Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

JALUR

Tinjau Ruas Jalan Parung Bogor, Menteri PU Pastikan Percepatan Penanganan Kerusakan

badge-check


 Menteri PU di sela pemantauan jalan Parung-Bogor Perbesar

Menteri PU di sela pemantauan jalan Parung-Bogor

Wartatrans.com, BOGOR – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung kondisi ruas Jalan Parung Bogor, Sabtu (29/2/2026).

Hal itu dilakukan untuk memastikan proses perbaikan jalan nasional berjalan lebih optimal dan menyeluruh

“PU mempercepat perbaikan jalan nasional pada ruas Gandaria–Cilodong hingga Parung Bogor, Jawa Barat guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” tutur Menteri Dody.

“Kita memang sedang proses perbaikan dari Pasar Parung sampai titik Kemang, Parung. Memang kemarin-kemarin ada penambalan atau patching sana-sini tapi belum sempurna, kita pelan-pelan menyempurnakan. Mudah-mudahan dalam waktu satu-dua bulan ini sudah selesailah,” urainya.

Dia menekankan, kualitas pekerjaan harus menjadi perhatian utama dan menyoroti hasil patching di sejumlah titik yang belum rata dan masih terasa bergelombang sehingga berpotensi membahayakan pengendara.

Untuk itu, Menteri Dody menginstruksikan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat agar tidak hanya melakukan penambalan parsial, tetapi juga perbaikan lebih menyeluruh secara bertahap sepanjang 25,1 km dari Pasar Parung hingga Gandaria–Cilodong agar kontur jalan lebih mulus dan aman.

Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat Rina Kumala Sari menyampaikan, terdapat 1.463 titik lubang di sepanjang ruas Gandaria–Cilodong hingga Parung.

“Sampai kemarin, sebanyak 1.200 lubang sudah kami tutup dan tersisa 263 titik. Dengan tim patching yang terus bekerja di lapangan, kami targetkan dalam lima hari ke depan seluruh lubang sudah tertangani sehingga masyarakat dapat melintas dengan lebih aman dan nyaman,” tutur Rina.

Selain penambalan lubang, BBPJN DKI–Jabar juga melakukan pembersihan bahu jalan dari rumput liar serta normalisasi saluran drainase untuk memastikan aliran air berjalan optimal.

Langkah ini dilakukan guna menjaga ketahanan konstruksi jalan dan mencegah kerusakan berulang, khususnya pada musim hujan.

Rina menjelaskan, salah satu faktor penyebab kerusakan pada ruas tersebut adalah perbedaan struktur antara jalur cepat yang sebagian masih menggunakan perkerasan lentur (aspal/flexible pavement) dan jalur lain yang telah menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement).

“Kesenjangan struktur ini kerap memicu timbulnya lubang, terutama saat curah hujan tinggi dan sistem drainase tidak berfungsi maksimal,” katanya.

“Lubang sering terjadi di antara pekerjaan rigid dengan aspal. Jaminannya agar tidak ada lubang lagi adalah mengganti seluruh jalur aspal menjadi beton.”

Melalui percepatan penanganan ini, Kementerian PU memastikan perbaikan dilakukan secara bertahap dan terukur, dengan prioritas pada aspek keselamatan pengguna jalan serta peningkatan kualitas layanan infrastruktur nasional. (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Transjakarta Laut Disiapkan, 3 Pulau Jadi Terminal Utama Juni 2027

1 Oktober 2026 - 09:38 WIB

Menhub Dudy Sampaikan DIM RUU Perubahan Ketiga atas UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang LLAJ

30 September 2026 - 16:20 WIB

Penjualan EV Melaju, Transformasi Pasar Indonesia Belum Maksimal

30 September 2026 - 16:09 WIB

Komitmen Jaga Setiap Perjalanan, DAMRI Raih Penghargaan Pelopor Kita DKI 2026

30 September 2026 - 14:46 WIB

MTI Ingatkan 3 Momentum September Jangan Hanya sebagai Seremoni Keselamatan

30 September 2026 - 10:21 WIB

DAMRI Hadirkan Promo Early Booking, Pesan Tiket Lebih Awal Makin Hemat

29 September 2026 - 22:50 WIB

TransJakarta Tata Feeder Rusun, Efisiensi Jadi Strategi Jaringan

29 September 2026 - 08:18 WIB

LABA Masuk BaaS Truk Listrik, Modal Awal Jadi Tantangan

27 September 2026 - 15:47 WIB

Korlantas Luncurkan STNK Digital

26 September 2026 - 22:18 WIB

Transportasi Umum Diusulkan Jadi Syarat Pembangunan Perumahan

26 September 2026 - 22:13 WIB

Trending di JALUR