Menu ✖

Mode Gelap
KAI Angkut 2,04 Juta Ton BBM hingga September 2026, Naik 3,92 Persen Tanjung Perak jadi Pelabuhan Uji Coba Pertama Penertiban Kendaraan ODOL Hendak Naik Kapal Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan KSOP Muara Angke Kampanye Pemeriksaan Kapal Terkonsentrasi Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

PERISTIWA

Aceh Minta Dukungan Internasional untuk Penanganan Bencana

badge-check


 Aceh Minta Dukungan Internasional untuk Penanganan Bencana Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH  — Pemerintah Aceh secara resmi meminta dukungan komunitas internasional untuk membantu penanganan bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di provinsi tersebut. Permintaan itu disampaikan Gubernur Aceh Muzakir Manaf kepada United Nations Development Programme (UNDP) dan United Nations Children’s Fund (UNICEF).

Gubernur Muzakir Manaf menyampaikan bahwa skala bencana yang terjadi telah melampaui kapasitas daerah. Menurut dia, dukungan internasional diperlukan untuk mempercepat penanganan darurat sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan secara berkelanjutan.

“Situasi di lapangan masih sangat dinamis, dengan korban dan pengungsi yang terus bertambah. Pemerintah Aceh membutuhkan dukungan yang lebih luas agar penanganan dapat dilakukan secara optimal,” kata Muzakir Manaf dalam keterangan tertulisnya.

Berdasarkan data sementara pemerintah daerah, jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut telah melampaui 1.000 orang. Sementara itu, puluhan ribu warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan permukiman, fasilitas umum, serta ancaman longsor susulan.

Dalam surat yang dikirimkan kepada UNDP, Pemerintah Aceh meminta dukungan dalam bidang rekonstruksi dan penguatan kapasitas pemerintah daerah, termasuk perencanaan pembangunan yang lebih tangguh terhadap bencana. Adapun kepada UNICEF, Aceh berharap adanya dukungan dalam pemenuhan kebutuhan anak-anak di pengungsian, seperti layanan kesehatan, gizi, dan pendidikan darurat.

Pemerintah Aceh menegaskan bahwa permintaan bantuan internasional tersebut tidak dimaksudkan untuk melangkahi kewenangan pemerintah pusat. Langkah itu, menurut pemerintah daerah, merupakan bentuk penyampaian kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Dalam Negeri menyatakan akan mempelajari permintaan Pemerintah Aceh. Pemerintah pusat, kata Kemendagri, tetap berkomitmen memastikan penanganan bencana berjalan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan mekanisme koordinasi nasional.

Sementara itu, bantuan dari luar negeri telah mulai berdatangan. Pemerintah Malaysia mengirimkan bantuan obat-obatan dan tenaga medis, sedangkan Pemerintah Tiongkok menurunkan tim pencarian dan penyelamatan (SAR) ke wilayah terdampak.

Di sisi lain, Dewan Profesor Aceh menyampaikan surat terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam surat tersebut, mereka mendorong pemerintah pusat segera menetapkan bencana di Aceh sebagai bencana nasional agar penanganan dapat dilakukan secara lebih terpadu, cepat, dan menyeluruh.

Presiden Prabowo Subianto tercatat telah dua kali mengunjungi Aceh sejak bencana terjadi. Dalam kunjungannya, Presiden meninjau langsung lokasi pengungsian serta berdialog dengan masyarakat terdampak. Presiden juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait percepatan pemulihan, termasuk distribusi logistik dan pemulihan pasokan listrik.

Hingga kini, upaya penanganan darurat masih terus dilakukan. Pemerintah daerah bersama pemerintah pusat dan berbagai pihak berupaya mempercepat bantuan bagi masyarakat yang masih berada di pengungsian, sembari mengantisipasi potensi bencana lanjutan.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Akses Blangkejeren–Kutacane, Aktivitas Ekonomi Warga Terancam

12 Oktober 2026 - 20:16 WIB

Rocky Gerung Diminta Tak Lagi Desak Gibran Mundur, Kebebasan Berpendapat dan Etika Kekuasaan Jadi Sorotan

12 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Townhall Meeting IPC TPK 2026: Fokus Penyelarasan Peta Peran Pelindo Group dan Transformasi Perusahaan

12 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Pelindo Kenalkan Dunia Maritim kepada Siswa SMPN 129 Jakarta melalui Edukasi Kemaritiman

12 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Rocky Gerung Minta Gibran Mundur dari Jabatan Wapres, Ingatkan Prabowo Jangan Terseret Polemik

12 Oktober 2026 - 16:40 WIB

CELIOS Merilis Menteri Terburuk dan Terbaik 2 Tahun Pemerintahan Prabowo, Siapa Saja?

12 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Aliansi Masyarakat Sipil Laporkan Proyek RS Pendidikan Untad Rp172 Miliar ke Kejati Sulteng

12 Oktober 2026 - 12:18 WIB

TPPAS Lulut Nambo dan Pengelolaan Sampah dari Hulu, H. Fikri Hudi Dorong Kolaborasi Masyarakat

12 Oktober 2026 - 11:10 WIB

​Karmila, Demisioner Presma Universitas Bumi Persada, Suarakan Aspirasi Pascabencana Aceh di Ajang Nasional Future Leaders Summit 2026

12 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Karhutla Tembus 10 Hektare di Bagendang, Kalteng

12 Oktober 2026 - 05:09 WIB

Trending di NASIONAL