Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Fasilitasi Diklat Pekerja Migran Indonesia Terampil ke Jepang Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Halal Bihalal Bersama Potensi Masyarakat, Perkuat Sinergi dan Kamtibmas Libur Panjang April 2026, KAI Catat Penjualan Tiket Capai 617 Ribu Terima Kasih Pelanggan! KAI Sukses Layani 5 Juta Perjalanan Lebaran dengan Aman KAI Layani 5,08 Juta Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, Naik 8,07 Persen

JALUR

AHY dan Purbaya Berkoordinasi dalam Membentuk Komite Nasional Kereta Cepat

badge-check


 AHY dan Purbaya Berkoordinasi dalam Membentuk Komite Nasional Kereta Cepat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat (KNKC) yang melibatkan PT KAI, lembaga resmi terkait, dan kementerian. Di dalamnya termasuk Kementerian Keuangan.

Paska berkoordinasi dengan Menkeu Purbaya, AHY menjelaskan bahwa KNKC adalah wadah koordinasi strategis untuk menata proyek kereta cepat nasional. Komite ini mengemban mandat mulai dari mempercepat proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB), juga merancang arah pengembangan kereta cepat ke wilayah lain, termasuk Surabaya.

“Pembentukan komite ini penting untuk mengambil langkah-langkah strategis maupun taktis terkait proyek kereta cepat,” ujar AHY. Kemenko Infrastruktur akan bertindak sebagai koordinator, sementara Kementerian Keuangan dilibatkan secara intensif mengingat aspek pendanaan menjadi kunci utama.

“Kami akan berada di depan dan melibatkan cukup banyak stakeholders, termasuk kementerian keuangan, karena ini terkait dengan pengembangan kereta cepat maka yang perlu dipastikan terlebih dahulu adalah anggarannya,” jelasnya.

 

Dalam hal ini AHY tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Menurutnya, restrukturisasi keuangan harus dilakukan secara hati-hati karena berkaitan langsung dengan mitra Tiongkok serta menjaga keamanan fiskal perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proyek.

Pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat merupakan tindak lanjut dari arahan Prabowo Subianto. Presiden ingin memperluas konektivitas nasional dengan mendorong pengembangan kereta cepat tidak hanya berhenti di Bandung.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapan memberikan dukungan fiskal bagi proyek-proyek infrastruktur strategis, penting, serta urgent. Syaratnya dikerjakan dengan tata kelola dan perhitungan fiskal yang matang.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi

3 April 2026 - 19:12 WIB

Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui

3 April 2026 - 14:09 WIB

Pascagempa Sulut, PGE Pastikan PLTP Lahendong Aman dan Beroperasi Stabil

3 April 2026 - 13:42 WIB

Akses Jalan Utama Takengon – Gayo Lues Putus, Jalan Alternatif Rusak Parah

3 April 2026 - 13:33 WIB

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

Advokad Wahyudi Perkuat Lini Hukum Wartatrans.com, Respons Meningkatnya Risiko Sengketa Media Digital

2 April 2026 - 16:48 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Trending di ANJUNGAN