Menu

Mode Gelap
KAI Lanjutkan Pendampingan Korban Insiden Bekasi Timur, 17 Pelanggan Masih Dirawat Perkuat Standar Layanan dan Keselamatan Secara Berkelanjutan, DAMRI Tingkatkan Kompetensi Pengemudi di Berbagai Layanan Kemenhub Teken 2 Perjanjian Konsesi Strategis dengan PT Pelindo Dukung Kelancaran Logistik Wilayah, PTP Nonpetikemas Cabang Jambi Perkuat Peran ASDP Ramaikan Forum Inabuyer 2026, Dorong UMKM Naik Kelas Pojok Baca Edukasi Polsek Kalibaru: Menumbuhkan Minat Baca dan Kepedulian Gizi Anak Sejak Dini

RAGAM

Bupati Bogor Bersama Forkopimda Tinjau Lokasi Munculnya Asap di Area PT Aneka Tambang, Pastikan Tidak Ada Korban

badge-check


 Bupati Bogor Bersama Forkopimda Tinjau Lokasi Munculnya Asap di Area PT Aneka Tambang, Pastikan Tidak Ada Korban Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor meninjau langsung lokasi munculnya asap di area PT Aneka Tambang (Antam), Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada Rabu (14/1/26), menyusul beredarnya video di masyarakat yang menimbulkan berbagai spekulasi.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan resmi dari pihak PT Aneka Tambang, peristiwa munculnya asap terjadi pada pukul 00.30 WIB dini hari, dan pada jam tersebut tidak terdapat aktivitas operasional penambangan yang sedang berlangsung.

“Di Kabupaten Bogor, izin usaha pertambangan yang resmi hanya dimiliki oleh PT Aneka Tambang. Lokasi munculnya asap berada di dalam wilayah izin usaha pertambangan Antam. Setelah kami melakukan pengecekan langsung dan berkoordinasi bersama pimpinan PT Aneka Tambang, dipastikan tidak ada korban karyawan,” tegas Bupati Bogor.

Terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai adanya korban dalam jumlah besar, Bupati Bogor menegaskan informasi tersebut tidak benar. Isu yang berkembang disebabkan oleh kesalahpahaman penyebutan istilah level di area tambang.

“Yang benar adalah level 700, bukan korban 700 orang. Tidak ada karyawan yang terjebak atau menjadi korban. PT Aneka Tambang telah melakukan verifikasi dan memastikan bahwa saat kejadian tidak ada aktivitas penambangan,” jelasnya.

Dari hasil pemantauan di lokasi, diketahui bahwa pada saat kejadian kadar CO (karbon monoksida) sempat mencapai 1.200 ppm, namun menjelang sore hari telah turun menjadi sekitar 100 ppm. Adapun ambang batas aman berada di angka 25 ppm.

Pihak PT Aneka Tambang bersama instansi terkait akan kembali melakukan pengecekan dan verifikasi lanjutan setelah kadar gas benar-benar dinyatakan aman.*** (Moel)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JMSI Sulawesi Tengah Kecam Pernyataan Mantan Direktur RSUD Undata Yang Hina Jurnalis

6 Mei 2026 - 02:35 WIB

Kartunis Dorong Pameran “JAKARTUN” untuk HUT Jakarta ke-499

5 Mei 2026 - 13:46 WIB

Pase Raya Gelar Halal Bihalal, Pererat Warga Aceh Utara di Perantauan

5 Mei 2026 - 10:55 WIB

Massa Aksi Padati Gedung Gubernur Aceh, Tuntut Pencabutan Pergub JKA 2026

4 Mei 2026 - 23:46 WIB

Sinergi Pelindo Regional 4 – DPRD, Dorong Pengembangan Pelabuhan Sorong

4 Mei 2026 - 22:40 WIB

Soliditas Jadi Kunci Bertahan Forwan

4 Mei 2026 - 13:20 WIB

Neno Warisman Diharapkan Perkuat Dukungan Negara dalam Pencanangan Bulan Ismail Marzuki

4 Mei 2026 - 11:19 WIB

Musda Demokrat Sulteng Segera Dilaksanakan, Talitti Paluge : Kolaborasi Figur Baru Memperkuat Kerja kerja Partai

4 Mei 2026 - 09:36 WIB

May Day dan Hari Kebebasan Pers, Koalisi Jurnalis Sulteng Soroti Ancaman Kebebasan Pers

4 Mei 2026 - 09:03 WIB

Halimah Munawir Luncurkan Podcast, Ruang Baru untuk Gagasan Lintas Bidang

3 Mei 2026 - 22:48 WIB

Trending di RAGAM