Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp2,67 Juta per Gram, Segini Daftarnya! KKP Salurkan 12 Excavator untuk Percepat Pemulihan Sektor Perikanan Pascabencana di Sumatra Waduh! Kepatuhan Bus AKAP Masuk Terminal Hanya 57 Persen Ditjen Hubud-DGAC Prancis Perbarui Kerja Sama Teknis Penerbangan Sipil Dirjen Hubdat Sebut Penerima Diskon Tarif Penyeberangan Tembus 90 Persen Pelita Air-BNI Hadirkan Promo Diskon Tiket Domestik hingga Rp360 Ribu

PERISTIWA

Komnas HAM RI Dalami Aksi Demo dan Segel Kantor Komnas HAM Sulteng

badge-check


 Komnas HAM RI Dalami Aksi Demo dan Segel Kantor Komnas HAM Sulteng Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Komisi Hak Asasi (Komnas) HAM RI menanggapi aksi demonstrasi dan penyegelan kantor Komnas HAM Perwakilan Sulawesi Tengah di Palu, yang dilakukan massa pada Senin (9/3/2026).

Saat ini, Komnas HAM RI mengaku sedang mendalami permalasahan yang terjadi di Sulawesi Tengah, kenapa sehingga kepala perwakilan (Kaper) didemo yang berujung penyegelan kantor.

“Kita lagi dalami lah. Sementara kita dalami,” kata Komisioner Komnas HAM RI, Saurlin P Siagian, via sambungan telepon pada Selasa malam (10/3/2026).

Komisioner Komnas HAM RI yang membidangi pemantauan dan penyelidikan itu mengaku, tidak butuh waktu lama untuk melakukan pendalaman. Bahkan, kata dia, tidak sulit melakukan pendalaman terkait masalah yang muncul di kantor perwakilan Komnas HAM Sulteng.

“Gak lama lah itu. Gak sulit (melakukan pendalaman masalah Komnas HAM Sulteng) itu,” ujar pria berdarah batak ini.

Namun, ia meminta agar masyarakat Sulteng menunggu dulu apa hasil pendalaman Komnas HAM RI. Apa nanti hasilnya akan mereka sampaikan.

“Untuk teknisnya, seperti apa kami mendalami masalah (Komnas HAM Sulteng) ini, kami gak bisa buka ke publik. Ini sifatnya internal,” kata Saurlin.

Hal senada disampaikan Komisioner Komnas HAM RI lainnya, Anis Hidayah. Ia membenarkan bahwa pihaknya sementara mendalami permalasahan yang viral di Sulawesi Tengah, kantor Komnas HAM Sulteng didemo dan disegel.

“Kami masih dalami,” ujarnya singkat menjawab media ini melalui pesan WhatsApp.

Saat ditanya tuntutan pendemo agar mencopot atau menarik Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer, dari wilayah Sulteng, Anis Hidayah belum memberikan tanggapan.

Pesan WhatsApp yang dikirimkan ke nomor komisioner Komnas HAM itu belum ditanggapi hingga berita ini dirilis.

Sebagai informasi, ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Sulteng Bersatu, menggelar aksi di depan Kantor Perwakilan Komnas HAM Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), di Jalan Suprapto, Kota Palu, Senin 9 Maret 2026.

Mereka tiba menggunakan mobil sound dan kendaraan roda dua bagi massa aksi.

Aksi massa yang dimulai sekira Pukul 15.10 WITA itu dilakukan untuk mendesak dicopotnya Kepala Perwakilan (Kaper) Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer, yang menjabat sejak 2025 lalu.

Menurut massa aksi, pria asal Papua itu tak ubahnya seperti maling teriak maling. Sebab, di balik sikap kerasnya bersuara soal tambang ilegal, Livand ternyata diduga secara diam-diam terlibat di dalamnya.

Korlap aksi Amir Sidik dalam orasinya menyebut, Livand memiliki kolam perendaman emas secara pribadi di Poboya, Kota Palu. Untuk menyembunyikan kedoknya, Ketua Komnas HAM itu melakukan join operational (kerjasama) dengan seseorang berinisial S.

“Jangan sok suci. Ketua Komnas HAM Sulteng ini ibarat maling teriak maling,” teriak Amier Sidik dalam orasinya.

Sementara di tengah orasi, tak hanya membakar ban, massa aksi juga melakukan lemparan tomat busuk hingga kotoran hewan ke dalam Kantor Komnas HAM Sulteng.

Terpisah, Kepala Perwakilan Komnas HAM Sulteng, Livand Breemer yang ditemui wartawan usai massa aksi membubarkan diri, mengatakan bahwa dirinya tetap berada dipihak masyarakat.

Soal tudingan Livand Breemer memiliki kolam perendaman, dan diduga pernah mengantar sianida sebanyak 42 kaleng dan membantu menaikkan alat berat ke lokasi PETI, ia meluruskan.

“Saya tidak munafik. ada memang kolamnya yang dijanjikan ke saya. Tapi sampai saat ini tidak terisi dan tidak ada hasilnya, apalagi sampai saya nikmati” jelas Livand saat ditemui awak media usai demo.

Ia juga menolak disebut “bermain” sianida di tambang emas Poboya.*** (RBP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Sumur Minyak Tradisional di Darul Ihsan Aceh Timur Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

5 Juli 2026 - 23:59 WIB

LDII Sulsel Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Sulsel, Tegaskan Komitmen Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Juli 2026 - 20:12 WIB

20 Muharram 1448 H: Momentum Memperkuat Iman, Hijrah, dan Kepedulian Sosial

5 Juli 2026 - 12:45 WIB

Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran 

5 Juli 2026 - 05:24 WIB

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Krakatau Bergerak ke Barat, Belum Berdampak pada Bandara dan Jalur Penerbangan

4 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hindari Bom Waktu Sampah, Jakarta Siapkan Tarif Bayar Sesuai Beban 

4 Juli 2026 - 06:38 WIB

Halimah Munawir Podcast Roadshow Hadir di Symphony & Harmony IWAPI DKI Jakarta

3 Juli 2026 - 21:59 WIB

Perkuat Kualitas Layanan, IPCC Gelar Management Walkthrough di Terminal Satelit Banjarmasin

3 Juli 2026 - 21:05 WIB

Masyarakat Beutong Ateuh Menjaga Warisan Alam, Sejahtera Karena Hutan Bukan Tambang

3 Juli 2026 - 15:29 WIB

Trending di RAGAM