Menu

Mode Gelap
KAI dan Railfans Berkumpul di Balaiyasa Manggarai dalam Community Gathering 2026 PELNI Logistics Targetkan Bongkar Muat Tumbuh Positif di 2026, Tembus 56.482 TEUs Long Weekend Telah Tiba: DAMRI Hadirkan Promo Perjalanan ke Yogyakarta dan Denpasar, Mulai 200 Ribuan Aja! IPC Terminal Petikemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs Sepanjang 2025 Catatan Halimah Munawir: Pulang Tanpa Pemberitahuan Bupati Bogor Tegaskan Pembebasan Lahan Jalur Tambang Masuk APBD 2026

EKOBIS

AirNav Jadikan HAKORDIA Momentum Pemberantasan Korupsi

badge-check


					Airnav Indonesia peringati Hakordia Perbesar

Airnav Indonesia peringati Hakordia

Wartatrans.com, SURABAYA – Memperingati Hari Anti Korupsi Sedunia (HAKORDIA) tahun 2025, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia) menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penindakan korupsi dengan tema ”Satukan Aksi, Basmi Korupsi”.

Kegiatan yang dihadiri unsur penegak hukum, mitra kerja, organisasi profesi, serta perwakilan karyawan tersebut, digelar di Surabaya, Rabu (10/12/2025).

Direktur SDM dan Umum Perum LPPNPI Didiet Kus Sam Radityo dalam sambutannya menegaskan, peringatan HAKORDIA yang diselenggarakan perusahaan kali bukan hanya seremoni.

”Tetapi ini adalah momentum untuk memperkuat budaya integritas di lingkungan AirNav Indonesia. Karena, sebagaimana diketahui bersama, pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab kolektif seluruh elemen bangsa, termasuk AirNav sebagai penyelenggara layanan navigasi penerbangan,” paparnya.

Menurutnya, sebagai institusi yang memegang amanah keselamatan dan kepercayaan publik, AirNav Indonesia harus menjaga integritas dan transparansi.

Seluruh elemen perusahan didorong untuk sedapat mungkin menutup ruang bagi penyalahgunaan wewenang, gratifikasi, ataupun tindakan yang merugikan negara dan masyarakat.

”Jangan sampai ada celah sedikit pun,” tegasnya.

Terkait upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, menurut dia, manajemen AirNav telah melaksanakan sejumlah komitmen penting terkait hal tersebut.

“Antara lain dengan menjalankan Sistem Pengendalian Gratifikasi dan Whistleblowing System secara konsisten, mudah diakses, dan dapat dipercaya,” katanya.

Selain itu, manajemen juga melakukan tindakan tegas terhadap setiap pelanggaran integritas tanpa kompromi.

”Di sisi lain, sebagai tindakan preventif, kami juga memperkuat edukasi dan sosialisasi kepada seluruh karyawan. Targetnya adalah seluruh karyawan dapat secara merata memiliki pemahaman yang kuat terhadap bahaya laten korupsi, serta mau berperan aktif dalam pencegahannya,” ungkap Didiet.

Tak hanya itu, dia juga mengajak seluruh karyawan, mitra kerja, dan pemangku kepentingan untuk tidak hanya menolak, tetapi juga berani melaporkan indikasi korupsi melalui mekanisme pelaporan yang telah disediakan perusahaan.

Dia berharap, momentum peringatan HAKORDIA dapat menjadi titik balik terjadinya sebuah perubahan besar untuk menyatukan aksi membasmi korupsi.

”Mulai dari diri sendiri, dari hal yang kecil, dan dilakukan secara konsisten,” ujarnya.

Hadir jajaran Kejaksaan Negeri Sidoarjo, perwakilan TNI AL Juanda, TNI AU Muljono, perwakilan maskapai, serta berbagai mitra kerja dan organisasi profesi.

Melalui kolaborasi tersebut, AirNav berharap budaya integritas dapat terus diperkuat di seluruh lingkungan kerja dan operasional layanan navigasi penerbangan. (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

PELNI Logistics Targetkan Bongkar Muat Tumbuh Positif di 2026, Tembus 56.482 TEUs

14 Januari 2026 - 21:05 WIB

Bupati Bogor Tegaskan Pembebasan Lahan Jalur Tambang Masuk APBD 2026

14 Januari 2026 - 18:33 WIB

Antrean BBM di SPBU Simpang Lemah Aceh Tengah Picu Kemacetan

14 Januari 2026 - 18:18 WIB

Bogor Anggarkan Rp100 Miliar untuk Jalur Khusus Tambang, Pengusaha Diajak Berkolaborasi

14 Januari 2026 - 18:05 WIB

Mantap, Program Stimulus ASDP di Libur Nataru Terserap 96,17 Persen

14 Januari 2026 - 16:24 WIB

Trending di ANJUNGAN