Menu

Mode Gelap
Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Prabowo Targetkan Bangun 30-50 Pabrik Etanol, Dorong Implementasi BBM E20 KAI: 61 Persen Aktivitas Penumpang Kereta Api Terjadi di Luar 10 Stasiun Terpadat Sambangi Masjid dan Warga Cileungsi Kidul Bogor, Jumat Berkah Wartawan Didoakan Supaya Terus Berbagi Dari Balik Drum ke Layar Kaca, Dica Melo Makin Bersinar Lewat Sinetron Indosiar Piala AFF 2026 Masuk YouTube, Reza Arap Picu Awal Revolusi Bisnis Hak Siar Olahraga ?

PERISTIWA

Banjir Putuskan Akses Aceh Tamiang, Warga Masih Terisolir

badge-check


 Banjir Putuskan Akses Aceh Tamiang, Warga Masih Terisolir Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang selama beberapa hari terakhir menyebabkan akses menuju wilayah Aceh terputus.

Genangan banjir dan sejumlah titik longsor membuat ribuan warga masih terisolir hingga Ahad (30/11/2025).

Meski air perlahan surut dan bantuan mulai berdatangan, banyak keluarga di luar daerah mengaku cemas karena belum mendapat kabar dari kerabat mereka.

Bencana kali ini disebut warga sebagai yang terbesar dan terparah dalam beberapa tahun terakhir. Gangguan jaringan komunikasi serta akses jalan yang tertutup menyebabkan banyak keluarga tidak dapat berhubungan dengan sanak saudara mereka di daerah terdampak.

Salah satu warga, Terry, mengaku tidak lagi bisa menghubungi keluarganya sejak Rabu. Ia khawatir keselamatan keluarganya, meski rumah mereka berada di dataran tinggi.

“Sudah lama gak tau kabar mereka ni, kami khawatir. Banyak video-video dari media sosial juga enggak tau entah update atau di mana gak tau,” ujarnya.

Terry juga menambahkan bahwa meski rumah keluarganya relatif aman dari genangan banjir, ia tetap cemas dengan potensi longsor yang disebut warga semakin meluas di beberapa titik.

Lost kontak keluarga bukan hanya dialami oleh Terry, banyak warga Aceh Tamiang yang berada di luar daerah terus mencoba mencari tahu informasi keluarga mereka. Beberapa wilayah di Tamiang terdapat sinyal internet dengan menggunakan wifi satelit, namun itu terbatas mengingat wilayah itu juga jauh dari wilayah lain yang masih terisolir.

Juli salah satu warga sudah mencoba menembus Aceh untuk menemui keluarganya yang tidak ada kabar sejak kejadian banjir menerjang. Dia terus mencari informasi dari orang-orang terdekat namun tidak mendapatkan kabar yang diinginkan. Dia juga mencoba menembus bencana langsung untuk menemui keluarganya, namun tidak bisa juga dilakukan. “Masih dalam airnya di Semadam, gak bisa masuk kita,” kata Juli.

Warga Aceh di luar daerah banyak mendapatkan video atau foto dari pesan berantai aplikasi chat, mereka tidak mengetahui pasti tentang sanak keluarga. Banyak yang khawatir, cemas hingga pasrah.

Hingga saat ini warga terdampak dan juga keluarga di luar Aceh terus mengupayakan komunikasi dan berharap pemerintah turun cepat langsung membantu warga terdampak banjir.

Hingga Ahad sore, tidak ada informasi mengenai korban banjir di Kabupaten paling ujung dengan Sumatra Utara ini. (****)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Febrie Adriansyah Jadi Tersangka, Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum

17 Juli 2026 - 22:43 WIB

Kecelakaan Beruntun 9 kendaraan di Sibolangit, Tewaskan Empat Orang

17 Juli 2026 - 17:26 WIB

Akhirnya, Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus

11 Juli 2026 - 07:53 WIB

Febrie Setelah Digeledah Tegaskan Tidak Mundur, Penanganan Kasus Asabri hingga MBG Tetap Berjalan

10 Juli 2026 - 18:07 WIB

KKP Segel Budidaya Arwana di Pekanbaru, Ratusan Ikan Dilindungi Tak Berizin

9 Juli 2026 - 17:16 WIB

Warga Griya Alam Sentul Keberatan Rencana Pembangunan KDMP di Lahan Fasos/Fasum

30 Juni 2026 - 12:37 WIB

Truk Tabrak Sejumlah Motor di Simpang Unisma Bekasi, Satu Orang Tewas

29 Juni 2026 - 14:41 WIB

Kadis Perpustakaan dan Kearsipan Aceh Tengah Tolak Judul Film “Malahayati: Pasukan 1000 Janda”

29 Juni 2026 - 11:47 WIB

Festival Santri Meuseuraya II Tahun 2026 Resmi Ditutup

29 Juni 2026 - 07:16 WIB

Ada Ketegangan di Tananahu, PTPN I Kedepankan Dialog Damai

25 Juni 2026 - 14:10 WIB

Trending di EKOBIS