Menu

Mode Gelap
Perluas Pencarian Penumpang KM Virgo Transport 8, Ditjen Hubla Kerahkan KN. Grantin P. 211 Ditjen Hubdat Luncurkan Aplikasi SUMBA di Hari Perhubungan Nasional Terbang Bersama Garuda, Kini Ada Lebih dari 100 Konten Tayangan Hiburan Baru Tarif Rp3.000, Kereta Petani dan Pedagang KAI Telah Layani 43.780 Pelanggan KAI Operasikan 113 PLTS di 92 Lokasi, Total Kapasitas Capai 4,43 MWp Peringati Harhubnas, Menhub Dudy: Harus jadi Momentum Evaluasi dan Perbarui Komitmen

BANDARA

Bahas Transformasi Bandara Indonesia, PTE Asia 2026 Hadirkan InJourney

badge-check


 Slaah satu Bandara di dunia Perbesar

Slaah satu Bandara di dunia

Wartatrans.com, SINGAPURA – Ajang perdana Passenger Terminal Expo Asia (PTE Asia) yang merupakan pergelaran regional terbaru dari Passenger Terminal Expo (PTE World), bakal digelar Marina Bay Sands, Singapura, 23-24 September 2026.

Sebuah pameran dan konferensi bandara berskala internasional terkemuka di dunia ini, akan menghadirkan InJourney untuk bahas dan memaparkan fase transformasi bandara di Indonesia.

PTE World akan mempertemukan lebih dari 3.500 profesional baik itu para eksekutif bandara, otoritas penerbangan, maskapai penerbangan, arsitek, penyedia teknologi, dan spesialis infrastruktur untuk mengeksplorasi masa depan operasional bandara dan pengalaman penumpang di seluruh kawasan Asia-Pasifik dan Timur Tengah.

“Kehadiran delegasi InJourney ini akan membawa perspektif pasar aviasi Indonesia ke dalam percakapan industri tingkat Asia-Pasifik (APAC), dengan fokus bahasan pada peningkatan pengalaman penumpang, optimalisasi pendapatan non-aeronautika, serta penerapan teknologi bandara secara praktis,” tutur Direktur Acara PTE Asia, Dominic Pinfold, Kamis (17/9/2026).

Executive Vice President Corporate Planning and Transformation InJourney Erlangga Aekukula Renggana dijadwalkan tampil dalam Executive Panel Discussion: Redefining Passenger Experience Across APAC – Insights from Leading Airports.

Ia akan membahas bagaimana perubahan ekspektasi penumpang memengaruhi perjalanan di dalam terminal, terutama di Indonesia yang menjadikan bandara sebagai pendukung konektivitas domestik sekaligus gerbang utama pariwisata internasional.

Pada sesi terpisah, Aprizal, Non-Aero Commercial Group Head InJourney Airports, akan menyoroti potensi komersial terminal melalui sesi Terminal as Destination: Indonesia’s Non-Aero Revenue Transformation.

Sesi ini akan mengupas pemanfaatan ritel, kuliner, dan layanan non-aeronautika untuk memperkuat identitas lokal sekaligus meningkatkan pengalaman para pelancong.

Sementara itu, Ferry Kusnowo, Director of Strategic Planning and ICT InJourney, akan bergabung dalam panel Fixing Airport Pain Points Once and For All.

Adapun diskusi ini berfokus pada pergeseran dari sekadar ambisi transformasi digital ke arah penerapan teknologi yang memberikan dampak operasional terukur guna menyelesaikan kendala di bandara.

Dominic mengemukakan, kawasan Asia tengah mendefinisikan era baru penerbangan dunia. Menurutnya, keputusan investasi terkait kapasitas bandara dan infrastruktur digital saat ini akan membentuk cara miliaran orang bepergian pada dekade mendatang.

“PTE Asia digagas untuk mempertemukan para pemimpin bandara, pembuat kebijakan, dan inovator teknologi yang bertanggung jawab atas transformasi tersebut. Di tengah gelombang investasi besar di Asia-Pasifik dan Timur Tengah, kolaborasi menjadi semakin penting,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Airports Council International (ACI), investasi baru senilai USD240 miliar di sektor bandara diproyeksikan akan menciptakan kapasitas tambahan bagi 1,24 miliar penumpang.

Hal itu sejalan dengan perkiraan peningkatan lalu lintas penumpang sebesar 4,8 persen per tahun di Asia pada periode 2025–2028.

Pada 2053, bandara di kawasan Asia dan Timur Tengah diperkirakan akan melayani hampir 11 miliar penumpang per tahun, atau hampir tiga kali lipat dari saat ini.

Hal ini sekaligus meneguhkan Asia sebagai motor utama pertumbuhan aviasi global.

Ekspansi besar-besaran untuk merespons pertumbuhan tersebut telah mengubah wajah infrastruktur bandara di seluruh kawasan.

Singapura saat ini tengah membangun Terminal 5 Bandara Changi, bagian dari proyek Changi East, yang akan mendongkrak kapasitas dari 90 juta menjadi lebih dari 140 juta penumpang per tahun.

Perkembangan serupa juga terjadi di negara Asia Tenggara lainnya. Vietnam saat ini sedang membangun Bandara Internasional Long Thanh, dan Thailand terus memperluas gerbang penerbangan internasionalnya.

Sementara itu, Indonesia secara konsisten terus melakukan modernisasi Bandara Internasional Soekarno-Hatta guna meningkatkan kapasitas dan layanannya. (omy)

 

Baca Lainnya

Terbang Bersama Garuda, Kini Ada Lebih dari 100 Konten Tayangan Hiburan Baru

17 September 2026 - 15:08 WIB

Peringati Harhubnas, Menhub Dudy: Harus jadi Momentum Evaluasi dan Perbarui Komitmen

17 September 2026 - 13:54 WIB

Penutupan Bandara Wunopito NTT Berlanjut hingga 18 September 2026

17 September 2026 - 10:06 WIB

Hosting Fee MotoGP Mandalika 2026 Senilai Rp265,8 Miliar

17 September 2026 - 08:22 WIB

Indonesia dan FAO Perkuat Kerja Sama Akuakultur untuk Ketahanan Pangan

17 September 2026 - 07:35 WIB

Pelindo Solusi Digital Memasuki Babak Baru sebagai Penggerak Integrasi Ekosistem Maritim

16 September 2026 - 22:41 WIB

Pelindo Luncurkan Onshore Power Supply Kapasitas 500 kVA di Tanjung Priok

16 September 2026 - 20:47 WIB

RSI – USU Dorong Penguatan Kelembagaan Petani Sawit

16 September 2026 - 14:33 WIB

Laba Bersih PJM Grup Melonjak Hampir Dua kali Lipat, Tumbuh 99,43% Sepanjang Januari-Agustus 2026

16 September 2026 - 08:21 WIB

Gandeng Boeing, AirNav Siapkan Solusi untuk Bandara Tanpa Taxiway Paralel

16 September 2026 - 06:44 WIB

Trending di BANDARA