Wartatrans.com, JAKARTA – Direktorat Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda (Ditjen Intram) turut hadir dalam ajang Busworld Southeast Asia 2026.
Pada kesempatan itu, Ditjen tampil dengan membawa konsep transportasi hijau dan integrasi multimoda sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi sistem transportasi nasional yang modern, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Kehadiran Ditjen Intram pada pameran ini menjadi wadah dan bukti kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, operator transportasi, dan masyarakat dalam membangun mobilitas masa depan yang lebih efisien dan rendah emisi.
Pada booth Ditjen Intram, pengunjung dapat melihat langsung demonstrasi aplikasi Integrasi Hub, informasi terkait Transit Oriented Development (TOD), perizinan Badan Usaha Angkutan Multimoda (BUAM).
Ada juga berbagai konsep integrasi transportasi antarmoda lainnya yang mendukung konektivitas masyarakat secara lebih mudah dan berkelanjutan.
Berbagai inovasi tersebut ditampilkan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam mendorong sistem transportasi publik yang terkoneksi dan ramah lingkungan di Indonesia.
Partisipasi Ditjen Intram dalam Busworld Southeast Asia 2026 diharapkan dapat memperkuat sinergi lintas sektor dalam pengembangan ekosistem transportasi hijau di Indonesia dan kawasan ASEAN.
Selain menjadi ruang edukasi dan diskusi mengenai integrasi transportasi, kehadiran booth Ditjen Intram juga menunjukkan kesiapan Indonesia dalam menghadapi perkembangan industri transportasi masa depan yang semakin berbasis teknologi, konektivitas, dan keberlanjutan. (omy)





























