Menu

Mode Gelap
Holding Kawasan Industri BUMN Perlu Diperkuat dengan Logistics Park dan Integrasi Multimoda KAI Layani 1,4 Juta Pelanggan Selama Libur Panjang Iduladha dan Hari Lahir Pancasila ASDP Sukses Layani Mobilitas 804.195 Penumpang di Libur Panjang Idul Adha dan Hari Kesaktian Pancasila Libur Panjang Idul Adha, Waisak, dan Hari Lahir Pancasila, KAI Daop 1 Jakarta Layani Lebih dari 588 Ribu Penumpang KAJJ Libur Panjang, Stasiun Bogor dan Jakarta Kota Jadi Tujuan Favorit Wisatawan Pengguna Commuter Line Dinas Kebudayaan DKI Jakarta Sambut Positif Rencana Pameran “Ja Kartun” dalam Rangka HUT Jakarta

PERISTIWA

Banjir Putuskan Akses Aceh Tamiang, Warga Masih Terisolir

badge-check


 Banjir Putuskan Akses Aceh Tamiang, Warga Masih Terisolir Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Tamiang selama beberapa hari terakhir menyebabkan akses menuju wilayah Aceh terputus.

Genangan banjir dan sejumlah titik longsor membuat ribuan warga masih terisolir hingga Ahad (30/11/2025).

Meski air perlahan surut dan bantuan mulai berdatangan, banyak keluarga di luar daerah mengaku cemas karena belum mendapat kabar dari kerabat mereka.

Bencana kali ini disebut warga sebagai yang terbesar dan terparah dalam beberapa tahun terakhir. Gangguan jaringan komunikasi serta akses jalan yang tertutup menyebabkan banyak keluarga tidak dapat berhubungan dengan sanak saudara mereka di daerah terdampak.

Salah satu warga, Terry, mengaku tidak lagi bisa menghubungi keluarganya sejak Rabu. Ia khawatir keselamatan keluarganya, meski rumah mereka berada di dataran tinggi.

“Sudah lama gak tau kabar mereka ni, kami khawatir. Banyak video-video dari media sosial juga enggak tau entah update atau di mana gak tau,” ujarnya.

Terry juga menambahkan bahwa meski rumah keluarganya relatif aman dari genangan banjir, ia tetap cemas dengan potensi longsor yang disebut warga semakin meluas di beberapa titik.

Lost kontak keluarga bukan hanya dialami oleh Terry, banyak warga Aceh Tamiang yang berada di luar daerah terus mencoba mencari tahu informasi keluarga mereka. Beberapa wilayah di Tamiang terdapat sinyal internet dengan menggunakan wifi satelit, namun itu terbatas mengingat wilayah itu juga jauh dari wilayah lain yang masih terisolir.

Juli salah satu warga sudah mencoba menembus Aceh untuk menemui keluarganya yang tidak ada kabar sejak kejadian banjir menerjang. Dia terus mencari informasi dari orang-orang terdekat namun tidak mendapatkan kabar yang diinginkan. Dia juga mencoba menembus bencana langsung untuk menemui keluarganya, namun tidak bisa juga dilakukan. “Masih dalam airnya di Semadam, gak bisa masuk kita,” kata Juli.

Warga Aceh di luar daerah banyak mendapatkan video atau foto dari pesan berantai aplikasi chat, mereka tidak mengetahui pasti tentang sanak keluarga. Banyak yang khawatir, cemas hingga pasrah.

Hingga saat ini warga terdampak dan juga keluarga di luar Aceh terus mengupayakan komunikasi dan berharap pemerintah turun cepat langsung membantu warga terdampak banjir.

Hingga Ahad sore, tidak ada informasi mengenai korban banjir di Kabupaten paling ujung dengan Sumatra Utara ini. (****)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Reuni Aktivis Seni Bulungan: Temu Kangen, Mengenang Sahabat, dan Merawat Persaudaraan

31 Mei 2026 - 13:55 WIB

Artis Erna Santoso dan Penyair Halimah Munawir Berbagi Kebahagiaan Idul Adha di Kampung Nelayan

29 Mei 2026 - 08:40 WIB

Nobar “Pesta Babi” di Tengah Gerimis, Ruang Refleksi Kemanusiaan di Temas River Park

24 Mei 2026 - 00:17 WIB

BPDAS Krueng Aceh Salurkan 2.500 Bibit untuk Pemulihan Ekonomi Korban Banjir Bandang Aceh Utara

23 Mei 2026 - 12:29 WIB

Siswa SMK Plus Pelita Nusantara Kunjungi @america, Dapat Wawasan Baru Tentang Studi di Amerika

22 Mei 2026 - 10:04 WIB

Pengeboran Gas Terbakar di Blang Rubek Buket Seuntang, Warga Aceh Utara Heboh

22 Mei 2026 - 09:15 WIB

“Pesta Babi” Diputar di Cilangkap, Diskusi Mengalir dari Papua hingga Kolonialisme Modern

21 Mei 2026 - 12:37 WIB

KPLP Sigap Evakuasi 28 Penumpang KMP Mutiara Persada III Akibat Gangguan Mesin di Selat Sunda

18 Mei 2026 - 09:30 WIB

Pendidikan Karakter Berbasis Bahasa Ibu (Refleksi atas Kasus Kekerasan di Daycare dan Krisis Pengasuhan Anak)

17 Mei 2026 - 21:57 WIB

Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI Kalbar Menuai Polemik

14 Mei 2026 - 17:52 WIB

Trending di PERISTIWA