Menu

Mode Gelap
Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan InJourney Airports Siapkan Bandara Husein jadi Gerbang Penerbangan Domestik dan Internasional Siapkah Penerbangan Indonesia Terapkan Konsep Bagasi Berbasis Jumlah Koper? Laba KAI Group Naik jadi Rp2,28 Triliun pada 2025, Ditopang Efisiensi dan Kinerja Operasional KAI Hadirkan Rail Clinic di Garut, Subang, dan Bandar Lampung, Perluas Akses Layanan Kesehatan Warga Catatan Iwan Piliang: Ketika Portugal dan Spanyol Mengajarkan Arti Sepak Bola

RAGAM

Warga Mamasa Kembali Ditandu 8 Kilometer Akibat Jalan Rusak, Fatmawati Alami Pendarahan

badge-check


 Warga Mamasa Kembali Ditandu 8 Kilometer Akibat Jalan Rusak, Fatmawati Alami Pendarahan Perbesar

Wartatrans.com, MAMASA — Buruknya infrastruktur jalan kembali memakan korban. Fatmawati (45), warga Desa Indobanua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, terpaksa ditandu sejauh kurang lebih delapan kilometer oleh warga setempat demi mendapatkan pertolongan medis, Selasa (10/2/2026).

Fatmawati dievakuasi dalam kondisi mengalami pendarahan. Namun, rusaknya akses jalan menuju Desa Indobanua membuat kendaraan roda empat, termasuk ambulans, tidak dapat menjangkau wilayah tersebut.

Warga setempat menjelaskan, jalan menuju Desa Indobanua merupakan jalan provinsi yang menghubungkan Kabupaten Mamasa dengan Kabupaten Majene. Sayangnya, kondisi jalan yang rusak parah dan berlumpur membuat mobil tidak bisa melintas sama sekali.

“Mobil tidak bisa masuk. Ambulans hanya sampai di Kelurahan Talipukki, jadi kami terpaksa menandu lewat jalan setapak,” ujar salah seorang warga.

Proses evakuasi Fatmawati pun harus dilanjutkan secara manual oleh warga menggunakan tandu darurat, melewati medan terjal dan licin. Kondisi tersebut sangat berisiko, mengingat pasien membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Desa Pamoseang dan Desa Indobanua diketahui merupakan desa terakhir di wilayah barat Kabupaten Mamasa yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Majene. Keterbatasan infrastruktur jalan dan minimnya layanan kesehatan membuat masyarakat di kawasan perbatasan ini kerap kesulitan mendapatkan pertolongan medis, terutama dalam situasi darurat.

Peristiwa yang dialami Fatmawati tercatat sebagai kasus keempat sepanjang awal tahun 2026, di mana warga Pamoseang dan Indobanua harus ditandu untuk mendapatkan layanan kesehatan. Kondisi ini dinilai mencerminkan lemahnya perhatian pemerintah terhadap pembangunan infrastruktur dan pelayanan dasar di wilayah terpencil.

Warga menilai kejadian ini sebagai potret nyata keegoisan dan kelalaian Pemerintah Kabupaten Mamasa dalam menjamin hak dasar masyarakat, khususnya akses kesehatan yang layak.

Masyarakat berharap pemerintah provinsi dan pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret, terutama memperbaiki jalan provinsi penghubung Majene–Mamasa serta memastikan ambulans dan layanan kesehatan dapat menjangkau desa-desa terpencil, agar tragedi kemanusiaan serupa tidak terus berulang.*** (Rintoh)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

For-PAS Soroti Belanja Publikasi Media Online Rp260 Juta, Minta Dinas Pariwisata Berlaku Adil kepada Seluruh Media

6 Juli 2026 - 17:01 WIB

Hadirkan Genre Bisnis Baru, 10 Bioskop Mini Alfamart Siap Ramaikan Jagat Hiburan

6 Juli 2026 - 16:35 WIB

Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Sumur Minyak Tradisional di Darul Ihsan Aceh Timur Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

5 Juli 2026 - 23:59 WIB

LDII Sulsel Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Sulsel, Tegaskan Komitmen Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Juli 2026 - 20:12 WIB

20 Muharram 1448 H: Momentum Memperkuat Iman, Hijrah, dan Kepedulian Sosial

5 Juli 2026 - 12:45 WIB

Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran 

5 Juli 2026 - 05:24 WIB

Trending di RAGAM