Wartatrans.com, BANYUMAS – Sebanyak 260 santri kelas XII SMA Muhammadiyah Boarding School (MBS) Zam-Zam mengikuti prosesi Haflah Takharruj ke-12 Pondok Pesantren Modern (PPM) Zam-Zam Muhammadiyah yang berlangsung khidmat di Aula Kampus 2 Desa Pernasidi, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu (6/6/2026).
Acara wisuda dihadiri Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta, Prof. Dr. Ma’mun Murod Al-Barbasy, M.Si., yang menyampaikan khutbah takharruj sekaligus motivasi kepada para lulusan.

Dalam tausiyahnya, Prof. Ma’mun menekankan tiga hal penting yang harus terus dikembangkan para alumni, yakni kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).
Menurutnya, keberhasilan seseorang tidak cukup hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik semata. Kesuksesan juga membutuhkan kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, integritas, serta kematangan emosional dan spiritual.
“Jangan hanya berhenti pada nilai dan IPK yang tinggi. Aktiflah di organisasi kemahasiswaan untuk mengembangkan kepemimpinan dan pengalaman sosial,” pesan Prof. Ma’mun di hadapan para wisudawan dan wali santri.
Prosesi wisuda diawali dengan penyilangan tali toga oleh Direktur PPM Zam-Zam, Arif Fauzi, Lc., M.Pd., dilanjutkan penyerahan plakat kelulusan oleh Kepala SMA MBS Zam-Zam, Pandi Yusron, B.Sh., M.H., serta pemberian buket bunga oleh para kepala asrama dari tiga kampus.
Selain Rektor UMJ, hadir pula Kepala Cabang Wilayah X Dinas Pendidikan Jawa Tengah Maryanto, S.Pd., M.Sc., Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas Drs. H. Agus Miftah, Ketua Badan Pembina PPM Zam-Zam H. Casiwan HS., unsur Muspika Kecamatan Cilongok, pimpinan Muhammadiyah dan Aisyiyah setempat, serta para wali santri.
Seluruh Santri Lulus 100 Persen
Dalam laporan akademiknya, Kepala SMA MBS Zam-Zam Pandi Yusron menyampaikan bahwa seluruh santri tahun ajaran 2025/2026 dinyatakan lulus dengan tingkat kelulusan 100 persen.
Dari total 260 lulusan yang terdiri atas 121 santri putra dan 139 santri putri, rata-rata nilai ujian sekolah mencapai 90,50 dengan nilai tertinggi 96,6.
Selain prestasi akademik, capaian tahfiz para santri juga cukup membanggakan. Sebanyak 84 persen santri menghafal 3 hingga 10 juz Al-Qur’an, 12 persen menghafal 10 hingga 20 juz, dan 4 persen berhasil menuntaskan hafalan 30 juz.
Tak hanya itu, para santri juga berhasil meraih 365 medali dari berbagai ajang kompetisi tingkat kabupaten, nasional hingga internasional.
“Data ini menunjukkan bahwa lulusan MBS Zam-Zam tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter, prestasi, dan kompetensi yang siap bersaing di tingkat lokal, nasional hingga global,” ujar Pandi.
Dari sisi pendidikan lanjutan, sebanyak 157 santri telah diterima di berbagai perguruan tinggi. Sebanyak 77 santri diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi nasional, dua santri diterima di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir, dan 52 santri mengikuti program double track ke Jerman.
Pembangunan Masjid Kampus Putri
Direktur PPM Zam-Zam Muhammadiyah, Arif Fauzi, mengungkapkan hingga saat ini pesantren tersebut telah meluluskan 1.576 alumni yang berasal dari 20 provinsi di Indonesia.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata kontribusi Muhammadiyah dalam mencetak kader umat dan bangsa melalui pendidikan pesantren modern.
Pada kesempatan itu, Arif juga melaporkan perkembangan pembangunan Masjid Zam-Zam Kampus Putri yang berdiri di atas lahan seluas 900 meter persegi. Masjid empat lantai tersebut dibangun dengan anggaran sekitar Rp12,5 miliar dan ditargetkan selesai dalam waktu satu tahun.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Jawa Tengah, Maryanto, menegaskan pentingnya pendidikan karakter dalam membentuk generasi penerus bangsa.
“Bangsa ini membutuhkan anak-anak yang tidak hanya pandai secara ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlakul karimah,” tegasnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas, Agus Miftah, berharap para alumni mampu menjadi generasi pemimpin yang berkarakter kuat, berakhlak mulia, serta membawa manfaat bagi masyarakat.
Pada akhir acara, panitia memberikan 19 penghargaan kepada 17 santri berprestasi yang terdiri atas sembilan penghafal Al-Qur’an 30 juz, empat santri terbaik dari jurusan Natural Science, Social Science dan DAI, dua Language Ambassador, dua peraih prestasi terbanyak, serta dua santri teladan.
Sebagai bentuk rasa syukur atas kelulusan, para wisudawan dan wisudawati juga menyerahkan wakaf logam mulia berupa emas Antam seberat 8 gram kepada pihak pesantren untuk mendukung investasi dan pengembangan sarana prasarana pendidikan.
Acara Haflah Takharruj ke-12 ditutup dengan berbagai penampilan seni para santri yang menambah semarak dan haru suasana perpisahan.*** (Hamidin).

























