Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

RAGAM

Warga Gayo Terancam Kelaparan, GMNI Mendesak Presiden Prabowo Setujui Pemekaran Aceh

badge-check


 Warga Gayo Terancam Kelaparan, GMNI Mendesak Presiden Prabowo Setujui Pemekaran Aceh Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Dataran Tinggi Gayo memasuki masa paling kelam dalam sejarahnya. Sudah lebih dari 15 hari Aceh Tengah dan Bener Meriah terisolasi total pasca banjir bandang dan longsor yang melanda pada 26 November 2025. Akses transportasi lumpuh, bantuan minim, dan stok pangan hampir habis.

Di banyak kampung, warga hanya mengandalkan pisang, singkong, tepung kanji, dan kacang tanah sebagai sumber makanan. Situasi darurat ini membuat masyarakat kian terdesak.

Ketua GMNI Aceh Tengah, Saparuda, menyebut kondisi tersebut sebagai “darurat kemanusiaan yang tidak bisa ditunda sedetik pun.”

“Ratusan ribu rakyat Gayo terancam kelaparan. Ini bukan lagi tragedi lokal, ini jeritan nyawa,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Kunjungan Wakil Gubernur Aceh ke Takengon sempat membangkitkan optimisme warga. Wagub menjanjikan jalur alternatif KKA akan dibuka dalam beberapa hari melalui pengerahan alat berat.

Saparuda yang turun langsung ke lokasi menyebut pengerjaan jalur sama sekali tidak menunjukkan kemajuan signifikan.

“Faktanya nihil. Tidak ada jalur yang mendekati siap. Rakyat sudah kehabisan makanan,” tegasnya.

Ia juga menyebut hanya satu alat berat yang bekerja, sementara delapan lainnya terparkir akibat kehabisan BBM.

“Kalau tidak serius, waktu satu bulan pun tidak cukup menembus KKA,” tambahnya.

Di gudang Bulog Aceh Tengah, persediaan beras nyaris kosong. Bantuan lewat udara yang masuk juga sangat terbatas dan hanya cukup untuk dua hari kebutuhan.

Di pedalaman, ibu-ibu menangis karena tak tahu lagi apa yang bisa dimasak. Anak-anak mulai tampak lemas akibat kurang asupan. Sebagian warga terpaksa berjalan kaki lima jam menuju Kampung Kem, Bener Meriah, untuk membeli bahan makanan.

“Hanya ini cara untuk bertahan hidup. Kalau berdiam diri bisa mati kelaparan. Yang tidak punya uang cukup bisa mati berdiri,” ujar Saparuda menggambarkan situasi warga.

Kondisi di pasaran juga memburuk. Gas elpiji tidak tersedia, telur kosong, BBM mahal, dan beras semakin langka. Jika pun ada, harga meroket. Obat-obatan mulai habis, listrik padam berhari-hari, dan sinyal internet tidak tersedia.

Melihat lambannya penanganan dan buruknya koordinasi, GMNI Aceh Tengah mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera memekarkan Aceh, memberikan wilayah administrasi tersendiri untuk Dataran Tinggi Gayo.

“Struktur pemerintahan sekarang terlalu jauh, terlalu lamban. Rakyat menjadi korban,” kata Saparuda.

Menurutnya, pemekaran diperlukan agar penanganan bencana lebih cepat, koordinasi lebih efektif, dan pembangunan tidak lagi terpinggirkan.

“Ini bukan soal politik. Ini soal nyawa. Pemekaran Aceh adalah kebutuhan, bukan pilihan,” tegasnya.

Saparuda juga menyebut kedatangan Presiden Prabowo ke Aceh Tengah pada Kamis (11/12/2025) diharapkan menjadi momen pengumuman resmi terkait pemekaran.

Warga Aceh Tengah dan Bener Meriah kini menunggu dengan harap-harap cemas: menunggu jalan terbuka, menunggu bantuan datang, menunggu janji ditepati. Di setiap rumah, doa yang sama terdengar lirih: “Semoga besok kami masih bisa makan.” – (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

Trending di RAGAM