Wartatrans.com, ACEH TENGAH —Fenomena tanah amblas di Desa Pondok Balik, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, terus meluas dan kian mengkhawatirkan.
Luas area amblasan kini diperkirakan telah mencapai lebih dari 30.000 meter persegi (sekitar 3 hektare). Awalnya, amblasan hanya terjadi di area beberapa ribu meter persegi, namun dari tahun ke tahun terus berkembang.

Amblasan tersebut menyerupai sinkhole atau kubangan besar, yang telah menelan lahan pertanian milik warga, memutus badan jalan utama, serta semakin mendekati permukiman penduduk.
Akibatnya, jalan lintas antar kabupaten Aceh Tengah–Bener Meriah terputus total, sehingga mengganggu mobilitas masyarakat dan distribusi barang.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menggelar rapat koordinasi untuk membahas fenomena ini dan menimbang langkah teknis penanganan ke depan. Sementara itu, PLN turut melakukan langkah mitigasi dengan mengamankan jaringan transmisi listrik 150 kV Bireuen–Takengon, termasuk relokasi jaringan dari zona rawan longsor.
Fenomena tanah amblas ini bukan kejadian baru. Warga menyebutkan pergerakan tanah telah berlangsung selama bertahun-tahun dan terus memburuk.
Kekhawatiran meningkat saat hujan deras, karena berpotensi memicu longsor tambahan dan memperluas area amblasan.
Secara teknis, struktur geologi wilayah tersebut dinilai rapuh. Tanah yang berasal dari material vulkanik mudah jenuh air, sehingga curah hujan tinggi mempercepat pergerakan tanah.
Fenomena ini kini menjadi ancaman serius bagi permukiman warga, infrastruktur vital, lahan pertanian, serta perekonomian lokal. Hingga saat ini, kondisi di lapangan masih dinamis dan memerlukan perhatian serta penanganan berkelanjutan dari pihak terkait.*** (Kamaruzzaman)
























