Menu

Mode Gelap
Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat Pelayanan & Pengamanan Penumpang Kapal Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke KAI Daop 7 Madiun Ganti Rangkaian Bangunkarta dan Singasari dengan Stainless Steel New Generation mulai 15 April KAI Layani 4,65 Juta Pelanggan PSO pada Triwulan I 2026, Naik 13,91 Persen Liburan Hemat dari Jakarta ke Purwakarta Mulai Rp8.000, Perjalanan Singkat dengan KRL dan KA Lokal ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka, Tetap Jaga Kelancaran Layanan Operasional

RAGAM

Catatan Halimah Munawir: Percakapan dan Persahabatan yang Menjembatani Bangsa

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Percakapan dan Persahabatan yang Menjembatani Bangsa Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Tetkadang persahabatan lahir bukan dari forum resmi atau agenda diplomatik yang kaku, melainkan dari peristiwa sederhana: sarapan pagi. Di ruang yang sama, dengan secangkir minuman hangat dan senyum yang saling menyapa, percakapan kecil tumbuh menjadi jalinan persahabatan lintas bangsa.
Begitulah yang terjadi di Cairo. Sapaan ringan—tentang asal-usul, tujuan perjalanan, dan aktivitas masing-masing—perlahan membuka dialog yang hangat. Dari percakapan itu, terungkap bahwa teman baru tersebut berasal dari India. Devi, seorang dokter kulit, hadir bersama suaminya yang berprofesi sebagai dokter anak. Percakapan mengalir alami, melampaui sekat profesi dan kebangsaan.

Ketika kami menyebut diri sebagai penulis yang tengah mendapat kesempatan berjumpa dan berdialog dengan para mahasiswa Indonesia yang aktif di Perpustakaan Mahasiswa Indonesia–Cairo, suasana kian akrab. Ada ketertarikan, ada rasa ingin tahu, dan ada penghargaan terhadap dunia literasi yang menjadi jembatan pertemuan berbagai latar belakang. Permintaan untuk berfoto pun hadir bukan sekadar sebagai dokumentasi, melainkan sebagai penanda perjumpaan yang bermakna.

Peristiwa kecil ini mengingatkan bahwa diplomasi budaya sering kali berlangsung secara sunyi, tanpa panggung besar. Ia hadir dalam percakapan sederhana, dalam saling dengar dan saling hormat. Di kota yang sarat sejarah seperti Cairo, perjumpaan lintas bangsa semacam ini menjadi bukti bahwa kemanusiaan selalu menemukan jalannya sendiri.

Semoga jalinan-jalinan kecil seperti ini terus tumbuh, memperkuat harmoni antarbangsa, dan menjadi bagian dari mozaik hubungan yang lebih luas—khususnya dalam merawat dan mempererat hubungan Indonesia dan Mesir, yang telah lama terikat oleh sejarah, pendidikan, dan kebudayaan.***

Kairo – 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat

12 April 2026 - 20:48 WIB

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Begini Skema Kebijakan Penerapan WFH bagi ASN Kemenhub

10 April 2026 - 08:52 WIB

Scoot Perluas Jangkauan di Indonesia, Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak

10 April 2026 - 06:50 WIB

Presiden Prabowo Mengaku Tengah Membentuk Perusahaan Sedan Listrik 

9 April 2026 - 18:04 WIB

Trending di JALUR