Menu

Mode Gelap
KAI Layani 4,9 Juta Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, Naik 25,7 Persen Catatan Halimah Munawir: Menjaga Nyala Obor dalam Hangatnya Silaturahmi para Penyair dan Sastrawan Yatim Pemulung di Bireuen Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Berat AHY Dikaruniai Anak Kedua, Diberi Nama AHY Juga Momentum Halalbihalal 1447 H, Dalihan Natolu Padang Lawas Pererat Sinergi dengan Pemkab dan Sambut Kantor Bupati Baru 144 Ribu Masyarakat Gunakan Layanan DAMRI ke Bandara Selama Lebaran 2026

PERISTIWA

Yatim Pemulung di Bireuen Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Berat

badge-check


 Yatim Pemulung di Bireuen Jadi Korban Kekerasan Seksual, Alami Trauma Berat Perbesar

Wartatrans.com, BIREUN — Seorang anak perempuan berusia 8 tahun berinisial SN di Kecamatan Samalanga, Kabupaten Bireuen, mengalami trauma berat setelah menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh seorang pria dewasa berinisial MY. Peristiwa memilukan ini terjadi pada akhir Desember 2025 sekitar pukul 09.00 WIB.

SN, yang sehari-hari membantu ibunya memulung untuk bertahan hidup, awalnya tengah bermain bersama teman-temannya di persimpangan desa. Situasi yang semula biasa berubah menjadi tragedi ketika pelaku datang menggunakan sepeda motor dan membujuk korban dengan iming-iming uang Rp5.000 serta buah durian.

Korban sempat menolak ajakan tersebut dan berniat meminta izin kepada ibunya. Namun pelaku diduga memaksa SN dan membawanya ke sebuah rangkang di tengah kebun durian yang sepi. Di lokasi itulah aksi keji tersebut terjadi, tanpa ada yang mendengar tangisan dan perlawanan korban.

Setelah kejadian, pelaku memulangkan SN hanya dengan uang lima ribu rupiah dan satu buah durian. Dampak dari peristiwa itu masih dirasakan korban hingga kini. SN dilaporkan sering mengeluh sakit saat buang air kecil, mengalami gangguan tidur, serta kerap terbangun dalam ketakutan pada malam hari.

Kondisi korban semakin memprihatinkan karena ia merupakan anak yatim dari keluarga kurang mampu. Ibunya, yang bekerja sebagai pemulung, menjadi satu-satunya tempat bergantung, di tengah keterbatasan ekonomi dan beban psikologis yang dihadapi anaknya.

Menanggapi kasus ini, anggota DPR RI H. Sudirman mengecam keras tindakan tersebut. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal proses hukum pelaku serta memastikan korban mendapatkan pendampingan yang layak agar dapat pulih dari trauma.

Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar, khususnya mereka yang berada dalam situasi rentan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa masih ada anak-anak yang menderita dalam diam. Diharapkan, penanganan hukum yang tegas serta dukungan sosial yang memadai dapat memberikan keadilan bagi korban sekaligus mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalin Keakraban, Obor Sastra Gelar Halal Bihalal Penyair dan Sastrawan

30 Maret 2026 - 19:38 WIB

Ahmadun: Buku Mesir Love Story di Bawah Langit Para Nabi Karya Halimah Munawir Menginspirasi

30 Maret 2026 - 18:58 WIB

Festival Balon Udara di Pekalongan dan Wonosobo, Ditjen Hubud Ingatkan Aspek Keselamatan Penerbangan

30 Maret 2026 - 05:15 WIB

Pemilik Showroom Diduga Jual Tiga Excavator Perusahaan Tanpa Izin 

20 Maret 2026 - 22:14 WIB

Parade Puisi hingga Wayang Hastabrata Semarakkan Ngaji Budaya di Purbalingga

17 Maret 2026 - 12:53 WIB

AirNav Lepas 4.000 Pemudik Gratis Naik Kereta Api ke Yogya, Semarang, Surabaya, dan Malang

15 Maret 2026 - 20:31 WIB

34 Paus Pilot Diselamatkan dari Terdampar di Rote Ndao, 21 Ekor Ditemukan Mati

15 Maret 2026 - 03:54 WIB

Bupati Cilacap Ditangkap KPK, Jateng Hattrick Kasus Dugaan Korupsi

14 Maret 2026 - 11:58 WIB

Walikota Semarang Agustina Wilujeng Melantik Sekaligus 354 Pejabat Eselon III dan IV

11 Maret 2026 - 11:10 WIB

Komnas HAM RI Dalami Aksi Demo dan Segel Kantor Komnas HAM Sulteng

11 Maret 2026 - 10:55 WIB

Trending di PERISTIWA