Menu

Mode Gelap
Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

RAGAM

Catatan Halimah Munawir: What If dan Keimanan Masyitoh

badge-check


 Catatan Halimah Munawir: What If dan Keimanan Masyitoh Perbesar

Ketika Imajinasi Populer Bertemu Kisah Syahid Sepanjang Zaman

_______

Wartatrans.com, KOLOM — Drama pendek What If—serial komedi singkat produksi Dai Bang Studio—mendadak viral di berbagai platform streaming. Salah satu daya tarik utamanya adalah sosok bayi yang mampu berbicara layaknya orang dewasa. Di balik balutan humor dan absurditas, What If diam-diam memantik ingatan pada kisah klasik yang hidup dalam khazanah Islam: kisah Masyitoh, perempuan salehah di istana Fir’aun.

Masyitoh bukan tokoh sembarangan. Ia adalah perempuan biasa yang bekerja di istana megah Fir’aun sebagai penyisir rambut putri raja. Di balik pekerjaannya yang sederhana, ia menyimpan iman yang agung. Di tengah rezim kekuasaan yang memaksa manusia menyembah Fir’aun sebagai “tuhan”, Masyitoh memilih jalan sunyi: menyembah Allah Yang Maha Tinggi, sebagaimana ajaran Nabi Musa AS.

Keimanan itu lama tersembunyi, namun seperti pepatah lama: menyimpan durian, harumnya akan tetap tercium. Keteguhan iman Masyitoh akhirnya diketahui Fir’aun. Sang penguasa yang mengaku tuhan murka besar. Ia tak sekadar marah, tetapi ingin menjadikan Masyitoh contoh betapa mahalnya harga sebuah keyakinan.

Ancaman pun datang: kuali besar berisi air mendidih telah disiapkan. Pada saat genting itulah, Masyitoh menghadapi ujian yang tak terbayangkan—karena ia bukan hanya seorang hamba beriman, tetapi juga seorang ibu. Ia memiliki seorang bayi dalam gendongannya.

Di titik inilah kisah Masyitoh mencapai puncak spiritualnya. Bayi yang digendongnya—atas kehendak Allah—berbicara. Ia meneguhkan hati sang ibu agar tidak gentar menghadapi ancaman Fir’aun, sebab apa yang menantinya bukanlah kebinasaan, melainkan kemuliaan di sisi Tuhan. Suara bayi itu menjadi saksi bahwa iman sejati kerap hadir dalam bentuk yang tak masuk akal bagi logika kekuasaan.

Masyitoh pun tak bergeming. Tanpa rasa takut, ia dan anak-anaknya dicemplungkan ke dalam kuali air mendidih. Mereka wafat sebagai syuhada—bukan hanya korban kekejaman rezim, tetapi pemenang dalam pertarungan iman melawan tirani.

Dalam riwayat yang masyhur, Nabi Muhammad SAW kelak mencium keharuman luar biasa saat peristiwa Isra Mi’raj. Wangi itu berasal dari kuburan Masyitoh dan keluarganya—aroma spiritual dari pengorbanan yang tak lekang oleh waktu.

Di titik inilah What If terasa seperti cermin kultural. Mungkinkah serial tersebut terinspirasi, secara sadar atau tidak, dari kisah Masyitoh? Kita mungkin tak pernah mendapatkan jawaban pasti. Namun sejarah iman kerap menemukan jalannya sendiri untuk hadir kembali, bahkan melalui medium populer yang ringan dan jenaka.

What If boleh jadi hanya sebuah drama pendek. Tetapi kisah Masyitoh adalah “what if” yang telah menjadi nyata:

Bagaimana jika iman tak tunduk pada kekuasaan? Bagaimana jika suara kebenaran justru keluar dari mulut yang paling lemah—seorang bayi?

Jawaban atas pertanyaan itu telah lama diberikan oleh Masyitoh, jauh sebelum kamera, layar, dan platform streaming ada.***

– Duren Sawit, 2025

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi

8 Juli 2026 - 15:02 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

Trending di ANJUNGAN