Menu

Mode Gelap
Harga Emas Antam Hari Ini Stabil di Rp2,67 Juta per Gram, Segini Daftarnya! KKP Salurkan 12 Excavator untuk Percepat Pemulihan Sektor Perikanan Pascabencana di Sumatra Waduh! Kepatuhan Bus AKAP Masuk Terminal Hanya 57 Persen Ditjen Hubud-DGAC Prancis Perbarui Kerja Sama Teknis Penerbangan Sipil Dirjen Hubdat Sebut Penerima Diskon Tarif Penyeberangan Tembus 90 Persen Pelita Air-BNI Hadirkan Promo Diskon Tiket Domestik hingga Rp360 Ribu

ANJUNGAN

Dukung Urban Farming, IPC TPK Hadirkan Fasilitas Pengolahan Sampah Organik

badge-check


 Penyerahan bantuan secara simbolis Pelatihan Urban Farming di RPTRA Green Bisma, Papanggo. Foto istimewa/IPC TPK Perbesar

Penyerahan bantuan secara simbolis Pelatihan Urban Farming di RPTRA Green Bisma, Papanggo. Foto istimewa/IPC TPK

BT, Jakarta – Mendungnya awan, sejuknya udara, dan tertatanya sarana taman serta wahana anak membuat suasana nyaman bagi peserta pelatihan Urban Farming di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Green Bisma, Kelurahan Papanggo.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) sebagai bentuk nyata program pengembangan masyarakat (Community Development) di wilayah ring 1 pelabuhan.

Program pelatihan urban farming ini merupakan kelanjutan dari inisiatif “Pojok Kompos Papanggo” yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh IPC TPK.

Melalui program tersebut, IPC TPK memberikan bantuan sarana pengolahan sampah organik untuk mendukung upaya pengelolaan sampah terpadu dan menumbuhkan nilai ekonomi baru dari limbah rumah tangga. Hasil kompos yang diolah masyarakat kini dimanfaatkan sebagai media tanam dalam kegiatan urban farming, sehingga menciptakan siklus ekonomi sirkular yang berkelanjutan — dari pengelolaan sampah menjadi sumber daya produktif.

“Kegiatan ini selaras dengan komitmen IPC TPK untuk menghadirkan nilai keberlanjutan dari pelabuhan ke masyarakat, menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK.

IPC Terminal Petikemas menyelenggarakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Pelatihan Perkebunan Kota (Urban Farming) bagi masyarakat Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) No. 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities). Pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta ini bertempat di RPTRA Green Bisma Papanggo.

Giat ini tidak hanya berfokus pada optimalisasi lahan sempit di wilayah perkotaan agar lebih produktif, tetapi juga mendorong pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi kelompok rentan, khususnya ibu rumah tangga. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali keterampilan bertanam yang berpotensi menambah penghasilan keluarga, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen IPC TPK terhadap prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) — memastikan setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berdaya.

Mengusung tema “Menanam Kebaikan dari Pelabuhan ke Seluruh Jakarta”, IPC TPK turut mendukung Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan kota yang berketahanan pangan, hijau, dan berwawasan lingkungan.

Bekerja sama dengan Latar Babe (Lahan Terbatas Bawa Berkah), peserta pelatihan mendapatkan pembekalan mengenai metode penanaman sederhana baik secara konvensional (tanah) maupun hidroponik (air). Materi meliputi pemilihan media tanam, pembenihan, hingga teknik perawatan tanaman agar tumbuh optimal dan bebas dari parasit.

Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, program urban farming telah diterapkan di lebih dari 300 lokasi RPTRA dan lahan warga di seluruh wilayah Jakarta, dengan partisipasi aktif masyarakat yang terus meningkat. Program ini terbukti efektif dalam mengurangi sampah organik, meningkatkan ketahanan pangan lokal, serta memperkuat solidaritas sosial antar warga.

“Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam semangat untuk menjaga lingkungan dan menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar pelabuhan.” tutup Pramestie.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dirjen Hubdat Sebut Penerima Diskon Tarif Penyeberangan Tembus 90 Persen

6 Juli 2026 - 06:42 WIB

HIPMA Gowa Komisariat UIN Alauddin Makassar: Kepentingan Rakyat Harus Di Atas Kepentingan Elite Politik

6 Juli 2026 - 00:11 WIB

Warga Desa Gunung Bakti Bersatu Dukung Salamudin Syah (Edy Orga) Maju Pimpin Desa

6 Juli 2026 - 00:05 WIB

Sumur Minyak Tradisional di Darul Ihsan Aceh Timur Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

5 Juli 2026 - 23:59 WIB

LDII Sulsel Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Sulsel, Tegaskan Komitmen Sinergi Jaga Kamtibmas

5 Juli 2026 - 20:12 WIB

Dzul Rajali Nahkodai Senat Mahasiswa STKIP YPUP Makassar, Siap Bangkitkan Semangat Organisasi

5 Juli 2026 - 20:08 WIB

Dzul Rajali Nahkodai Senat Mahasiswa STKIP YPUP Makassar, Siap Bangkitkan Semangat Organisasi

5 Juli 2026 - 15:17 WIB

20 Muharram 1448 H: Momentum Memperkuat Iman, Hijrah, dan Kepedulian Sosial

5 Juli 2026 - 12:45 WIB

KMP Aceh Hebat 2 Kembali Berlayar Pascainsiden, Siap Melayani dengan Standar Keselamatan Terbaik

5 Juli 2026 - 10:33 WIB

Walikota Langsa Rombak Kabinet Secara Besar besaran 

5 Juli 2026 - 05:24 WIB

Trending di RAGAM