Wartatrans.com, BANJARMASIN – Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Distrik Navigasi (Disnav) Banjarmasin, Kalimantan Selatan presiasi stakeholder pengelola SBNP, SROP dan VTS Non-DJPL yang menunjukkan dedikasi, konsistensi serta kinerja dalam mendukung penyelenggaraan kenavigasian.
“Penilaian penghargaan dilakukan secara objektif dan transparan menggunakan parameter terukur,” tegas Kepala Disnav Banjarmasin Hary Bowo Seno Putro, Sabtu (8/8/2026).

Untuk SROP dan VTS Non-DJPL, penilaian meliputi ketepatan pelaporan, ketersediaan dan kompetensi sumber daya manusia serta kelengkapan dan kualitas substansi laporan.
Sementara untuk SBNP, penilaian didasarkan pada ketepatan dan konsistensi laporan serta tingkat keandalan atau availability SBNP agar sarana tersebut senantiasa berfungsi dengan baik bagi pengguna jasa.
Apresiasi disampaikan di sela gelaran Forum Komunikasi Publik (FKP) dan Pemberian Penghargaan Pelaporan Keandalan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP) serta Stasiun Radio Pantai (SROP)/Vessel Traffic Services (VTS) Non-DJPL, Kamis (30/7/2026).
Hary Bowo berharap, penghargaan tersebut tidak semata-mata dipandang sebagai kompetisi, tetapi menjadi pemicu bagi seluruh pengelola fasilitas kenavigasian untuk meningkatkan kepatuhan, kualitas pelaporan dan keandalan sarana.
“Bagi yang memeroleh penghargaan, jadikan capaian ini sebagai motivasi untuk mempertahankan dan meningkatkan kinerja. Bagi yang belum memperoleh penghargaan, mari terus berproses. Tujuan akhirnya sama, yaitu meningkatkan standar pelayanan dan keselamatan pelayaran,” ujarnya.
Perwakilan penerima penghargaan kategori SBNP, Suhendra Rudi Hartono dari PT Wahana Baratama Mining, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
Menurutnya, di balik setiap pelayaran yang berlangsung aman dan selamat terdapat dedikasi para insan navigasi, mulai dari penjaga menara suar hingga petugas Stasiun Radio Pantai dan VTS yang memastikan fasilitas serta layanan kenavigasian tetap terjaga.
“Saya mengajak seluruh pelaku usaha untuk terus disiplin melaporkan dan menjaga kondisi SBNP karena keberadaan setiap sarana memiliki peran penting bagi keselamatan pengguna jasa pelayaran. Satu rambu dapat menyelamatkan seribu nyawa,” ungkap Suhendra.
Apresiasi juga disampaikan Zulfahriansyah dari PT Sarana Daya Mandiri, perwakilan penerima penghargaan SROP/VTS.
“Peningkatan keselamatan pelayaran membutuhkan penguatan koordinasi, komunikasi dan budaya pelaporan,” katanya.
Penghargaan tersebut diharapkan menjadi bentuk pengakuan atas dedikasi dan kepatuhan para pemangku kepentingan sekaligus semakin mempererat sinergi untuk mewujudkan pelayanan navigasi yang andal dan berkesinambungan. (omy)




























