Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang selama beberapa hari terakhir menyebabkan akses menuju wilayah Aceh terputus.
Genangan banjir dan sejumlah titik longsor membuat ribuan warga masih terisolir hingga Ahad (30/11/2025).

Meski air perlahan surut dan bantuan mulai berdatangan, banyak keluarga di luar daerah mengaku cemas karena belum mendapat kabar dari kerabat mereka.
Bencana kali ini disebut warga sebagai yang terbesar dan terparah dalam beberapa tahun terakhir. Gangguan jaringan komunikasi serta akses jalan yang tertutup menyebabkan banyak keluarga tidak dapat berhubungan dengan sanak saudara mereka di daerah terdampak.
Salah satu warga, Terry, mengaku tidak lagi bisa menghubungi keluarganya sejak Rabu. Ia khawatir keselamatan keluarganya, meski rumah mereka berada di dataran tinggi.
“Sudah lama gak tau kabar mereka ni, kami khawatir. Banyak video-video dari media sosial juga enggak tau entah update atau di mana gak tau,” ujarnya.
Terry juga menambahkan bahwa meski rumah keluarganya relatif aman dari genangan banjir, ia tetap cemas dengan potensi longsor yang disebut warga semakin meluas di beberapa titik.
Lost kontak keluarga bukan hanya dialami oleh Terry, banyak warga Aceh Tamiang yang berada di luar daerah terus mencoba mencari tahu informasi keluarga mereka. Beberapa wilayah di Tamiang terdapat sinyal internet dengan menggunakan wifi satelit, namun itu terbatas mengingat wilayah itu juga jauh dari wilayah lain yang masih terisolir.
Juli salah satu warga sudah mencoba menembus Aceh untuk menemui keluarganya yang tidak ada kabar sejak kejadian banjir menerjang. Dia terus mencari informasi dari orang-orang terdekat namun tidak mendapatkan kabar yang diinginkan. Dia juga mencoba menembus bencana langsung untuk menemui keluarganya, namun tidak bisa juga dilakukan. “Masih dalam airnya di Semadam, gak bisa masuk kita,” kata Juli.
Warga Aceh di luar daerah banyak mendapatkan video atau foto dari pesan berantai aplikasi chat, mereka tidak mengetahui pasti tentang sanak keluarga. Banyak yang khawatir, cemas hingga pasrah.
Hingga saat ini warga terdampak dan juga keluarga di luar Aceh terus mengupayakan komunikasi dan berharap pemerintah turun cepat langsung membantu warga terdampak banjir.
Hingga Ahad sore, tidak ada informasi mengenai korban banjir di Kabupaten paling ujung dengan Sumatra Utara ini. (****)









