Menu

Mode Gelap
Pelindo dan Tiran Nusantara Group Jajaki Peluang Kerja Sama PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Distribusi Semen melalui Pelabuhan Talang Duku Elektrifikasi Jalur Perkuat Layanan Urban di Rangkasbitung, Bogor, dan Cikarang Line TikTok Jadi Modus Baru Penipuan Rekrutmen KAI, Masyarakat Diminta Waspada “Putri Duta Besar”: Thriller, Cinta, dan Luka dalam Dunia Tanpa Akar KAI Angkut 4,63 Juta Ton Batu Bara pada Maret 2026, Perkuat Rantai Pasok Energi Nasional

RAGAM

Warga Mamasa Kembali Ditandu 8 Kilometer Akibat Jalan Rusak, Fatmawati Alami Pendarahan

badge-check


 Warga Mamasa Kembali Ditandu 8 Kilometer Akibat Jalan Rusak, Fatmawati Alami Pendarahan Perbesar

Wartatrans.com, MAMASA — Buruknya infrastruktur jalan kembali memakan korban. Fatmawati (45), warga Desa Indobanua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, terpaksa ditandu sejauh kurang lebih delapan kilometer oleh warga setempat demi mendapatkan pertolongan medis, Selasa (10/2/2026).

Fatmawati dievakuasi dalam kondisi mengalami pendarahan. Namun, rusaknya akses jalan menuju Desa Indobanua membuat kendaraan roda empat, termasuk ambulans, tidak dapat menjangkau wilayah tersebut.

Warga setempat menjelaskan, jalan menuju Desa Indobanua merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Mamasa dengan Kabupaten Majene. Sayangnya, kondisi jalan yang rusak parah dan berlumpur membuat mobil tidak bisa melintas sama sekali.

“Mobil tidak bisa masuk. Ambulans hanya sampai di Kelurahan Talipukki, jadi kami terpaksa menandu lewat jalan setapak,” ujar salah seorang warga.

Proses evakuasi Fatmawati pun harus dilanjutkan secara manual oleh warga menggunakan tandu darurat, melewati medan terjal dan licin. Kondisi tersebut sangat berisiko, mengingat pasien membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Desa Pamoseang dan Desa Indobanua diketahui merupakan desa terakhir di wilayah barat Kabupaten Mamasa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Majene. Keterbatasan infrastruktur jalan dan minimnya layanan kesehatan membuat masyarakat di kawasan perbatasan ini kerap kesulitan mendapatkan pertolongan medis, terutama dalam situasi darurat.

Peristiwa yang dialami Fatmawati tercatat sebagai kasus keempat sepanjang awal tahun 2026, di mana warga Pamoseang dan Indobanua harus ditandu untuk mendapatkan layanan kesehatan. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar di wilayah terpencil.

Warga menilai kejadian ini sebagai potret nyata keegoisan dan kelalaian Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam menjamin hak dasar masyarakat, khususnya akses kesehatan yang layak.

Masyarakat berharap pemerintah provinsi dan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, terutama memperbaiki jalan provinsi penghubung Majene–Mamasa serta memastikan ambulans dan layanan kesehatan dapat menjangkau desa-desa terpencil, agar tragedi kemanusiaan serupa tidak terus berulang.*** (Rintoh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelindo dan Tiran Nusantara Group Jajaki Peluang Kerja Sama

8 April 2026 - 20:12 WIB

PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Distribusi Semen melalui Pelabuhan Talang Duku

8 April 2026 - 19:57 WIB

Amdal di Persimpangan Ilmu, Hukum, dan Praktik

8 April 2026 - 17:52 WIB

Pembangunan Sumur Bor ke-9 Dimulai, Fokus Pemulihan Warga Terdampak Banjir di Aceh Utara

8 April 2026 - 17:23 WIB

PTP Nonpetikemas Jambi Perkuat Peran Strategis, Dorong Efisiensi Logistik dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

8 April 2026 - 16:40 WIB

Pelindo dan Pemkot Makassar Sepakat Tata Pelabuhan Lebih Baik

8 April 2026 - 16:12 WIB

Iran dan Amerika Gencatan Senjata, Pemerintah Pastikan Calon Haji Berangkat Sesuai Rencana

8 April 2026 - 14:34 WIB

Wakil Bupati Kudus Bellinda Mengangkat Adik Mendikdasmen Sebagai ‘Anak Buahnya’

7 April 2026 - 18:38 WIB

12 Kepala Keluarga di Selmak Lubok Pusaka Masih Bertahan di Bawah Terpal Pasca Bencana

7 April 2026 - 15:49 WIB

Titi DJ: Mental Jadi Penentu Peserta Raih Gelar Jawara

7 April 2026 - 15:25 WIB

Trending di RAGAM