Menu ✖

Mode Gelap
Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli Pengamanan Konser Andrea Bocelli di Borobudur Libatkan Ribuan Personel, Terbesar Sepanjang Sejarah? Percaya Diri dan Disiplin Antar Andika Ageng Pamungkas Terpilih Jadi Spark KAI Services Oktober 2026 Tiket KA Keberangkatan 1 Desember 2026 Mulai Dijual 1 November, KAI Terapkan GAPEKA Baru Seni, Seniman, Karya Seni, Pekerja Seni dan Penikmat Seni KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

RAGAM

Warga Mamasa Kembali Ditandu 8 Kilometer Akibat Jalan Rusak, Fatmawati Alami Pendarahan

badge-check


 Warga Mamasa Kembali Ditandu 8 Kilometer Akibat Jalan Rusak, Fatmawati Alami Pendarahan Perbesar

Wartatrans.com, MAMASA — Buruknya infrastruktur jalan kembali memakan korban. Fatmawati (45), warga Desa Indobanua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, terpaksa ditandu sejauh kurang lebih delapan kilometer oleh warga setempat demi mendapatkan pertolongan medis, Selasa (10/2/2026).

Fatmawati dievakuasi dalam kondisi mengalami pendarahan. Namun, rusaknya akses jalan menuju Desa Indobanua membuat kendaraan roda empat, termasuk ambulans, tidak dapat menjangkau wilayah tersebut.

Warga setempat menjelaskan, jalan menuju Desa Indobanua merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Mamasa dengan Kabupaten Majene. Sayangnya, kondisi jalan yang rusak parah dan berlumpur membuat mobil tidak bisa melintas sama sekali.

“Mobil tidak bisa masuk. Ambulans hanya sampai di Kelurahan Talipukki, jadi kami terpaksa menandu lewat jalan setapak,” ujar salah seorang warga.

Proses evakuasi Fatmawati pun harus dilanjutkan secara manual oleh warga menggunakan tandu darurat, melewati medan terjal dan licin. Kondisi tersebut sangat berisiko, mengingat pasien membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Desa Pamoseang dan Desa Indobanua diketahui merupakan desa terakhir di wilayah barat Kabupaten Mamasa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Majene. Keterbatasan infrastruktur jalan dan minimnya layanan kesehatan membuat masyarakat di kawasan perbatasan ini kerap kesulitan mendapatkan pertolongan medis, terutama dalam situasi darurat.

Peristiwa yang dialami Fatmawati tercatat sebagai kasus keempat sepanjang awal tahun 2026, di mana warga Pamoseang dan Indobanua harus ditandu untuk mendapatkan layanan kesehatan. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar di wilayah terpencil.

Warga menilai kejadian ini sebagai potret nyata keegoisan dan kelalaian Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam menjamin hak dasar masyarakat, khususnya akses kesehatan yang layak.

Masyarakat berharap pemerintah provinsi dan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, terutama memperbaiki jalan provinsi penghubung Majene–Mamasa serta memastikan ambulans dan layanan kesehatan dapat menjangkau desa-desa terpencil, agar tragedi kemanusiaan serupa tidak terus berulang.*** (Rintoh)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Borobudur Disorot: Kesejahteraan Warga dan Kontroversi Konser Andrea Bocelli

1 November 2026 - 11:31 WIB

KEMALA Jabodetabek Gelar Maulid Nabi, Hadirkan Penceramah dari Palestina

31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

FIFGROUP Raih 2 Penghargaan dalam Ajang Indonesia Corporate Sustainability Initiatives 2026

31 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Perayaan Ulang Tahun Panglima Langit Bareng Anak Yatim-piatu serta Perayaan Maulid Nabi Muhammad 

31 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Lama Tak Terlihat di Layar Kaca, Krisna Mukti Blak-blakan Akui Sedang Cari Job

31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

PSM Peduli Gandeng PMI Jakarta Utara, Perkuat Kepedulian Sosial dan Kebermanfaatan BUMN Berkelanjutan

30 Oktober 2026 - 17:53 WIB

Management Walkthrough Dorong Optimalisasi Pengawasan dan Perluasan Area Kerja di Surabaya

30 Oktober 2026 - 17:08 WIB

Dorong Green Port, Terminal Teluk Lamong Datangkan Alat Bongkar Muat Bertenaga Listrik

30 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Pelindo dan Pemkab Bangka Barat Bahas Pengelolaan Pelabuhan Mentok

30 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Catatan Iwan Piliang: Dari Ranah Minang Ke Singapura – Jejak Besar yang Terlupakan 

30 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Trending di RAGAM