Menu

Mode Gelap
InJourney Airports Fasilitasi Diklat Pekerja Migran Indonesia Terampil ke Jepang Pelatihan CTO Perkuat SDM Andal di Terminal Petikemas Berlian untuk Akselerasi Transformasi Polres Pelabuhan Tanjung Priok Gelar Halal Bihalal Bersama Potensi Masyarakat, Perkuat Sinergi dan Kamtibmas Libur Panjang April 2026, KAI Catat Penjualan Tiket Capai 617 Ribu Terima Kasih Pelanggan! KAI Sukses Layani 5 Juta Perjalanan Lebaran dengan Aman KAI Layani 5,08 Juta Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026, Naik 8,07 Persen

Uncategorized

Cabai Rawit, dan Ayam Naik, Pemerintah Pantau Harga Pangan di Bekasi

badge-check


 Cabai Rawit, dan Ayam Naik, Pemerintah Pantau Harga Pangan di Bekasi Perbesar

Wartatrans.com, BEKASI – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Kota Bekasi melakukan pemantauan stabilitas harga bahan pokok di Pasar Baru Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (4/2/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali menjelang perayaan Imlek dan bulan suci Ramadan.

Dalam pemantauan tersebut, jajaran pemerintah pusat dan daerah turun langsung ke lapangan dengan menyusuri pasar serta menanyakan harga berbagai komoditas kepada pedagang. Komoditas yang dipantau antara lain beras, minyak goreng, daging, ayam, telur, cabai, serta bawang merah dan bawang putih.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Bekasi, Ika Indah Yarti, mengatakan pemantauan dilakukan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Kementerian Perdagangan untuk melihat langsung kondisi harga di tingkat pedagang.

“Jadi kami itu dinas ketahanan pangan dan Kementerian Perdagangan sama-sama mengecek kestabilan harga. Alhamdulillah hari ini sudah kita lakukan, dan sebelumnya juga selalu dilakukan. Memang ada yang turun, ada yang naik, dan ada juga yang stabil,” ujar Ika.

Ia menyebutkan, sejumlah komoditas terpantau mengalami kenaikan meski masih dalam batas wajar. Salah satunya adalah daging yang harganya belum sepenuhnya turun, serta cabai rawit yang mengalami kenaikan paling terasa dibandingkan komoditas lainnya.

“Cabai rawit itu yang menurut saya paling terasa naik. Kalau yang lainnya relatif stabil, seperti bawang merah dan bawang putih sampai hari ini masih stabil,” katanya.

Ika berharap kenaikan harga tidak berlanjut agar daya beli masyarakat tetap terjaga, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan pada momen hari besar keagamaan. Ia juga menyoroti pasokan minyak goreng dan beras SPHP yang masih menjadi perhatian.

“Harapannya masyarakat masih bisa menjaga daya beli. Untuk minyak, ada permintaan pasokan karena kita tidak punya minyak curah. Termasuk beras SPHP, mudah-mudahan dari Bulog bisa memenuhi kebutuhan yang diinginkan pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten Deputi Stabilisasi Harga Pangan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI, Mohamad Siradj Parwito, menyampaikan bahwa secara umum harga pangan masih relatif stabil meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas.

“Kalau kami pantau tadi, harga-harga secara umum masih relatif stabil. Ada kenaikan Rp1.000 sampai Rp2.000 di beberapa komoditas,” kata Siradj.

Ia merinci, harga cabai rawit merah naik dari sekitar Rp70.000 menjadi Rp80.000 per kilogram. Harga ayam naik dari Rp55.000 menjadi Rp60.000 per kilogram, sedangkan telur ayam naik dari Rp27.500 menjadi Rp28.000 per kilogram.

“Untuk beras SPHP relatif tidak naik, harganya normal di kisaran Rp62.500, bahkan ada yang menjual Rp60.000. Hanya saja permintaannya memang tidak terlalu tinggi,” ujarnya.

Siradj menambahkan, pemerintah akan terus memantau potensi kenaikan harga dan melakukan langkah antisipasi melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

“Kami melihat sampai sejauh mana kenaikan harga. Kalau kami antisipasi akan naik, biasanya kami lakukan rapat koordinasi terbatas oleh koordinator,” katanya.

Di sisi lain, Kepala Bidang Ketersediaan dan Distribusi Pangan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Bekasi, Tati Hartati, menjelaskan bahwa Kota Bekasi merupakan daerah konsumsi yang bergantung pada pasokan dari wilayah sekitar Jawa Barat.

“Kota Bekasi bukan daerah produksi, sehingga pasokan masih bergantung pada kota dan kabupaten di sekitar Jawa Barat,” ujarnya.

Meski demikian, Pemkot Bekasi terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga ketersediaan pangan, salah satunya melalui pembinaan kelompok tani.

“Kami melakukan pembinaan kepada kelompok tani, baik petani cabai, bawang, tomat, hingga jagung. Hari ini juga ada penjualan panen cabai dari Kabupaten Jatisampurna,” kata Tati.

Menurutnya, karena keterbatasan lahan pertanian di wilayah perkotaan, kontribusi produksi lokal memang belum besar. Namun, kenaikan harga yang terjadi sejauh ini dinilai tidak terlalu signifikan.

“Karena Bekasi daerah konsumsi, kalaupun ada kenaikan biasanya tidak terlalu signifikan. Lahan pertanian kita juga sangat terbatas,” pungkasnya.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Polemik Toko Kue Gambang Semarang Kian Berkembang Liar, Owner Sesungguhnya Sulit Ditemui

3 April 2026 - 14:09 WIB

Akses Jalan Utama Takengon – Gayo Lues Putus, Jalan Alternatif Rusak Parah

3 April 2026 - 13:33 WIB

Komunitas Seni Kuflet Gelar Tur Literasi Sumatera di Jambi, Sasar Kampus hingga Komunitas

3 April 2026 - 05:36 WIB

ASN Pemkab Bogor Didorong Gunakan Transportasi Ramah Lingkungan, Dukung Efisiensi BBM

2 April 2026 - 16:12 WIB

Di Galery Ruang Darmin, Yahya TS Tegaskan Identitas Betawi Lewat Pameran “Betawie Punye Yahye”

2 April 2026 - 09:20 WIB

Rektor UIN Datokarama Sambut Kedatangan Dua Menteri di Palu

1 April 2026 - 08:46 WIB

Era Baru PKB Sulteng di Bawah Nakhoda Risharyudi Triwibowo, Optimistis Raih Kursi DPR RI

31 Maret 2026 - 21:14 WIB

Final Four Proliga 2026 Digelar April, Menjadikannya Arena ‘Perang’ 8 Tim Elite Voli Indonesia 

31 Maret 2026 - 07:42 WIB

Jalin Keakraban, Obor Sastra Gelar Halal Bihalal Penyair dan Sastrawan

30 Maret 2026 - 19:38 WIB

Ahmadun: Buku Mesir Love Story di Bawah Langit Para Nabi Karya Halimah Munawir Menginspirasi

30 Maret 2026 - 18:58 WIB

Trending di PERISTIWA