Menu

Mode Gelap
Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

PERISTIWA

Komnas HAM RI Dalami Aksi Demo dan Segel Kantor Komnas HAM Sulteng

badge-check


 Komnas HAM RI Dalami Aksi Demo dan Segel Kantor Komnas HAM Sulteng Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Komisi Hak Asasi (Komnas) HAM RI menanggapi aksi demonstrasi dan penyegelan kantor Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah di Palu, yang dilakukan massa pada Senin (9/3/2026).

Saat ini, Komnas HAM RI mengaku sedang mendalami permalasahan yang terjadi di Sulawesi Tengah, kenapa sehingga kepala perwakilan (Kaper) didemo yang berujung penyegelan kantor.

“Kita lagi dalami lah. Sementara kita dalami,” kata Komisioner Komnas HAM RI, Saurlin P Siagian, via sambungan telepon pada Selasa malam (10/3/2026).

Komisioner Komnas HAM RI yang membidangi pemantauan dan penyelidikan itu mengaku, tidak butuh waktu lama untuk melakukan pendalaman. Bahkan, kata dia, tidak sulit melakukan pendalaman terkait masalah yang muncul di kantor perwakilan Komnas HAM Sulteng.

“Gak lama lah itu. Gak sulit (melakukan pendalaman masalah Komnas HAM Sulteng) itu,” ujar pria berdarah batak ini.

Namun, ia meminta agar masyarakat Sulteng menunggu dulu apa hasil pendalaman Komnas HAM RI. Apa nanti hasilnya akan mereka sampaikan.

“Untuk teknisnya, seperti apa kami mendalami masalah (Komnas HAM Sulteng) ini, kami gak bisa buka ke publik. Ini sifatnya internal,” kata Saurlin.

Hal senada disampaikan Komisioner Komnas HAM RI lainnya, Anis Hidayah. Ia membenarkan bahwa pihaknya sementara mendalami permalasahan yang viral di Sulawesi Tengah, kantor Komnas HAM Sulteng didemo dan disegel.

“Kami masih dalami,” ujarnya singkat menjawab media ini melalui pesan WhatsApp.

Saat ditanya tuntutan pendemo agar mencopot atau menarik Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer, dari wilayah Sulteng, Anis Hidayah belum memberikan tanggapan.

Pesan WhatsApp yang dikirimkan ke nomor komisioner Komnas HAM itu belum ditanggapi hingga berita ini dirilis.

Sebagai informasi, ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sulteng Bersatu, menggelar aksi di depan Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), di Jalan Suprapto, Kota Palu, Senin 9 Maret 2026.

Mereka tiba menggunakan mobil sound dan kendaraan roda dua bagi massa aksi.

Aksi massa yang dimulai sekira Pukul 15.10 WITA itu dilakukan untuk mendesak dicopotnya Kepala Perwakilan (Kaper) Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer, yang menjabat sejak 2025 lalu.

Menurut massa aksi, pria asal Papua itu tak ubahnya seperti maling teriak maling. Sebab, di balik sikap kerasnya bersuara soal tambang ilegal, Livand ternyata diduga secara diam-diam terlibat di dalamnya.

Korlap aksi Amir Sidik dalam orasinya menyebut, Livand memiliki kolam perendaman emas secara pribadi di Poboya, Kota Palu. Untuk menyembunyikan kedoknya, Ketua Komnas HAM itu melakukan join operational (kerjasama) dengan seseorang berinisial S.

“Jangan sok suci. Ketua Komnas HAM Sulteng ini ibarat maling teriak maling,” teriak Amier Sidik dalam orasinya.

Sementara di tengah orasi, tak hanya membakar ban, massa aksi juga melakukan lemparan tomat busuk hingga kotoran hewan ke dalam Kantor Komnas HAM Sulteng.

Terpisah, Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer yang ditemui wartawan usai massa aksi membubarkan diri, mengatakan bahwa dirinya tetap berada dipihak masyarakat.

Soal tudingan Livand Breemer memiliki kolam perendaman, dan diduga pernah mengantar sianida sebanyak 42 kaleng dan membantu menaikkan alat berat ke lokasi PETI, ia meluruskan.

“Saya tidak munafik. ada memang kolamnya yang dijanjikan ke saya. Tapi sampai saat ini tidak terisi dan tidak ada hasilnya, apalagi sampai saya nikmati” jelas Livand saat ditemui awak media usai demo.

Ia juga menolak disebut “bermain” sianida di tambang emas Poboya.*** (RBP)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Trending di PERISTIWA