Menu

Mode Gelap
KAI Gelar Groundbreaking Hunian Manggarai, Dekatkan Tempat Tinggal dengan Transportasi Publik Prihatin atas Sejumlah Kecelakaan Kapal, DPP INSA: Keselamatan Tanggung Jawab Bersama KMP Bontang Ekspress II Kebakaran di Dermaga Lanal Banyuwangi, Tak Ada Korban Jiwa Naga Kemuliaan di Tangan Tanah: Yoyo dan Rika Hidupkan Filosofi Borobudur melalui Lukisan Gerabah Bumi Atsanti, Ruang Harmoni dan Kearifan Lokal Tumbuh di Tengah Sawah Borobudur Dukung Keandalan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Logistik Lakukan Pengeceran Balas Secara Bertahap

JALUR

AHY dan Purbaya Berkoordinasi dalam Membentuk Komite Nasional Kereta Cepat

badge-check


 AHY dan Purbaya Berkoordinasi dalam Membentuk Komite Nasional Kereta Cepat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat (KNKC) yang melibatkan PT KAI, lembaga resmi terkait, dan kementerian. Di dalamnya termasuk Kementerian Keuangan.

Paska berkoordinasi dengan Menkeu Purbaya, AHY menjelaskan bahwa KNKC adalah wadah koordinasi strategis untuk menata proyek kereta cepat nasional. Komite ini mengemban mandat mulai dari mempercepat proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB), juga merancang arah pengembangan kereta cepat ke wilayah lain, termasuk Surabaya.

“Pembentukan komite ini penting untuk mengambil langkah-langkah strategis maupun taktis terkait proyek kereta cepat,” ujar AHY. Kemenko Infrastruktur akan bertindak sebagai koordinator, sementara Kementerian Keuangan dilibatkan secara intensif mengingat aspek pendanaan menjadi kunci utama.

“Kami akan berada di depan dan melibatkan cukup banyak stakeholders, termasuk kementerian keuangan, karena ini terkait dengan pengembangan kereta cepat maka yang perlu dipastikan terlebih dahulu adalah anggarannya,” jelasnya.

 

Dalam hal ini AHY tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Menurutnya, restrukturisasi keuangan harus dilakukan secara hati-hati karena berkaitan langsung dengan mitra Tiongkok serta menjaga keamanan fiskal perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proyek.

Pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat merupakan tindak lanjut dari arahan Prabowo Subianto. Presiden ingin memperluas konektivitas nasional dengan mendorong pengembangan kereta cepat tidak hanya berhenti di Bandung.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapan memberikan dukungan fiskal bagi proyek-proyek infrastruktur strategis, penting, serta urgent. Syaratnya dikerjakan dengan tata kelola dan perhitungan fiskal yang matang.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Gelar Groundbreaking Hunian Manggarai, Dekatkan Tempat Tinggal dengan Transportasi Publik

21 Agustus 2026 - 22:57 WIB

Dukung Keandalan dan Keselamatan Perjalanan KA, KAI Logistik Lakukan Pengeceran Balas Secara Bertahap

21 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Pelindo–Pelni Kirim Bantuan untuk Korban Gempa NTT

21 Agustus 2026 - 21:13 WIB

Buka Posko Bersama Kemenhub, PELNI dan Pelindo Sinergi Galang Bantuan Bencana NTT

21 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Mulai Rp215 Ribu, DAMRI Buka Layanan Kalianda–Jakarta via Lintas Sumatera

21 Agustus 2026 - 18:33 WIB

Saiful Bahri Sulaiman Siap Maju diajang Mubes PP Taman Iskandar Muda

21 Agustus 2026 - 18:24 WIB

Jateng Darurat Korupsi, Kali Ini Rektor Unsoed Kena OTT KPK

21 Agustus 2026 - 17:49 WIB

Posko Bersama Dibuka, Kemenhub-Pelindo-PELNI Perkuat Respons Kemanusiaan untuk NTT

21 Agustus 2026 - 17:29 WIB

Peduli Kesehatan Masyarakat, Pelindo dan IHC Gelar Pemeriksaan Gratis bagi Balita dan Lansia

21 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Ketua BFLF Dampingi Putri Pariwisata Aceh 2026 Raih Dukungan Forkopimda Lhokseumawe

21 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Trending di RAGAM