Menu ✖

Mode Gelap
KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027 Penerapan Biometrik Meluas, dari Registrasi SIM Card hingga Perjalanan Udara Maulid Nabi di YPL Al-Hidayah, Siswa Diajak Meneladani Empat Sifat Rasulullah Menara Astra Terapkan AI, Konsumsi Energi HVAC Ditargetkan Turun 10%-20%

ANJUNGAN

Ada Antrean Kapal hingga 6 Hari di Pelabuhan Tanjung Perak? Ini Jawaban Pelindo Petikemas

badge-check


 Ada Antrean Kapal hingga 6 Hari di Pelabuhan Tanjung Perak? Ini Jawaban Pelindo Petikemas Perbesar

Wartatrans.com, SURABAYA – Ada antrean kapal hingga 6 hari di sejumlah terminal yang dikelola perseroan khususnya di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya?

PT Pelindo Terminal Petikemas menjawab sekaligus meluruskan kabar tersebut.

Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas Widyaswendra mengatakan, pelayanan bongkar muat peti kemas di TPK Lamong, TPS Surabaya, TPK Nilam dan TPK Berlian berjalan sesuai dengan perencanaan.

Menurutnya, tidak ada keterlambatan pelayanan yang berakibat cukup signifikan dan berpengaruh pada jadwal sandar kapal.

“Kami pastikan tidak ada kapal antre hingga enam hari lamanya untuk menunggu pelayanan di terminal peti kemas yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak,” tegas Widyaswendra, Senin (2/2/2026).

Setiap kapal yang akan berkegiatan di terminal peti kemas telah memiliki jadwal kedatangan yang terencana atau berthing window system.

Selain itu, pelayanan terhadap kapal diberikan berdasarkan kebijakan operasional terminal dengan mempertimbangkan kesiapan fasilitas, keselamatan, kondisi lapangan, serta kelancaran arus kapal secara keseluruhan.

Pada periode tertentu seringkali terjadi kepadatan aktivitas di terminal peti kemas, seperti yang terjadi saat mendekati perayaan hari besar keagamaan.

“Meningkatnya jumlah muatan dan kunjungan kapal tak jarang berdampak pada pelayanan bongkar muat,” ungkapnya.

Dalam kondisi demikian, pengelola terminal tetap berupaya memberikan pelayanan yang optimal bagi para pengguna jasa.

“Menunggu layanan ini dapat disebabkan beberapa faktor, bisa karena waktu kedatangan kapal yang lebih cepat atau juga bisa terlambat, jumlah muatan yang meningkat saat hari besar keagamaan, kecepatan bongkar muat dan kesiapan alat, ada juga karena faktor alam seperti cuaca ataupun menunggu air pasang,” kata Widyaswendra.

Dia menyebut, sebagian besar kapal tiba sesuai dengan jadwal kedatangan dan dapat langsung menerima layanan dari terminal peti kemas.

Pihaknya tak menepis bila ada beberapa keterlambatan layanan sehingga kapal harus menunggu. Namun demikian, waktu tunggu layanan  masih berkisar antara 15 sampai 30 jam.

Di sisi lain, Widyaswendra mengaku perseroan terus melakukan perbaikan berkelanjutan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para pengguna jasa.

Pihaknya mencontohkan pada tahun 2026 ini akan ada empat alat baru jenis QCC dan 14 unit rubber tyred gantry (RTG) yang akan tiba di TPS Surabaya.

Demikian halnya dengan TPK Berlian yang akan dilengkapi dengan dua unit QCC yang diperkirakan tiba pada pertengahan tahun 2026.

“Kami akui dalam hal pelayanan kami terus berbenah, perbaikan kami lakukan di seluruh wilayah kerja mulai dari Belawan hingga Merauke,” lanjutnya.

Ketua DPC Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya Stenven Handry Lesawengan mengatakan, pihaknya sempat menerima laporan keterlambatan penanganan bongkar muat peti kemas di TPK Berlian akibat kesiapan alat.

Pihaknya mengaku telah melakukan komunikasi dengan pengelola terminal untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Menurutnya, pengelola terminal cukup terbuka dan kooperatif mencari jalan keluar yang terbaik untuk semua pihak dan tidak pernah ada antrean di terminal peti kemas hingga berhari-hari.

“Kami ada beberapa kesepakatan dengan terminal jika pada saat pelayanan ada kendala yang terjadi, sehingga kegiatan bongkar muat tetap dapat berjalan,” kata Stenven.

Ketua DPW Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Jawa Timur Sebastian Wibisono meminta kepada pengelola terminal untuk melakukan peremajaan alat bongkar muat.

Menurutnya dengan keberadaan alat yang baru dapat memberikan kualitas dan jaminan terhadap kecepatan pelayanan bongkar muat peti kemas. Wibi menilai peralatan yang ada saat ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan ukuran kapal dan arus peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak yang semakin meningkat.

“Kami sudah mendengar rencana kedatangan alat baru di TPS Surabaya, harapan kami hal serupa juga dapat dilakukan di terminal peti kemas yang lainnya, khususnya di TPK Berlian,” kata Wibi. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

1 Oktober 2026 - 09:49 WIB

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Dari Control Room ke Lapangan, Peserta Magenta Intip Langsung Operasional IPC TPK

30 September 2026 - 11:13 WIB

Wow, 6.082 Truk Menyeberang dalam 3 Hari di Lintasan Ketapang-Gilimanuk

30 September 2026 - 10:34 WIB

53 PPNS Ditjen Perhubungan Laut Dilantik

30 September 2026 - 07:41 WIB

KRI Sriwijaya-100 Akan Dimodernisasi

30 September 2026 - 05:11 WIB

Pelindo Solusi Digital dan Surveyor Indonesia Perkuat Kolaborasi Digital untuk Ekosistem Maritim

29 September 2026 - 23:07 WIB

Perkuat Ekonomi Pesisir, Terminal Teluk Lamong Raih Penghargaan CSR & PDB Awards 2026

29 September 2026 - 23:00 WIB

Pelindo Group Wilayah Makassar Sambut Hari Pelindo Lewat Turnamen Padel

28 September 2026 - 21:48 WIB

ASDP Optimalkan 26 Kapal, Percepat Pemulihan Layanan Ketapang–Gilimanuk

28 September 2026 - 21:05 WIB

Trending di ANJUNGAN