Menu

Mode Gelap
Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api Gelar RUA 2026, Iperindo Bahas Order Pembangunan Kapal Baru Dalam Negeri masih Sepi Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324 “Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

RAGAM

Di Galery Ruang Darmin, Yahya TS Tegaskan Identitas Betawi Lewat Pameran “Betawie Punye Yahye”

badge-check


 Di Galery Ruang Darmin, Yahya TS Tegaskan Identitas Betawi Lewat Pameran “Betawie Punye Yahye” Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Seniman Yahya TS menghadirkan pameran tunggal bertajuk “Betawie Punye Yahye” yang menampilkan 13 karya lukisan dengan penekanan kuat pada identitas budaya Betawi. Pameran ini menjadi ruang eksplorasi sekaligus pernyataan artistik Yahya dalam membaca dinamika tradisi dan kehidupan urban yang akan berlangsung di Galery Ruang Darmin pada 4-15 April 2026.

Dalam karya-karyanya, Yahya TS mengangkat beragam elemen khas Betawi seperti kehidupan kampung, pertunjukan lenong, hingga ikon budaya seperti ondel-ondel. Semua itu diolah menjadi lanskap kultural yang hidup, menggambarkan masyarakat Betawi yang terus bergerak dan bertransformasi di tengah perkembangan kota.

“Secara visual, Yahya menghadirkan gaya yang lugas dan ekspresif melalui permainan warna yang berani,” ungkap Semut Prasidha, yang mengkuratori karya Yahya

Dalam pandangan Semut, Karya-karya Yahya dengan perpaduan hijau, kuning, biru, hingga merah menciptakan komposisi yang tampak riuh, namun tetap terstruktur. Warna-warna tersebut tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga menjadi simbol ingatan kolektif tentang karakter Betawi yang cair, jenaka, dan penuh energi.

“Figur-figur dalam lukisannya tampil sederhana namun menyimpan kritik sosial. Ia menampilkan paradoks antara tradisi yang tampak mapan dengan realitas yang terus berubah. Suasana pesta rakyat yang meriah kerap disandingkan dengan kerasnya kehidupan urban, menghadirkan narasi yang reflektif tanpa kehilangan nuansa ringan,” ungkap Semut lagi.

Selain itu, dimensi religius juga menjadi bagian penting dalam karya Yahya TS. Salah satu lukisannya yang menggambarkan Ka’bah tidak hanya dimaknai sebagai simbol spiritual umat Muslim, tetapi juga sebagai ruang kontemplasi pribadi. Dalam hal ini, nilai-nilai keimanan berpadu dengan identitas lokal, memperkaya tema yang diangkat.

Melalui pameran “Betawie Punye Yahye”, Yahya TS menegaskan posisinya di tengah ekosistem seni rupa yang semakin kompetitif. Ia menunjukkan bahwa akar tradisi dan keyakinan dapat menjadi fondasi estetik yang kuat, sekaligus relevan dengan perkembangan zaman.

Semut Prasidha yang juga membuat catatan dalam pameran lukisan Yahya kali ini menilai, bahwa pameran ini sebagai representasi otentik dari upaya merawat sekaligus mengembangkan identitas budaya dalam praktik seni kontemporer.*** (Gara)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Pelindo Solusi Digital Hadirkan Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Warga Sekitar Pelabuhan Tanjung Priok

27 Agustus 2026 - 05:45 WIB

Dukung Kebijakan Logistik Nasional, IPC TPK Paparkan Kinerja Operasional Real-Time kepada Bappenas RI

27 Agustus 2026 - 05:38 WIB

Semarak Kemerdekaan, Warga Griya Serpong Adu Kekompakan di Masak Gesss Episode 324

26 Agustus 2026 - 17:22 WIB

“Meradjoet Sendja” Hadirkan Orkestrasi Kebangsaan, Satukan Seni, Sejarah dan Kepedulian Sosial

26 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Pemprov Jateng Antisipasi Banyak Warganya Yang Ingin Menggeruduk Gedung DPR RI

26 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Haji Fikri Serap Aspirasi Warga Ciomas, Soroti Banjir, Longsor, dan Kerusakan Infrastruktur

26 Agustus 2026 - 15:03 WIB

7Dunia Seandainya Engkau Tahu Single Raih Ratusan Ribu Views YouTube, Kini Tembus Puluhan Ribu Stream Spotify

26 Agustus 2026 - 13:48 WIB

Lomba Tahfiz Warnai Peringatan HUT RI dan Maulid Nabi di Sukadanau

26 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Tionghoa Indonesia dan Buku: Merawat Jejak Sejarah, Sastra, dan Budaya

26 Agustus 2026 - 08:16 WIB

Idang Meulapeh Warnai Maulid Nabi di Jakarta, Tradisi Nagan yang Pernah Raih Rekor Dunia

25 Agustus 2026 - 19:18 WIB

Trending di RAGAM