Menu ✖

Mode Gelap
Kereta Regional Jadi Pilihan Perjalanan Antarkota, KAI Layani 5,57 Juta Pelanggan Estafet Kepemimpinan Garuda Indonesia, Menilik Kiprah Fadjar dan Glenny Mengawal Pemulihan Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026 Dukung MotoGP Mandalika 2026, ASDP Optimalkan 13 Kapal di Lintas Padangbai–Lembar Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

PERISTIWA

Atu Payung Masih Gelap, Warga Gelar Salat Tolak Bala di Tengah Ancaman Bencana

badge-check


 Atu Payung Masih Gelap, Warga Gelar Salat Tolak Bala di Tengah Ancaman Bencana Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Warga Desa Atu Payung, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, menggelar salat tolak bala di tengah situasi darurat pascabencana. Salat berjamaah itu dipimpin imam desa dan diikuti anak-anak serta tim relawan Posko Rakyat, sebagai ikhtiar spiritual sekaligus penguat mental warga yang masih hidup dalam ketidakpastian.

Salat tolak bala dilakukan sebagai bentuk doa agar tidak terjadi bencana susulan di wilayah mereka. Warga juga berharap kegiatan ini menjadi pengingat akan kuasa Allah SWT, di tengah keterbatasan bantuan dan belum adanya kejelasan penanganan lanjutan dari pemerintah.

Kekhawatiran utama warga tertuju pada Bur (Gunung) Ni Kera, yang hingga kini masih dianggap berpotensi menimbulkan bencana susulan. Warga Desa Atu Payung dan Desa Serule mengaku terus hidup dalam kewaspadaan. Mereka mendesak agar pemerintah segera menurunkan tim ahli untuk memeriksa kondisi gunung tersebut.

Bercengkrama dengan gelap.

“Warga sangat cemas. Kami butuh kepastian, bukan hanya bantuan logistik,” kata salah seorang relawan yang masih berada di lokasi, Jumat.

Keluhan serupa disampaikan Awan Raman Ali, warga Desa Atu Payung. Ia mengaku sudah berulang kali menyampaikan kekhawatiran masyarakat kepada pihak berwenang. Namun, menurutnya, kunjungan sejumlah pejabat—mulai dari Bupati Aceh Tengah, perwakilan BNPB, Kapolres Aceh Tengah, hingga Ketua DPRK—belum menyentuh akar persoalan.

“Mereka datang, menyalurkan bantuan, lalu pergi. Tapi tidak ada solusi untuk ketakutan kami soal Bur Ni Kera,” ujar Awan.

Shalat tolak bala warga Atu Payung. 

Hingga kini, kondisi Desa Atu Payung masih serba terbatas. Aliran listrik belum menyala, sementara akses komunikasi hanya mengandalkan jaringan Starlink milik relawan. Jika relawan meninggalkan lokasi, warga terancam kembali terisolasi.

Akses jalan juga belum sepenuhnya pulih. Saat ini, jalur darat baru bisa dilalui hingga Kampung Jamur Konyel, Kecamatan Bintang. Selebihnya, medan masih sulit dilalui.

“Semoga doa kami sampai ke pejabat terkait. Kami di sini masih gelap, secara harfiah dan juga soal kepastian,” kata seorang warga.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Executive Director 4 Pelindo Paparkan Peran Hukum dalam Bisnis BUMN di FH Unhas

11 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Kenalkan Energi Masa Depan, DAMRI Hadirkan Bus H2 DDF di Hydrogen Day 2026

11 Oktober 2026 - 19:43 WIB

Mardani Ali Sera Ungkap Komunikasi Antarfraksi DPR, Wacana Pansus dan Hak Angket Gibran Mengemuka

11 Oktober 2026 - 15:26 WIB

​Putra Aceh Dr. (Cand) Khaidir Abdurrahman Jalani Upacara Dipeusijuek Sebagai Anggota BPK RI

11 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Pompa Air Sempat Gangguan, Fasilitas Toilet dan Musala Stasiun Jatinegara Kembali Normal

11 Oktober 2026 - 11:51 WIB

Demokrat Belum Bersikap Soal Pemakzulan Gibran, Soliditas Koalisi Prabowo Jadi Sorotan

11 Oktober 2026 - 10:45 WIB

Endatoe Foundation Gelar Webinar “Career Abroad”: Buka Jalan Pemuda-Pemudi Aceh Menjadi Tenaga Medis di Jerman

11 Oktober 2026 - 08:44 WIB

PTP Nonpetikemas Dorong Generasi Muda Perluas Wawasan dan Raih Cita-Cita

11 Oktober 2026 - 00:42 WIB

Hadir di Multifinance Day 2026, ACC Dukung Inklusi Keuangan OJK

11 Oktober 2026 - 00:29 WIB

KAI Umumkan Tanu & Friends Karya Muhamad Erwin Ramadhan sebagai Juara IP Contest 2026

10 Oktober 2026 - 23:11 WIB

Trending di PERON