Menu ✖

Mode Gelap
KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut Aktivitas Penumpang Tumbuh 9,32 Persen, KAI Tambah Pemberhentian KA di Tiga Stasiun Imperial Suites DAMRI Hadirkan Pengalaman Perjalanan Premium Jakarta–Surabaya–Malang dengan Bus Double Decker Pelindo Mengajar, Inspirasi Generasi Emas di Makassar Era AI Ubah Wajah Industri Musik, Dr. Mohammad Amin Ingatkan Pentingnya Kreativitas dan Hak Pencipta The Morbius Rilis Single Ketiga 2026, “Semu” Angkat Kisah Pengkhianatan Komitmen

NASIONAL

Enam Menteri Luncurkan Ocean Institute of Indonesia Milik KKP

badge-check


 Enam Menteri Luncurkan Ocean Institute of Indonesia Milik KKP Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) meresmikan Ocean Institute of Indonesia (OII) atau Institut Kelautan Indonesia, sebagai transformasi dari 11 satuan pendidikan vokasi yang selama ini sudah dikembangkan.

Peresmian dilakukan oleh enam menteri Kabinet Merah Putih di Ballroom KKP, Jakarta Pusat pada, Selasa (21/7/2026).

Keenam menteri tersebut adalah Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono; Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan; Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Rachmat Pambudy; serta Kepala Badan Riset Inovasi Nasional Arif Satria. Turut meresmikan juga Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf; Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Laut Edwin; serta Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP) I Nyoman Radiarta.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam sambutannya menyampaikan, pemikiran menyatukan 11 satuan pendidikan vokasi KKP telah berlangsung cukup lama dan sudah dipersiapkan secara matang.

“Saya sudah datangi semua. Lalu kemudian saya perhatikan di lingkungan dalamnya dan seterusnya. Saya ingin ini disatukan,” ujar Menteri Trenggono pada acara itu.

Ke-11 satuan pendidikan yang disatukan menjadi OII adalah Politeknik Ahli Usaha Perikanan; Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Dumai, Politeknik KP Karawang, Politeknik KP Pangandaran, Politeknik KP Sidoarjo, Politeknik KP Jembrana, Politeknik KP Kupang, Politeknik KP Bone, Politeknik KP Bitung, Politeknik KP Sorong, serta Akademi Komunitas Wakatobi.

Berangkat dari pengamatannya di kampus-kampus tersebut, Menteri Trenggono menyebutkan perlunya peningkatan fasilitas serta merombak sistem pendidikan menjadi satu visi dan misi agar selaras dengan perkembangan industri terkini dan daya saing di tingkat global.

“Saya ingin ini disatukan, diubah secara menyeluruh, mulai dari kurikulum pendidikannya, hingga tujuan akhirnya. Karena saya akan lihat ukuran-ukuran suksesnya,” ungkap Menteri Trenggono.

Ia juga mengatakan, nantinya terdapat spesifikasi khusus pada setiap kampus, seperti spesifikasi di bidang penangkapan ikan di suatu kampus, budi daya ikan di kampus berbeda, serta pengolahan ikan di kampus lainnya. Jadi menurutnya, setiap kampus tidak sama-sama mengajarkan bidang-bidang tersebut, tetapi berbeda-beda sesuai dengan spesifikasinya masing-masing.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyampaikan dukungannya terhadap dibentuknya OII untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya di bidang kelautan perikanan. Terlebih saat ini perhatian Presiden RI Prabowo Subianto begitu besar pada sektor kelautan dan perikanan.

Dukungan dan apresiasi juga disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto.

Pembentukan OII dinilainya sebagai poros yang akan melahirkan riset dan SDM unggul serta tulang punggung inovasi kelautan dan perikanan.

“OII dapat menjadi Center of Excellence yang bisa menghasilkan startup-startup baru di sektor kelautan dan perikanan,” harapnya.

Sementara itu, Kepala BPPSDM KP I Nyoman Radiarta dalam laporannya menyampaikan, 11 satuan pendidikan tinggi yang kini bersatu menjadi OII, menerapkan pembelajaran vokasi dengan kurikulum berbasis industri dengan peserta didik 100% anak pelaku usaha kelautan dan perikanan.

Sejak berdiri hingga saat ini satuan-satuan pendidikan di bawah KKP telah meluluskan sebanyak 27.819 orang dengan serapan lulusan sebagaian besar bekerja pada dunia usaha dan industri.

Pada acara peresmian OII, KKP melalui BPPSDM juga menyepakati kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi dan mitra. Meliputi Insitut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Padjadjaran, Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Laut, dan Universitas Nusa Cendana. Kemudian Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin, Universitas Sam Ratulangi, Universitas Pattimura, Sampoerna Unniversity, Universitas Trunojoyo, Onamu Co.Ltd. Korea Selatan, serta Vogo Group and Globit Co. Ltd. Korea Selatan.(fahmi)

Baca Lainnya

KKP Latih 2.886 Nelayan di 16 Provinsi untuk Tingkatkan Keselamatan dan Kecakapan Melaut

5 November 2026 - 21:14 WIB

Partai Demokrat Mengecam Penyadapan Ilegal Terhadap Presiden Prabowo

5 November 2026 - 16:06 WIB

Jokowi Hadir di Persidangan Kasus Ijazah, Bersaksi di Hadapan Majelis Hakim

5 November 2026 - 14:41 WIB

KKP Gelar Puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan di 27 Titik Indonesia

4 November 2026 - 21:19 WIB

Borong Empat Penghargaan, Terminal Teluk Lamong Perkuat Komitmen terhadap Tanggung Jawab Sosial

4 November 2026 - 20:23 WIB

IPCC Tegaskan Komitmen Jaga Kinerja dan Perkuat Kepercayaan Investor Menuju 2027

4 November 2026 - 19:13 WIB

Listyo Sigit Terseret Kasus Hukum, Akankah Prabowo Segera Copot dari Jabatan Kepala Staf Kepresidenan?

4 November 2026 - 11:34 WIB

Eks Kapolri Sekaligus KSP Listyo Sigit Prabowo Dkk Resmi Ditahan di Rutan Mabes Polri Terkait Kasus Penyadapan Ilegal

4 November 2026 - 03:05 WIB

DAMRI Perkuat Komitmen Keselamatan dan Kesiapan Layanan Jelang Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027

3 November 2026 - 21:20 WIB

Kemenhub Berkomitmen Turunkan Emisi Gas Rumah Kaca

3 November 2026 - 15:17 WIB

Trending di NASIONAL