Menu

Mode Gelap
Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat Pelayanan & Pengamanan Penumpang Kapal Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke KAI Daop 7 Madiun Ganti Rangkaian Bangunkarta dan Singasari dengan Stainless Steel New Generation mulai 15 April KAI Layani 4,65 Juta Pelanggan PSO pada Triwulan I 2026, Naik 13,91 Persen Liburan Hemat dari Jakarta ke Purwakarta Mulai Rp8.000, Perjalanan Singkat dengan KRL dan KA Lokal ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka, Tetap Jaga Kelancaran Layanan Operasional

RAGAM

“Bincang Siapa Aku” Awali 2026, Ruang Jujur untuk Mendengar dan Didengar

badge-check


 “Bincang Siapa Aku” Awali 2026, Ruang Jujur untuk Mendengar dan Didengar Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Forum Diskusi Bincang Siapa Aku mengawali perjalanannya di tahun 2026 melalui pertemuan perdana yang digelar pada Jumat malam lalu – (23/01/2026) di Ruang Darmin Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Acara berlangsung dalam suasana santai dan setara, forum ini menjadi ruang berbagi perjalanan hidup sekaligus proses mengenal diri bagi para peserta yang hadir.

Alih-alih diskusi tematik atau debat gagasan, Bincang Siapa Aku menempatkan kejujuran personal sebagai pusat pertemuan. Setiap orang dipersilakan berbicara apa adanya—tanpa tuntutan kesimpulan, tanpa keharusan sepakat.

Ridho, salah satu penggagas menilai forum ini sebagai ruang langka.

“Tidak banyak tempat yang benar-benar memberi kita kesempatan bicara tanpa harus terlihat pintar atau kuat. Di sini, kita merasa cukup menjadi diri sendiri,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Dino Musica. Menurutnya, kekuatan forum ini justru terletak pada praktik mendengarkan. “Kita terbiasa ingin didengar, tapi jarang belajar mendengar. Di forum ini, mendengar orang lain justru membuka pintu untuk memahami diri sendiri,” kata Dino.

Saifuddin melihat Bincang Siapa Aku sebagai proses kolektif yang tetap bersifat personal. “Tidak ada jawaban bersama. Setiap orang pulang membawa maknanya sendiri. Itu yang membuat pertemuan ini terasa jujur,” ujarnya.

Sementara itu, Elias menekankan pentingnya keberlanjutan forum. Ia berharap pertemuan rutin setiap Jumat malam dapat menjadi ruang aman yang konsisten. “Mengenal diri bukan proses sekali datang. Ia butuh waktu, keberanian, dan ruang yang tidak menghakimi,” kata Elias.

Fais menambahkan, forum ini tidak dimaksudkan sebagai terapi atau kelas pengembangan diri. “Ini lebih seperti perjalanan bersama. Kita berbagi cerita, lalu masing-masing bertanggung jawab atas proses mengenal dirinya sendiri,” ujarnya.

Dengan format sederhana dan suasana nonformal, Bincang Siapa Aku diproyeksikan menjadi ruang refleksi berkelanjutan—tempat orang-orang belajar bicara jujur, mendengar dengan utuh, dan pelan-pelan memahami siapa dirinya.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat

12 April 2026 - 20:48 WIB

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Begini Skema Kebijakan Penerapan WFH bagi ASN Kemenhub

10 April 2026 - 08:52 WIB

Scoot Perluas Jangkauan di Indonesia, Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak

10 April 2026 - 06:50 WIB

Presiden Prabowo Mengaku Tengah Membentuk Perusahaan Sedan Listrik 

9 April 2026 - 18:04 WIB

Trending di JALUR