Menu

Mode Gelap
Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026 KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026 Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu KCIC Imbau Masyarakat Pesan Tiket Whoosh Lebih Awal Jelang Libur Panjang Paskah Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

RAGAM

Rumah Budaya HMA, Diplomasi Sastra dan Budaya, Merawat Harmoni Indonesia–Mesir

badge-check


 Rumah Budaya HMA, Diplomasi Sastra dan Budaya, Merawat Harmoni Indonesia–Mesir Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Diplomasi melalui sastra dan budaya kembali ditegaskan sebagai jembatan keindahan untuk merawat keharmonisan antarnegara. Mesir, yang dikenal luas sebagai salah satu pusat peradaban dunia Arab, telah melahirkan banyak sastrawan berkelas internasional. Salah satunya adalah Naguib Mahfouz, penerima Hadiah Nobel Sastra pada 1988 atas karya-karyanya yang kuat merekam denyut sosial Mesir modern.

Selain sastra, Mesir juga memiliki tradisi seni pertunjukan yang mapan. Cairo Opera House, yang berdiri di kawasan Zamalek sejak 1988, menjadi pusat seni pertunjukan kelas dunia. Gedung ini rutin menampilkan opera, balet, serta musik Arab dan internasional, menegaskan posisi Mesir sebagai poros kebudayaan global.

Hubungan kebudayaan Indonesia–Mesir sendiri bukanlah hal baru. Fondasi persahabatan kedua negara telah terjalin sejak masa pemerintahan Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno. Sejarah panjang ini dinilai perlu terus dirawat dan diperkuat melalui kolaborasi nyata para penggiat seni dan budaya.

Harapan itu disampaikan Halimah Munawir, pemilik Rumah Budaya HMA, seusai kegiatan sosialisasi yang digelar Atase Pendidikan dan Kebudayaan Mesir, Abdul Mutaiali, di Rumah Budaya HMA, kawasan Puncak, Kabupaten Bogor.

Menurut Halimah, diplomasi kebudayaan tidak boleh berhenti pada seremoni. Ia berharap pemerintah kedua negara memberi perhatian lebih untuk menggiatkan kembali “titian muhibah” seni dan budaya antara Indonesia dan Mesir. “Pertukaran seniman, sastrawan, dan program kebudayaan bersama penting untuk menjaga silaturahmi, mempererat persahabatan, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya masing-masing negara,” ujarnya.

Melalui jalur sastra dan budaya, Indonesia dan Mesir dinilai memiliki ruang luas untuk terus berdialog—tanpa sekat politik—demi harmoni yang berkelanjutan di antara dua bangsa dengan sejarah dan peradaban besar.*** (PG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4

2 April 2026 - 23:40 WIB

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

2 April 2026 - 19:36 WIB

Cerita dari Bukit Sinyonya: FIFGROUP Wujudkan Desa Sejahtera dan Sekolah yang Lebih Layak 

2 April 2026 - 18:29 WIB

Advokad Wahyudi Perkuat Lini Hukum Wartatrans.com, Respons Meningkatnya Risiko Sengketa Media Digital

2 April 2026 - 16:48 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Advokat Nourman, SH Gabung Di Wartatrans.com sebagai Kuasa Hukum, Perkuat Profesionalisme Media

2 April 2026 - 16:32 WIB

Sumur Bor untuk Warga Terdampak Bencana di Aceh Utara Rampung, Aktivis: Ini Awal Pemulihan

2 April 2026 - 15:49 WIB

Pengukuhan Imuem Syiek Abu Indrapuri Picu Polemik, Kuasa Hukum BKM Minta Polda Periksa Bupati Aceh Besar

2 April 2026 - 14:56 WIB

Di Galery Ruang Darmin, Yahya TS Tegaskan Identitas Betawi Lewat Pameran “Betawie Punye Yahye”

2 April 2026 - 09:20 WIB

Trending di RAGAM