Menu

Mode Gelap
KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

PERISTIWA

Atu Payung Masih Gelap, Warga Gelar Salat Tolak Bala di Tengah Ancaman Bencana

badge-check


 Atu Payung Masih Gelap, Warga Gelar Salat Tolak Bala di Tengah Ancaman Bencana Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Warga Desa Atu Payung, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, menggelar salat tolak bala di tengah situasi darurat pascabencana. Salat berjamaah itu dipimpin imam desa dan diikuti anak-anak serta tim relawan Posko Rakyat, sebagai ikhtiar spiritual sekaligus penguat mental warga yang masih hidup dalam ketidakpastian.

Salat tolak bala dilakukan sebagai bentuk doa agar tidak terjadi bencana susulan di wilayah mereka. Warga juga berharap kegiatan ini menjadi pengingat akan kuasa Allah SWT, di tengah keterbatasan bantuan dan belum adanya kejelasan penanganan lanjutan dari pemerintah.

Kekhawatiran utama warga tertuju pada Bur (Gunung) Ni Kera, yang hingga kini masih dianggap berpotensi menimbulkan bencana susulan. Warga Desa Atu Payung dan Desa Serule mengaku terus hidup dalam kewaspadaan. Mereka mendesak agar pemerintah segera menurunkan tim ahli untuk memeriksa kondisi gunung tersebut.

Bercengkrama dengan gelap.

“Warga sangat cemas. Kami butuh kepastian, bukan hanya bantuan logistik,” kata salah seorang relawan yang masih berada di lokasi, Jumat.

Keluhan serupa disampaikan Awan Raman Ali, warga Desa Atu Payung. Ia mengaku sudah berulang kali menyampaikan kekhawatiran masyarakat kepada pihak berwenang. Namun, menurutnya, kunjungan sejumlah pejabat—mulai dari Bupati Aceh Tengah, perwakilan BNPB, Kapolres Aceh Tengah, hingga Ketua DPRK—belum menyentuh akar persoalan.

“Mereka datang, menyalurkan bantuan, lalu pergi. Tapi tidak ada solusi untuk ketakutan kami soal Bur Ni Kera,” ujar Awan.

Shalat tolak bala warga Atu Payung. 

Hingga kini, kondisi Desa Atu Payung masih serba terbatas. Aliran listrik belum menyala, sementara akses komunikasi hanya mengandalkan jaringan Starlink milik relawan. Jika relawan meninggalkan lokasi, warga terancam kembali terisolasi.

Akses jalan juga belum sepenuhnya pulih. Saat ini, jalur darat baru bisa dilalui hingga Kampung Jamur Konyel, Kecamatan Bintang. Selebihnya, medan masih sulit dilalui.

“Semoga doa kami sampai ke pejabat terkait. Kami di sini masih gelap, secara harfiah dan juga soal kepastian,” kata seorang warga.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

KKP Intensifkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasi Terkumpul Rp920 Juta

26 Agustus 2026 - 13:02 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Haji Fikri: Pengawasan Pemerintahan Adalah Kewajiban Wakil Rakyat, Pejabat Diminta Jangan Korupsi

25 Agustus 2026 - 18:58 WIB

FIFGROUP Perluas Manfaat Kampung Sehat melalui Sanitasi Layak dan Pencegahan Stunting

25 Agustus 2026 - 16:00 WIB

KPK Ungkap Fakta Baru Kasus Unsoed, Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt Rektor

25 Agustus 2026 - 15:23 WIB

Trending di PERISTIWA