menuju Kampung Kem, Bener Meriah, untuk membeli bahan makanan.

“Hanya ini cara untuk bertahan hidup. Kalau berdiam diri bisa mati kelaparan. Yang tidak punya uang cukup bisa mati berdiri,” ujar Saparuda menggambarkan situasi warga.

Kondisi di pasaran juga memburuk. Gas elpiji tidak tersedia, telur kosong, BBM mahal, dan beras semakin langka. Jika pun ada, harga meroket. Obat-obatan mulai habis, listrik padam berhari-hari, dan sinyal internet tidak tersedia.

Melihat lambannya penanganan dan buruknya koordinasi, GMNI Aceh Tengah mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera memekarkan Aceh, memberikan wilayah administrasi tersendiri untuk Dataran Tinggi Gayo.

“Struktur pemerintahan sekarang terlalu jauh, terlalu lamban. Rakyat menjadi korban,” kata Saparuda.

Menurutnya, pemekaran diperlukan agar penanganan bencana lebih cepat, koordinasi lebih efektif, dan pembangunan tidak lagi terpinggirkan.

“Ini bukan soal politik. Ini soal nyawa. Pemekaran Aceh adalah kebutuhan, bukan pilihan,” tegasnya.

Saparuda juga menyebut kedatangan Presiden Prabowo ke Aceh Tengah pada Kamis (11/12/2025) diharapkan menjadi momen pengumuman resmi terkait pemekaran.

Warga Aceh Tengah dan Bener Meriah kini menunggu dengan harap-harap cemas: menunggu jalan terbuka, menunggu bantuan datang, menunggu janji ditepati. Di setiap rumah, doa yang sama terdengar lirih: “Semoga besok kami masih bisa makan.” – (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Dampingi UMK Binaan dari Penguatan Kapasitas hingga Akses Pasar di INACRAFT Festival Yogyakarta 2026

16 Juli 2026 - 21:07 WIB

Pelindo Regional 2 Catat Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Layanan Kepelabuhanan

16 Juli 2026 - 20:38 WIB

Komitmen ASRI Berbuah Prestasi, IPCC Sabet Penghargaan Green and Smart Port 2026

16 Juli 2026 - 20:18 WIB

⁠Dukung Kelancaran Arus Logistik Pelabuhan, KSOP Utama Tanjung Priok berikan kebijakan penyesuaian YOR

16 Juli 2026 - 13:03 WIB

Pelindo Regional 4 Perkuat Budaya Keselamatan bagi Peserta Magang

16 Juli 2026 - 09:53 WIB

QRIS Tembus 45 Juta Merchant, Tunai Tetap Masih Mendominasi Daerah

16 Juli 2026 - 05:25 WIB

Diduga Kuat Truk Colt diesel Tanpa Nopol Mengangkut Minyak Mentah Ilegal Melintas dijalan Lintas Medan-Sumut

15 Juli 2026 - 21:35 WIB

Pejuang Agraria Desak Penyelesaian Konflik Hak Adat atas Tanah di Aceh Timur

15 Juli 2026 - 21:18 WIB

IPC TPK Peringati HUT ke-13 dengan Donor Darah, 128 Kantong Darah Terkumpul

15 Juli 2026 - 21:09 WIB

Siswa SLB Gianyar Tolak Narkoba

15 Juli 2026 - 13:48 WIB

Trending di RAGAM