Menu

Mode Gelap
Whoosh Tambah Jadwal saat Libur Panjang Idul Adha 2026, Perjalanan jadi Lebih Malam JR Cabang Singaraja dan PT Subali Samudra Teken MoU Penerimaan Iuran Wajib Kapal Laut Ditjen Intram Tampilkan Konsep Transportasi Hijau di Busworld Southeast Asia 2026 Kartun Maritim dan Humor Sosial Bertemu di JAKARTUN Peduli Kesehatan Masyarakat, IPCC Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis PNM Mekaarpreneur Dorong UMKM Ultra Mikro Naik Kelas Lewat Pendampingan dan Inkubasi Bisnis

ANJUNGAN

Dukung Urban Farming, IPC TPK Hadirkan Fasilitas Pengolahan Sampah Organik

badge-check


 Penyerahan bantuan secara simbolis Pelatihan Urban Farming di RPTRA Green Bisma, Papanggo. Foto istimewa/IPC TPK Perbesar

Penyerahan bantuan secara simbolis Pelatihan Urban Farming di RPTRA Green Bisma, Papanggo. Foto istimewa/IPC TPK

BT, Jakarta – Mendungnya awan, sejuknya udara, dan tertatanya sarana taman serta wahana anak membuat suasana nyaman bagi peserta pelatihan Urban Farming di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Green Bisma, Kelurahan Papanggo.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) sebagai bentuk nyata program pengembangan masyarakat (Community Development) di wilayah ring 1 pelabuhan.

Program pelatihan urban farming ini merupakan kelanjutan dari inisiatif “Pojok Kompos Papanggo” yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh IPC TPK.

Melalui program tersebut, IPC TPK memberikan bantuan sarana pengolahan sampah organik untuk mendukung upaya pengelolaan sampah terpadu dan menumbuhkan nilai ekonomi baru dari limbah rumah tangga. Hasil kompos yang diolah masyarakat kini dimanfaatkan sebagai media tanam dalam kegiatan urban farming, sehingga menciptakan siklus ekonomi sirkular yang berkelanjutan — dari pengelolaan sampah menjadi sumber daya produktif.

“Kegiatan ini selaras dengan komitmen IPC TPK untuk menghadirkan nilai keberlanjutan dari pelabuhan ke masyarakat, menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK.

IPC Terminal Petikemas menyelenggarakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Pelatihan Perkebunan Kota (Urban Farming) bagi masyarakat Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) No. 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities). Pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta ini bertempat di RPTRA Green Bisma Papanggo.

Giat ini tidak hanya berfokus pada optimalisasi lahan sempit di wilayah perkotaan agar lebih produktif, tetapi juga mendorong pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi kelompok rentan, khususnya ibu rumah tangga. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali keterampilan bertanam yang berpotensi menambah penghasilan keluarga, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen IPC TPK terhadap prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) — memastikan setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berdaya.

Mengusung tema “Menanam Kebaikan dari Pelabuhan ke Seluruh Jakarta”, IPC TPK turut mendukung Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan kota yang berketahanan pangan, hijau, dan berwawasan lingkungan.

Bekerja sama dengan Latar Babe (Lahan Terbatas Bawa Berkah), peserta pelatihan mendapatkan pembekalan mengenai metode penanaman sederhana baik secara konvensional (tanah) maupun hidroponik (air). Materi meliputi pemilihan media tanam, pembenihan, hingga teknik perawatan tanaman agar tumbuh optimal dan bebas dari parasit.

Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, program urban farming telah diterapkan di lebih dari 300 lokasi RPTRA dan lahan warga di seluruh wilayah Jakarta, dengan partisipasi aktif masyarakat yang terus meningkat. Program ini terbukti efektif dalam mengurangi sampah organik, meningkatkan ketahanan pangan lokal, serta memperkuat solidaritas sosial antar warga.

“Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam semangat untuk menjaga lingkungan dan menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar pelabuhan.” tutup Pramestie.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

JR Cabang Singaraja dan PT Subali Samudra Teken MoU Penerimaan Iuran Wajib Kapal Laut

21 Mei 2026 - 08:32 WIB

Kartun Maritim dan Humor Sosial Bertemu di JAKARTUN

20 Mei 2026 - 22:52 WIB

Peduli Kesehatan Masyarakat, IPCC Gelar Pemeriksaan Gigi Gratis

20 Mei 2026 - 21:46 WIB

Polisi Ajak Pekerja TKBM Pelabuhan Tanjung Priok Jaga Kamtibmas dan Utamakan Keselamatan Kerja

20 Mei 2026 - 21:28 WIB

Wakaf Al-Qur’an untuk Korban Bencana di Aceh Utara, Warga Meuraksa Puntet Sampaikan Terima Kasih

20 Mei 2026 - 20:59 WIB

Aceh Kembali Diguncang Gempa Magnitudo 4,5, Warga Pesisir Sempat Panik

20 Mei 2026 - 18:21 WIB

Literasi untuk Kesejahteraan, Pekan Perpustakaan Untidar Hadirkan Semangat Menulis dan Passive Income

20 Mei 2026 - 17:38 WIB

IPC IPC TPK Panjang Tingkatkan Efisiensi Ekspor Melalui Sinergi Layanan Depo Petikemas

20 Mei 2026 - 17:16 WIB

Harkitnas 2026, Pelindo Jadikan Momentum Perkuat Budaya Kerja dan Pelayanan

20 Mei 2026 - 17:08 WIB

PT Pelindo Sinergi Lokaseva Tingkatkan Awareness HSSE untuk Perkuat Ekosistem Layanan Pendukung Pelabuhan 

20 Mei 2026 - 17:02 WIB

Trending di ANJUNGAN