Menu

Mode Gelap
Banjir Aceh 2025 Disebut Ekosida, Desakan Bentuk Badan Khusus Menguat Rumah Budaya HMA, Diplomasi Sastra dan Budaya, Merawat Harmoni Indonesia–Mesir Proliga 2026 Pekan ke 6 Bojonegoro Mengerucutkan Tim Peserta Babak Final Four Menhub Dudy Sebut Banten Berpotensi Jadi Daerah Lintasan Padat Jawa-Sumatera Ratusan Warga Tonton Film NOEH (Pasung) di RSJ Aceh, Hujan Tak Surutkan Ikhtiar Lawan Stigma ODGJ Citilink Buka 2 Rute Baru Menuju Sumatera via Bandara Halim

EKOBIS

AirNav Jadikan HAKORDIA Momentum Pemberantasan Korupsi

badge-check


 Airnav Indonesia peringati Hakordia Perbesar

Airnav Indonesia peringati Hakordia

Wartatrans.com, SURABAYA – Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) tahun 2025, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penindakan korupsi dengan tema ”Satukan Aksi, Basmi Korupsi”.

Kegiatan yang dihadiri unsur penegak hukum, mitra kerja, organisasi profesi, serta perwakilan karyawan tersebut, digelar di Surabaya, Rabu (10/12/2025).

Direktur SDM dan Umum Perum LPPNPI Didiet Kus Sam Radityo dalam sambutannya menegaskan, peringatan HAKORDIA yang diselenggarakan perusahaan kali bukan hanya seremoni.

”Tetapi ini adalah momentum untuk memperkuat budaya integritas di lingkungan AirNav Indonesia. Karena, sebagaimana diketahui bersama, pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa, termasuk AirNav sebagai penyelenggara layanan navigasi penerbangan,” paparnya.

Menurutnya, sebagai institusi yang memegang amanah keselamatan dan kepercayaan publik, AirNav Indonesia harus menjaga integritas dan transparansi.

Seluruh elemen perusahan didorong untuk sedapat mungkin menutup ruang bagi penyalahgunaan wewenang, gratifikasi, ataupun tindakan yang merugikan negara dan masyarakat.

”Jangan sampai ada celah sedikit pun,” tegasnya.

Terkait upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, menurut dia, manajemen AirNav telah melaksanakan sejumlah komitmen penting terkait hal tersebut.

“Antara lain dengan menjalankan Sistem Pengendalian Gratifikasi dan Whistleblowing System secara konsisten, mudah diakses, dan dapat dipercaya,” katanya.

Selain itu, manajemen juga melakukan tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran integritas tanpa kompromi.

”Di sisi lain, sebagai tindakan preventif, kami juga memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada seluruh karyawan. Targetnya adalah seluruh karyawan dapat secara merata memiliki pemahaman yang kuat terhadap bahaya laten korupsi, serta mau berperan aktif dalam pencegahannya,” ungkap Didiet.

Tak hanya itu, dia juga mengajak seluruh karyawan, mitra kerja, dan pemangku kepentingan untuk tidak hanya menolak, tetapi juga berani melaporkan indikasi korupsi melalui mekanisme pelaporan yang telah disediakan perusahaan.

Dia berharap, momentum peringatan HAKORDIA dapat menjadi titik balik terjadinya sebuah perubahan besar untuk menyatukan aksi membasmi korupsi.

”Mulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil, dan dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Hadir jajaran Kejaksaan Negeri Sidoarjo, perwakilan TNI AL Juanda, TNI AU Muljono, perwakilan maskapai, serta berbagai mitra kerja dan organisasi profesi.

Melalui kolaborasi tersebut, AirNav berharap budaya integritas dapat terus diperkuat di seluruh lingkungan kerja dan operasional layanan navigasi penerbangan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Citilink Buka 2 Rute Baru Menuju Sumatera via Bandara Halim

16 Februari 2026 - 14:29 WIB

Sukses Kelola Komunikasi Berdampak, PNM Raih Tiga Penghargaan PR Indonesia Awards 2026

16 Februari 2026 - 14:24 WIB

DJPU Tingkatkan Penguatan Keamanan Penerbangan Perintis di Papua

16 Februari 2026 - 11:23 WIB

Bandara di Papua

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Apresiasi Bantuan Sapi Meugang Presiden dan Gubernur Aceh

15 Februari 2026 - 23:10 WIB

Mudahkan Manasik Jemaah Haji Aceh, Wamenhaj Resmikan Pesawat Hibah Garuda

15 Februari 2026 - 19:34 WIB

Trending di BANDARA