Menu

Mode Gelap
Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

PERISTIWA

Atu Payung Masih Gelap, Warga Gelar Salat Tolak Bala di Tengah Ancaman Bencana

badge-check


 Atu Payung Masih Gelap, Warga Gelar Salat Tolak Bala di Tengah Ancaman Bencana Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH — Warga Desa Atu Payung, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, menggelar salat tolak bala di tengah situasi darurat pascabencana. Salat berjamaah itu dipimpin imam desa dan diikuti anak-anak serta tim relawan Posko Rakyat, sebagai ikhtiar spiritual sekaligus penguat mental warga yang masih hidup dalam ketidakpastian.

Salat tolak bala dilakukan sebagai bentuk doa agar tidak terjadi bencana susulan di wilayah mereka. Warga juga berharap kegiatan ini menjadi pengingat akan kuasa Allah SWT, di tengah keterbatasan bantuan dan belum adanya kejelasan penanganan lanjutan dari pemerintah.

Kekhawatiran utama warga tertuju pada Bur (Gunung) Ni Kera, yang hingga kini masih dianggap berpotensi menimbulkan bencana susulan. Warga Desa Atu Payung dan Desa Serule mengaku terus hidup dalam kewaspadaan. Mereka mendesak agar pemerintah segera menurunkan tim ahli untuk memeriksa kondisi gunung tersebut.

Bercengkrama dengan gelap.

“Warga sangat cemas. Kami butuh kepastian, bukan hanya bantuan logistik,” kata salah seorang relawan yang masih berada di lokasi, Jumat.

Keluhan serupa disampaikan Awan Raman Ali, warga Desa Atu Payung. Ia mengaku sudah berulang kali menyampaikan kekhawatiran masyarakat kepada pihak berwenang. Namun, menurutnya, kunjungan sejumlah pejabat—mulai dari Bupati Aceh Tengah, perwakilan BNPB, Kapolres Aceh Tengah, hingga Ketua DPRK—belum menyentuh akar persoalan.

“Mereka datang, menyalurkan bantuan, lalu pergi. Tapi tidak ada solusi untuk ketakutan kami soal Bur Ni Kera,” ujar Awan.

Shalat tolak bala warga Atu Payung. 

Hingga kini, kondisi Desa Atu Payung masih serba terbatas. Aliran listrik belum menyala, sementara akses komunikasi hanya mengandalkan jaringan Starlink milik relawan. Jika relawan meninggalkan lokasi, warga terancam kembali terisolasi.

Akses jalan juga belum sepenuhnya pulih. Saat ini, jalur darat baru bisa dilalui hingga Kampung Jamur Konyel, Kecamatan Bintang. Selebihnya, medan masih sulit dilalui.

“Semoga doa kami sampai ke pejabat terkait. Kami di sini masih gelap, secara harfiah dan juga soal kepastian,” kata seorang warga.*** (Jasa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi

8 Juli 2026 - 15:02 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

Trending di ANJUNGAN