Menu

Mode Gelap
Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi KAI Targetkan Stasiun Gambir Layani KRL pada 2028, Dukung Akses Langsung ke Monas KAI Perkuat Operasi dan Transformasi Bisnis Usai RUPS 2025, Bobby Rasyidin Paparkan Empat Arah Strategis Perkuat Ekosistem Penerbangan Nasional, INACA Kembali Gelar Indonesia Aero Summit Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

PERISTIWA

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Melantik 1049 ‘Pelayan Masyarakat’

badge-check


 Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Melantik 1049 ‘Pelayan Masyarakat’ Perbesar

Wartatrans.com, JATENG — Dengan adanya penataan organisasi perangkat daerah dan seiring dengan penerapan Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) baru di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Gubernur Ahmad Luthfi melantik lebih dari seribu pejabat aparatur sipil negara (ASN).

Dalam acara yang berlangsung Kamis di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang ini, Luthfi menegaskan bahwa pemilihan pejabat di lingkungannya tidak berdasar negosiasi apalagi titipan.

Sang nomer satu di Jateng mengatakan bahwa seluruh proses mutasi, rotasi, dan promosi ASN dilakukan secara profesional, tidak direkayasa dan sesuai sistem merit.

Penandatanganan SK pelantikan.

“Jangan ada pemikiran bahwa birokrasi bisa direkayasa. Jabatan di sini ditentukan sistem merit, bukan oleh titipan atau tawar-menawar,” katanya.

Para pejabat yang dilantik telah melalui mekanisme dan kualifikasi sesuai ketentuan Badan Kepegawaian Negara (BKN) serta Kementerian Dalam Negeri, maka dengan demikian prinsip sistem merit berjalan.

Luthfi mengibaratkan birokrasi itu motor dan bahan bakarnya adalah ASN. Sang motor akan berjalan bagus dan memuaskan jika diisi bahan bakar berkualitas.

Dengan kata lain Luthfi mengharap integritas dan pelayanan publik menjadi orientasi utama ASN. Menurutnya, keberhasilan birokrasi diukur dari kualitas layanan kepada masyarakat.

“Masyarakat adalah Ndoro (Tuan), sedangkan ASN adalah pelayan. Birokrasi hadir untuk melayani,” ujar Luthfi.

Para pelayan masyarakat.

Pelantikan diikuti 1.049 ‘Pelayan Masyarakat’

yang rinciannya terdiri atas 46 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, dimana 37 merupakan pengukuhan jabatan tetap, sedangkan yang 9 berdasarkan rekomendasi BKN.

Kemudian 381 Pejabat Administrator terdiri dari 71 pengukuhan jabatan tetap, dan 309 berdasarkan rekomendasi BKN, serta 1 dari Kemendagri.

Selanjutnya 623 Pejabat Pengawas yang terdiri dari 175 pengukuhan jabatan tetap, dan 440 berdasarkan rekomendasi BKN.*** (Slamet Widodo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Eksekusi Lahan Pasar Inpres Takengon Ricuh, Aparat Amankan Situasi

8 Juli 2026 - 15:02 WIB

Momentum HUT Ke-13, IPC TPK Hadirkan Khitanan Massal untuk Masyarakat

8 Juli 2026 - 12:43 WIB

Ombudsman RI Tinjau Pelabuhan Tanjung Priok, Pelayanan Publik Pelindo Tuai Apresiasi

8 Juli 2026 - 12:32 WIB

Mendagri Tito Karnavian Temui Tokoh Masyarakat Enang-Enang, Bahas Solusi Jalan dan Jembatan

7 Juli 2026 - 23:54 WIB

Pelindo Solusi Digital Perkuat Rantai Pasok Nasional Lewat Implementasi Produk Digital Pelabuhan

7 Juli 2026 - 20:57 WIB

Terminal Teluk Lamong Gandeng Suara Surabaya Media, Perkuat Edukasi Publik untuk Mitigasi Kepadatan Arus Logistik

7 Juli 2026 - 20:20 WIB

13 Keuchik Kluet Tengah Bersatu Desak Pemerintah Segera Tetapkan WPR

7 Juli 2026 - 13:10 WIB

Mustafa Gaseu Soroti 60 Unit Rumah Bantuan APBA di Aceh Barat Mangkrak, Desak Pemerintah Aceh Segera Tuntaskan Pembangunan

7 Juli 2026 - 12:15 WIB

Pelindo Regional 2 Tanjung Priok Teguhkan Komitmen Pelayanan Melalui Penandatanganan Maklumat Pelayanan

6 Juli 2026 - 17:38 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Serah Terima Jabatan Nakhoda Kapal Negara Patroli, Perkuat Profesionalisme dan Keselamatan Pelayaran

6 Juli 2026 - 17:30 WIB

Trending di ANJUNGAN