Menu ✖

Mode Gelap
Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka ​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI Ode Untuk Namamu, Ketika Puisi dan Lukisan Merayakan Cinta serta Perjuangan Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan ​46 Tahun Sanggar Matahari: Merawat Seni, Sastra, dan Kemanusiaan Bersama Lintas Generasi

JALUR

AHY dan Purbaya Berkoordinasi dalam Membentuk Komite Nasional Kereta Cepat

badge-check


 AHY dan Purbaya Berkoordinasi dalam Membentuk Komite Nasional Kereta Cepat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat (KNKC) yang melibatkan PT KAI, lembaga resmi terkait, dan kementerian. Di dalamnya termasuk Kementerian Keuangan.

Paska berkoordinasi dengan Menkeu Purbaya, AHY menjelaskan bahwa KNKC adalah wadah koordinasi strategis untuk menata proyek kereta cepat nasional. Komite ini mengemban mandat mulai dari mempercepat proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB), juga merancang arah pengembangan kereta cepat ke wilayah lain, termasuk Surabaya.

“Pembentukan komite ini penting untuk mengambil langkah-langkah strategis maupun taktis terkait proyek kereta cepat,” ujar AHY. Kemenko Infrastruktur akan bertindak sebagai koordinator, sementara Kementerian Keuangan dilibatkan secara intensif mengingat aspek pendanaan menjadi kunci utama.

“Kami akan berada di depan dan melibatkan cukup banyak stakeholders, termasuk kementerian keuangan, karena ini terkait dengan pengembangan kereta cepat maka yang perlu dipastikan terlebih dahulu adalah anggarannya,” jelasnya.

 

Dalam hal ini AHY tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Menurutnya, restrukturisasi keuangan harus dilakukan secara hati-hati karena berkaitan langsung dengan mitra Tiongkok serta menjaga keamanan fiskal perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proyek.

Pembentukan Komite Nasional Kereta Cepat merupakan tindak lanjut dari arahan Prabowo Subianto. Presiden ingin memperluas konektivitas nasional dengan mendorong pengembangan kereta cepat tidak hanya berhenti di Bandung.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan kesiapan memberikan dukungan fiskal bagi proyek-proyek infrastruktur strategis, penting, serta urgent. Syaratnya dikerjakan dengan tata kelola dan perhitungan fiskal yang matang.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman

11 Oktober 2026 - 08:44 WIB

Pentingnya Penanganan Penertiban Kendaraan ODOL di Pelabuhan untuk Keselamatan

11 Oktober 2026 - 08:20 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

KAI Umumkan Tanu & Friends Karya Muhamad Erwin Ramadhan sebagai Juara IP Contest 2026

10 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Inovasi Terminal Teluk Lamong Kembali Raih Penghargaan Nasional di Lima Tahun Merger Pelindo

10 Oktober 2026 - 22:38 WIB

Trending di ANJUNGAN