Menu

Mode Gelap
Gempa M 7,7 di Filipina Picu Tsunami Minor di Indonesia, 53 Bangunan di Sulut Rusak ASDP Angkut 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir pada Hari Laut Sedunia 2026 TDA Takengon Sukses Gelar TDA Camp 2026, Perkuat Sinergi Wirausaha di Alam Terbuka Pelaku Usaha Galangan Kapal Sebut Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Tekan Industri Aceh Tengah Siap Gelar PPN XIV, Menteri Kebudayaan Diharapkan Resmikan Taman Budaya Reza Aditya Bantah Laporan Polisi Jadi Ajang Promosi Film Dosa Pengampunan

Uncategorized

Aceh Tengah Siap Gelar PPN XIV, Menteri Kebudayaan Diharapkan Resmikan Taman Budaya

badge-check


 Aceh Tengah Siap Gelar PPN XIV, Menteri Kebudayaan Diharapkan Resmikan Taman Budaya Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TENGAH– Bupati Aceh Tengah, Drs. Haili Yoga, M.Si., berharap Menteri Kebudayaan RI,  dapat hadir langsung untuk membuka Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV yang akan digelar pada 24 Juni 2026 di Aceh Tengah. Selain membuka ajang sastra internasional tersebut, Menteri Kebudayaan juga dijadwalkan meresmikan Taman Budaya Aceh Tengah yang tengah dipersiapkan pemerintah daerah.

Harapan itu disampaikan Haili Yoga saat melakukan audiensi dan koordinasi dengan Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta, Senin (8/6/2026).

Menurut Haili Yoga, PPN XIV akan menjadi perhelatan budaya berskala internasional yang dihadiri perwakilan dari 14 negara. Undangan kepada Menteri Kebudayaan telah disampaikan secara langsung sebagai bentuk keseriusan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam menyukseskan agenda tersebut.

“Kami hadir langsung karena sebuah komitmen. Pada 24 Juni nanti akan dilaksanakan kegiatan yang dihadiri 14 negara. Undangan sudah kami sampaikan kepada Pak Menteri Kebudayaan, sekaligus kami berharap beliau dapat meresmikan Taman Budaya pada saat itu,” ujar Haili Yoga.

Ia menegaskan bahwa masyarakat Gayo memiliki identitas budaya yang kuat dan terus menjaga nilai-nilai tradisi dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai bentuk pelestarian budaya lokal, Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mewajibkan penggunaan Bahasa Gayo dan pakaian adat Gayo pada hari-hari tertentu.

“Daerah kita adalah daerah Gayo yang identik dengan budaya. Setiap hari Kamis kami mewajibkan penggunaan Bahasa Gayo dan pakaian Gayo. Saat kegiatan yang menghadirkan banyak tamu dari luar daerah, petugas juga akan menggunakan pakaian adat Gayo untuk menyambut para tamu,” katanya.

Berbagai kegiatan budaya, lanjut Haili Yoga, akan dipusatkan di Lapangan Musara Alun guna menghadirkan atraksi budaya yang mampu mendukung sektor pariwisata daerah. Menurutnya, Aceh Tengah tidak hanya memiliki pesona alam yang indah, tetapi juga kekayaan budaya yang layak ditampilkan kepada wisatawan.

“Daerah kita bukan hanya memiliki wisata alam yang indah, tetapi juga budaya yang harus terus dilestarikan. Karena itu kami ingin menghadirkan berbagai atraksi budaya sehingga para tamu yang datang dapat menikmati kekayaan budaya Gayo,” ujarnya.

Haili Yoga menilai keberadaan Taman Budaya nantinya akan menjadi pusat aktivitas kebudayaan di Aceh Tengah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kalau Taman Budaya terwujud, ini bisa menjadi pusat kebudayaan di Aceh Tengah. UMKM masyarakat akan tumbuh. Masyarakat Gayo identik dengan seni dan budaya. Kita tidak ingin tamu datang tanpa melihat atraksi budaya yang menjadi ciri khas daerah kita, apalagi Aceh Tengah juga dikenal sebagai penghasil kopi terbaik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Subdirektorat Tata Kelola Permuseuman Direktorat Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Ike Rofiqoh Fazri, mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dalam upaya memajukan kebudayaan daerah.

“Kami mengapresiasi langkah yang dilakukan Pak Bupati. Upaya ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain yang peduli terhadap kebudayaan. Banyak daerah yang taman budayanya tidak lagi aktif, padahal pemerintah memiliki kewajiban memajukan kebudayaan di tengah peradaban dunia,” ujarnya.

Menurut Ike, kemajuan sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari kekuatan budaya yang dimiliki suatu daerah. Ia meyakini Gayo memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata budaya yang diperhitungkan.

“Pariwisata yang maju tidak terlepas dari kebudayaan yang kuat. Saya yakin Gayo akan menjadi salah satu destinasi wisata budaya yang berkembang. Terima kasih kepada Pak Bupati Aceh Tengah yang telah menjadikan budaya sebagai penggerak pemajuan kebudayaan sekaligus penggerak perekonomian masyarakat,” tuturnya.

Ia berharap keberadaan Taman Budaya, museum, Warisan Budaya Takbenda (WBTB), serta berbagai potensi budaya lainnya di Aceh Tengah dapat terus lestari dan memberikan manfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

“Semoga Taman Budaya, museum, Warisan Budaya Takbenda (WBTB), dan berbagai potensi budaya di sana semakin lestari serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.*** (Jasa)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

ASDP Angkut 13 Ton Sampah Laut dan Pesisir pada Hari Laut Sedunia 2026

8 Juni 2026 - 23:06 WIB

TDA Takengon Sukses Gelar TDA Camp 2026, Perkuat Sinergi Wirausaha di Alam Terbuka

8 Juni 2026 - 22:58 WIB

Reza Aditya Bantah Laporan Polisi Jadi Ajang Promosi Film Dosa Pengampunan

8 Juni 2026 - 19:33 WIB

Kota Depok Sahkan Dua Raperda Strategis, Alih Kelola Biskita Trans Depok Segera Dimulai

8 Juni 2026 - 18:35 WIB

Calon Mahasiswa Baru IAIN Langsa Ikuti Ujian SSE UM-PTKIN 2026

8 Juni 2026 - 17:31 WIB

Iran Tegaskan Hak Membela Diri, Kecam Agresi Israel dan Keterlibatan AS

8 Juni 2026 - 11:57 WIB

Di Wisuda Santri PPM Zam-Zam Angkatan XII, Rektor UMJ Sampaikan Tiga Pesan Penting

8 Juni 2026 - 09:28 WIB

Percikan Mutia: Merawat Keunggulan, Menyalakan Peradaban

8 Juni 2026 - 00:38 WIB

Percikan Mutia: Menolak Rayuan Menjaga Kehormatan

7 Juni 2026 - 23:34 WIB

Percikan Mutia: Investasi Kecil  Menjaga Keutuhan Rumah Tangga

7 Juni 2026 - 22:30 WIB

Trending di RAGAM