Menu

Mode Gelap
3 Kapal Perang Turut Dikerahkan, Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Meluas Ungkap Mafia Tanah, Polda Metro  Jaya Gledah Kantor BPN Kab Bogor.  Penerbangan Kembali Dibuka, Wagub Jateng Taj Yasin Pastikan MTQ XXXI di Semarang Berjalan Lancar Pembangunan Dermaga Teluk Ratai Lampung Dikebut MTQ Nasional XXXI di Semarang, juga Mengadakan Eksibisi Disabilitas Tuli Meneilisik Skema Bagasi Baru Garuda Indonesia: Bagian Penyempurnaan Layanan

PERISTIWA

Liputan Aktivitas Gunung Anak Krakatau, 5 Jurnalis Dilaporkan Hilang Kontak

badge-check


 5 jurnalis yang dinyatakan hilang kontak, sesaat sebelum berlayar Perbesar

5 jurnalis yang dinyatakan hilang kontak, sesaat sebelum berlayar

Wartatrans.com, JAKARTA – Liputan aktivitas Gunung Anak Krakatau, sebanyak lima jurnalis foto dilaporkan hilang kontak, Selasa (8/9/2026).

Pencarian hari pertama, rombongan jurnalis belum ditemukan. Pencariannya, dilanjutkan hari ini.

Operasi diperluas dengan KN SAR Tetuka, Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten, serta peralatan SAR air, medis, dan komunikasi.

Kronologisnya, rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat.

Salah satu jurnalis mengirimkan titik lokasi pada pukul 14.42 WIB, sebelum komunikasi dengan kapal terputus pada pukul 15.04 WIB.

Kelima jurnalis tersebut adalah M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, dan Donal sebagai pewarta lepas.

Data sementara Basarnas menyebut sedikitnya tujuh orang berada dalam pencarian, termasuk dua orang lainnya yang masih dalam proses pendataan.

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengatakan pencarian menghadapi risiko karena kawasan Anak Krakatau masih aktif dan fluktuatif.

“Besok masih kita lanjutkan pencarian. Kami ikut prihatin,” ujar Edy, Selasa (8/9/2026).

Ia mengatakan, pencarian di sekitar Anak Krakatau memerlukan kehati-hatian karena sewaktu-waktu dapat terjadi erupsi dan semburan material.

PFI Pusat bersama PFI Jakarta dan PFI Tangerang memperkuat koordinasi dengan Tim SAR Gabungan.

Ketua Umum Pewarta Foto Indonesia (PFI) Pusat Dwi Pambudo mengatakan organisasi terus bergerak satu komando dalam memantau operasi penyelamatan.

ANTARA juga mengirim tim khusus dari kantor pusat dan Biro Banten serta membentuk posko siaga media bersama iNews dan Merdeka.com.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan komunikasi dan informasi mengenai para pewarta yang hilang kontak tetap terpantau.

Respons tersebut mengangkat persoalan keselamatan jurnalis dalam penugasan di wilayah bencana.

“PFI mengingatkan pewarta foto dan kru media yang meliput Anak Krakatau agar mematuhi radius aman yang direkomendasikan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG),” ungkap Dwi. (Artha Tidar)

 

Baca Lainnya

KSOP Banten dan Tim SAR Gabungan Optimalkan Pencarian 5 Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

9 September 2026 - 15:25 WIB

BNPB Sebut hingga September, Ada 1.730  Bencana di Indonesia

9 September 2026 - 05:15 WIB

FKSTIM Desak Transparansi Pemilihan DKJ, Wacana PTUN hingga Pembubaran AJ Mengemuka

8 September 2026 - 22:18 WIB

KKP Imbau Nelayan Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau, Hindari Radius 3 Kilometer

7 September 2026 - 16:10 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau Imigrasi Beri Izin WNA ITKT 30 Hari

7 September 2026 - 14:49 WIB

Empat Gunung di Indonesia Erupsi Bersamaan pada Minggu Pagi, Apa Akibat Buruknya ?

7 September 2026 - 10:58 WIB

Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Menkes Imbau Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah

6 September 2026 - 20:58 WIB

Waspada! Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Picu Peningkatan Pencemaran Udara di Sejumlah Wilayah

6 September 2026 - 19:10 WIB

Aneh! Jadi Korban Pengeroyokan di Margonda, Pria Istimewa Ini Justru Diperiksa di Polres Depok

6 September 2026 - 19:09 WIB

Abu Vulkanik GAK Terpantau di Sejumlah Stasiun, Operasional Commuter Line Tetap Normal

6 September 2026 - 16:00 WIB

Trending di PERISTIWA