Menu

Mode Gelap
Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

RAGAM

Catatan Halimah Munawir: Pulang Tanpa Pemberitahuan

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: Pulang Tanpa Pemberitahuan Perbesar

Wartatrans.com, KOLOM — Sejak awal, manusia hidup dalam ilusi kepemilikan. Kita merasa memiliki umur, rencana, bahkan esok hari. Padahal hidup tak lebih dari kontrak sepihak—tanpa klausul perpanjangan—di bawah kuasa mutlak Pemilik langit dan bumi. Sekaya apa pun seseorang, sepanjang apa pun daftar pencapaiannya, usia tetap bukan wilayah ikhtiar. Ia adalah hak prerogatif Allah SWT, tertutup dari segala bentuk interupsi.

Dalam tradisi Islam, dikenal keyakinan tentang tanda-tanda menjelang ajal, bahkan disebut rentang seratus hari sebelum napas terlepas. Namun waktu tidak bekerja dengan cara yang bisa dibaca kalender manusia. Ia bergerak senyap. Tanda-tanda itu sering hadir tanpa disadari, terkubur di balik rutinitas, ambisi, dan rasa aman palsu yang kita rawat setiap hari.

Ayah saya wafat tanpa aba-aba. Saat itu saya masih anak sekolah dasar. Tubuhnya sehat. Petang itu ia baru selesai membaca Al-Qur’an. Tak ada firasat, tak ada percakapan pamit. Lalu segalanya runtuh dalam hitungan menit: muntah darah, tubuh terjatuh, kepanikan, dan sunyi yang tak bisa dijelaskan dengan bahasa apa pun. Kami menangis, tapi tangis tak pernah mengubah apa-apa. Kematian tidak bernegosiasi.

Hari ini, duka kembali datang—dua sekaligus—dari sahabat terdekat. Fatin Papyrus Hamama kehilangan adik kandung. Ibu Lely Martiwi kehilangan anak tercinta. Dua peristiwa yang menegaskan satu hal: kematian tidak tunduk pada nalar keadilan manusia. Ia tidak memilih berdasarkan usia, kesiapan, atau siapa yang “pantas” pergi lebih dulu. Ia hanya datang ketika waktunya tiba.

Yang paling menyakitkan dari kematian bukanlah kepastiannya, melainkan ketidakpeduliannya. Ia datang ketika doa baru dimulai, ketika rencana belum rampung, ketika cinta belum sempat diucapkan. Ia menutup kontrak hidup secara sepihak, lalu meninggalkan manusia sibuk mencari makna di tengah kehilangan.

Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga mereka yang berpulang hari ini menuju rumah keabadian dalam husnul khotimah. Dan bagi kita yang masih bernapas, barangkali duka ini bukan sekadar kabar sedih, melainkan peringatan paling jujur: bahwa hidup bukan soal berapa lama kita tinggal, melainkan bagaimana kita siap dipanggil—kapan pun kontrak itu diputuskan.***

Duren Sawit – 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi

8 Juli 2026 - 15:02 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

Trending di ANJUNGAN