Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

NASIONAL

BNPB Sebut hingga September, Ada 1.730  Bencana di Indonesia

badge-check


 Sekretaris BNPB (ist) Perbesar

Sekretaris BNPB (ist)

Wartatrans.com, JAKARTA – Indonesia menghadapi 1.730 kejadian bencana sejak 1 Januari hingga 7 September 2026.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan 111.533 rumah terdampak, sementara 38 provinsi dan 514 kabupaten/kota berada pada tingkat kerawanan bencana sedang hingga tinggi.

Sekretaris Utama BNPB Rustian dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (8/9/2026), mengatakan bencana didominasi hidrometeorologi jjdan geologi.

“Rinciannya mencakup 627 kebakaran hutan dan lahan, 543 banjir, 324 cuaca ekstrem, 105 longsor, 101 kekeringan, 14 gelombang pasang dan abrasi, 13 gempa bumi, serta tiga erupsi gunung api,” paparnya.

Besarnya frekuensi kejadian membuat persoalan kebencanaan tidak lagi sebatas kemampuan merespons setelah bencana terjadi.

Kerusakan juga mencakup 2.361 fasilitas pendidikan, 867 rumah ibadah, 230 fasilitas kesehatan, 751 kantor dan 92 jembatan.

Persoalan pengelolaan risiko sebenarnya telah lama mengemuka.

Gagasan memperkuat kapasitas mitigasi kembali muncul pada September 2026.

Peneliti Ahli Utama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Erma Yulihastin dalam pernyataannya pada Ahad (6/9/2026) mengusulkan pembentukan Dewan Pakar Mitigasi Bencana yang permanen dan independen.

“Sudah saatnya Indonesia perlu membentuk Dewan Pakar Mitigasi Bencana yang permanen,” kata Erma

Menurutnya, dewan tersebut perlu diisi meteorolog, klimatolog, oseanolog, seismolog, vulkanolog, hidrolog, ekolog, ekonom dan ahli kesehatan, dengan mandat serta pekerjaan yang jelas, terukur dan terencana untuk merumuskan kebijakan pengurangan risiko jangka pendek, menengah dan panjang.

Presiden Prabowo Subianto mewacanakan integrasi Badan Geologi dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk memperkuat pemantauan ancaman bencana. Wacana tersebut menempatkan persoalan kelembagaan dan pemantauan risiko sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem kebencanaan nasional.

Namun, perubahan struktur lembaga belum otomatis menjawab persoalan siapa yang menerjemahkan informasi ilmiah menjadi kebijakan mitigasi dan siapa yang memegang komando ketika bencana terjadi.

Pertanyaan itu mendapat penegasan dari Ketua DPR Puan Maharani pada Selasa (8/9/2026).

Seusai Rapat Paripurna DPR RI, Puan menegaskan BNPB harus menjadi leading sector penanganan bencana.

“Yang menjadi lead adalah BNPB,” ujar Puan.

Dengan konfigurasi tersebut, BMKG dan Badan Geologi dapat difokuskan pada deteksi, observasi dan peringatan ancaman, sementara BNPB mengorkestrasi respons dan koordinasi lintas kementerian/lembaga.

Tantangannya adalah memastikan informasi risiko benar-benar memengaruhi tata ruang, pembangunan infrastruktur dan alokasi anggaran mitigasi.

Bagi ekonomi, persoalannya bukan sekadar biaya tanggap darurat. Kerusakan rumah dan fasilitas publik menunjukkan bahwa kegagalan mitigasi berulang dapat menggerus aset masyarakat, mengganggu layanan dasar dan memperbesar kebutuhan belanja pemulihan negara.

Jika koordinasi hanya menguat saat bencana terjadi, negara membayar ongkos berulang. Karena itu, ukuran keberhasilan sistem bukan hanya kecepatan respons, tetapi kemampuan mencegah risiko berubah menjadi kerusakan ekonomi. (Artha Tidar)

 

Baca Lainnya

Antrean Solar Mengular di SPBU Gintong Pidie, Pengemudi L300 Kesal Menunggu Berjam-jam

10 Oktober 2026 - 14:59 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

KKP-Kemenkeu Integrasikan Data Perizinan Kapal untuk Optimalkan PNBP

10 Oktober 2026 - 10:16 WIB

KKP-BPOM Bersinergi Jamin Keamanan Produk Perikanan untuk MBG

10 Oktober 2026 - 01:13 WIB

DAMRI Resmi Hubungkan Putussibau dan Kuching, Perkuat Konektivitas Indonesia–Malaysia

9 Oktober 2026 - 05:16 WIB

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan

8 Oktober 2026 - 20:31 WIB

KKP Luncurkan Aturan Pengelolaan Alat Tangkap Tertinggal, Hilang, dan Rusak

8 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

Alhamdulillah, Biaya yang Ditanggung Jemaah Haji 2027 Turun Rp3,4 Juta

7 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Trending di NASIONAL