Menu

Mode Gelap
Jelang Libur Panjang Isra Miraj, Arus Kedatangan Penumpang di Daop 6 Yogyakarta Naik 41 Persen Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Catat Lonjakan Perjalanan Penumpang Kereta Api Warga Desa Atu Payung Diusulkan Direlokasi, Ancaman Longsor dari Gunung Kera Kian Mengkhawatirkan Akses Jalan Belum Terbuka, 50 Hari Pascabencana Karang Ampar Masih Terisolasi Keren! 4 Alumni API Banyuwangi Tembus Kerja di Bandara Haneda Jepang Anggota DPR Kesal Menteri KP Tak Beri Tahu Kunjungan ke Aceh Tamiang

JALUR

Ditjen Hubdat Tanggap Tangani Musibah Banjir di Aceh, Sumut dan Sumbar

badge-check


					Posko Ditjen Hubdat untuk penanganan bencana Perbesar

Posko Ditjen Hubdat untuk penanganan bencana

Wartatrans.com, JAKARTA – Musibah banjir yang terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat pada beberapa hari terakhir ini berdampak pada beberapa infrastruktur transportasi darat di wilayah tersebut.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat bersama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) setempat menangani hal ini dengan serius.

“Beberapa posko kemanusiaan kita dirikan di beberapa Terminal Tipe A yang tidak terdampak banjir sebagai tempat pengungsian sementara masyarakat. Kami menyumbangkan sebagian dana untuk kebutuhan masyarakat di sana,” ungkap Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan di Jakarta, Sabtu (29/11/2025).

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan petugas dan fasilitas-fasilitas bantuan pada jalur alternatif serta melakukan pendataan kerusakan fasilitas keselamatan di jalan nasional akibat bencana banjir yang melanda tiga wilayah tersebut.

“Kami juga menyiapkan Kapal Motor Penyeberangan Papuyu untuk aktivitas evakuasi apabila hal itu dibutuhkan. Kami juga meminta seluruh perwakilan BPTD di wilayah terdampak untuk melakukan update informasi di media sosial,” ujarnya.

Dalam hal ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) dan Dinas Perhubungan Provinsi serta Kabupaten/Kota terkait perkembangan terkini pada Jalan Nasional.

Pada sektor transportasi darat beberapa infrastruktur yang terdampak di antaranya Pelabuhan Penyeberangan Singkil, Aceh; Terminal Tipe A Lhokseumawe, Aceh; Terminal Tipe A Langsa, Aceh; Terminal Tipe A Amplas, Sumatera Utara; Terminal Tipe A Pinang Baris, Sumatera Utara; Terminal Tipe A Sibolga, Sumatera Utara; serta Terminal Tipe A Tarutung, Sumatera Utara.

“Kerusakan yang terjadi meliputi hilangnya akses komunikasi, padam listrik, kekurangan air besih, serta beberapa kondisi sarana prasana yang rusak. Di sisi lain, beberapa layanan juga belum dapat beroperasi karena akses jalan yang tertutup,” jelas Dirjen Aan.

Hal ini juga berdampak pada operasional angkutan perintis di wilayah tersebut yang sebagian masih belum dapat beroperasi. Sementara, Pelayanan AKAP rute Medan – Banda Aceh sejak 25 November 2025 terhenti total sampai dengan informasi lebih lanjut.

Dirjen Aan meminta petugas tetap berhati – hati dan memberikan pelayanan maksimal di lapangan.

Di samping itu, seluruh masyarakat diharapkan untuk terus memantau perkembangan informasi dalam melakukan mobilitas di sekitar wilayah terdampak. (omy)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Evaluasi Nataru, Ditjen Hubdat Catat 3 Aspek ini

15 Januari 2026 - 16:21 WIB

Bus Sekolah di Pakpak Bharat: Solusi di Kaki Bukit Barisan

15 Januari 2026 - 16:08 WIB

Long Weekend Telah Tiba: DAMRI Hadirkan Promo Perjalanan ke Yogyakarta dan Denpasar, Mulai 200 Ribuan Aja!

14 Januari 2026 - 20:52 WIB

Bupati Bogor Tegaskan Pembebasan Lahan Jalur Tambang Masuk APBD 2026

14 Januari 2026 - 18:33 WIB

Bongkar 100 Tiang Monorel, Dishub DKI Jakarta Jamin Lalin Tetap Lancar

14 Januari 2026 - 13:26 WIB

Trending di JALUR