Wartatrans.com, JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mengumpulkan lebih dari 13 ton sampah dari kawasan pesisir, pelabuhan, dan perairan di berbagai daerah dalam kegiatan Ocean Clean Up Day 2026 yang digelar serentak pada Senin, 8 Juni 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk memperingati Hari Laut Sedunia.
Aksi bersih-bersih yang mengusung tema “Bridging the Nation, Protecting Our Oceans” itu dilaksanakan di 27 cabang operasional ASDP dan melibatkan lebih dari 400 peserta. Sampah yang terkumpul berasal dari kawasan pesisir, area pelabuhan, hingga perairan sekitar lintasan penyeberangan yang menjadi wilayah operasional perusahaan.

Direktur Utama mengatakan perusahaan memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut karena aktivitas operasionalnya berlangsung di wilayah pesisir dan perairan.
“Sebagai perusahaan yang beroperasi di wilayah pesisir dan perairan, ASDP memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga keberlanjutan ekosistem laut,” kata Heru dalam keterangan tertulis, Senin, 8 Juni 2026.
Menurut Heru, kegiatan tersebut juga menjadi ajakan kepada seluruh pegawai dan pemangku kepentingan untuk berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Ia menilai upaya sederhana seperti mengurangi sampah dan menjaga kebersihan kawasan pesisir dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap kelestarian laut.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan. Selain membersihkan sampah, program tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem laut yang menjadi penopang aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata di Indonesia.
Corporate Secretary ASDP, , mengatakan kegiatan itu juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan yang dicanangkan pemerintah.
“Kami berharap aksi kolaboratif ini dapat memperkuat budaya peduli lingkungan dan mendorong terciptanya kawasan pesisir, pelabuhan, dan perairan yang bersih secara berkelanjutan,” ujarnya.
ASDP menyatakan akan terus menjalankan berbagai program lingkungan di seluruh wilayah operasional perusahaan sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan. Upaya tersebut sekaligus mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama tujuan ke-14 yang berfokus pada perlindungan ekosistem laut serta pengurangan pencemaran sampah di wilayah pesisir Indonesia.*** (Omy)




























