Menu ✖

Mode Gelap
Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

ANJUNGAN

Dukung Urban Farming, IPC TPK Hadirkan Fasilitas Pengolahan Sampah Organik

badge-check


 Penyerahan bantuan secara simbolis Pelatihan Urban Farming di RPTRA Green Bisma, Papanggo. Foto istimewa/IPC TPK Perbesar

Penyerahan bantuan secara simbolis Pelatihan Urban Farming di RPTRA Green Bisma, Papanggo. Foto istimewa/IPC TPK

BT, Jakarta – Mendungnya awan, sejuknya udara, dan tertatanya sarana taman serta wahana anak membuat suasana nyaman bagi peserta pelatihan Urban Farming di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Green Bisma, Kelurahan Papanggo.

Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir kegiatan pelatihan yang diselenggarakan oleh IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) sebagai bentuk nyata program pengembangan masyarakat (Community Development) di wilayah ring 1 pelabuhan.

Program pelatihan urban farming ini merupakan kelanjutan dari inisiatif “Pojok Kompos Papanggo” yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh IPC TPK.

Melalui program tersebut, IPC TPK memberikan bantuan sarana pengolahan sampah organik untuk mendukung upaya pengelolaan sampah terpadu dan menumbuhkan nilai ekonomi baru dari limbah rumah tangga. Hasil kompos yang diolah masyarakat kini dimanfaatkan sebagai media tanam dalam kegiatan urban farming, sehingga menciptakan siklus ekonomi sirkular yang berkelanjutan — dari pengelolaan sampah menjadi sumber daya produktif.

“Kegiatan ini selaras dengan komitmen IPC TPK untuk menghadirkan nilai keberlanjutan dari pelabuhan ke masyarakat, menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi baru.” ujar Pramestie Wulandary, Corporate Secretary IPC TPK.

IPC Terminal Petikemas menyelenggarakan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) berupa Pelatihan Perkebunan Kota (Urban Farming) bagi masyarakat Kelurahan Papanggo, Jakarta Utara. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) No. 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan (Sustainable Cities and Communities). Pelatihan yang diikuti oleh 30 peserta ini bertempat di RPTRA Green Bisma Papanggo.

Giat ini tidak hanya berfokus pada optimalisasi lahan sempit di wilayah perkotaan agar lebih produktif, tetapi juga mendorong pemberdayaan sosial dan ekonomi bagi kelompok rentan, khususnya ibu rumah tangga. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali keterampilan bertanam yang berpotensi menambah penghasilan keluarga, sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan komitmen IPC TPK terhadap prinsip Diversity, Equity, and Inclusion (DEI) — memastikan setiap lapisan masyarakat memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang dan berdaya.

Mengusung tema “Menanam Kebaikan dari Pelabuhan ke Seluruh Jakarta”, IPC TPK turut mendukung Pemprov DKI Jakarta dalam mewujudkan kota yang berketahanan pangan, hijau, dan berwawasan lingkungan.

Bekerja sama dengan Latar Babe (Lahan Terbatas Bawa Berkah), peserta pelatihan mendapatkan pembekalan mengenai metode penanaman sederhana baik secara konvensional (tanah) maupun hidroponik (air). Materi meliputi pemilihan media tanam, pembenihan, hingga teknik perawatan tanaman agar tumbuh optimal dan bebas dari parasit.

Sebagai informasi, berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta, program urban farming telah diterapkan di lebih dari 300 lokasi RPTRA dan lahan warga di seluruh wilayah Jakarta, dengan partisipasi aktif masyarakat yang terus meningkat. Program ini terbukti efektif dalam mengurangi sampah organik, meningkatkan ketahanan pangan lokal, serta memperkuat solidaritas sosial antar warga.

“Melalui pelatihan ini, kami tidak hanya menanam tanaman, tetapi juga menanam semangat untuk menjaga lingkungan dan menumbuhkan kemandirian ekonomi masyarakat sekitar pelabuhan.” tutup Pramestie.(ahmad)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Kekeringan Hampir Empat Bulan, Bupati Fakfak Kerahkan Seluruh OPD Bantu Salurkan Air Bersih

6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Almujaini Abdul Karim Kembali Pimpin Musara Gayo Jabodetabek

6 Oktober 2026 - 12:54 WIB

ASDP Nyatakan Layanan Ketapang–Gilimanuk Kembali Lancar

6 Oktober 2026 - 12:48 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Becak Listrik Prabowo: Ketika Teknologi Datang ke Jalanan Rakyat

6 Oktober 2026 - 08:34 WIB

Putra Aceh Dipercaya Duduki Kursi BPK RI, Khaidir Abdurrahman Siap Emban Amanah

6 Oktober 2026 - 06:21 WIB

118 Bus Shuttle DAMRI Siap Layani Mobilitas Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026

6 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Pelindo Regional 4 Raih Dua Penghargaan P-TEC 2026

6 Oktober 2026 - 05:25 WIB

Trending di ANJUNGAN