Menu ✖

Mode Gelap
Kendaraan di Bali Tembus 5,2 Juta, Bagaimana dengan Jangkauan Angkutan Umum? Situ Gede Tasikmalaya Mengering, 230 Hektare Sawah Terdampak dan Hampir 100 Ribu Jiwa Dilanda Krisis Air Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa Waduk Jatiluhur Menyusut, Dasar Waduk Jadi Kebun Warga, Ancaman Krisis Air Mengintai Jakarta KAI Daop 4 Semarang Obral Tiket Kereta Api dengan Tarif Khusus INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat

PERISTIWA

Ibu-Ibu Yayasan Solusi Sampah Nusantara Sulap Limbah Plastik Jadi Kerajinan Bernilai

badge-check


 Ibu-Ibu Yayasan Solusi Sampah Nusantara Sulap Limbah Plastik Jadi Kerajinan Bernilai Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR – Berawal dari keprihatinan terhadap menumpuknya sampah plastik yang sulit terurai, sekelompok ibu-ibu di bawah naungan Yayasan Solusi Sampah Nusantara di Cigombong, Kabupaten Bogor, berhasil mengubah limbah plastik kresek menjadi aneka karya seni bernilai.

Inisiatif ini digagas oleh Yonsah Minanda, Ketua Pembina yayasan, yang sejak tiga tahun lalu bertekad mencari solusi agar sampah plastik tidak sekadar menjadi beban lingkungan.

Melalui pelatihan dan pendampingan yang digelar rutin, Yonsah bersama para anggota yayasan kini mampu menyulap plastik menjadi berbagai produk kerajinan seperti bunga hias lengkap dengan potnya, tempat tisu, tas, hingga cendera mata lainnya.

Merapihkan sampah plastik sebelum dikemas menjadi kerajinan bernilai ekonomi.

Selama ini, produk kerajinan tersebut dipasarkan sebagai souvenir dan kebutuhan rumah tangga di lingkungan sekitar. Meski masih dalam skala terbatas, upaya para ibu ini mendapat dukungan luas dari warga setempat, pemerintah desa dan kecamatan, serta dinas lingkungan hidup dan kesbangpol.

Yonsah berharap, gerakan daur ulang ini dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas bahwa sampah plastik bisa kembali bernilai guna jika disentuh kreativitas.

“Kami ingin membuktikan bahwa limbah plastik dapat diolah menjadi barang bermanfaat, sekaligus mengurangi beban lingkungan,” ujarnya.

Melalui ruang produktif yang terus dikembangkan, Yayasan Solusi Sampah Nusantara optimistis dapat memperluas dampak gerakan ini ke lebih banyak wilayah.*** (Dulloh)

Perencanaan pengembangan pun dilakukan oleh anggota yayasan.

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Situ Gede Tasikmalaya Mengering, 230 Hektare Sawah Terdampak dan Hampir 100 Ribu Jiwa Dilanda Krisis Air

13 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bupati Bogor Rudy Susmanto Disorot, Teken 9 Siteplan Summarecon di Atas Tanah Warisan yang Masih Bersengketa

13 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Waduk Jatiluhur Menyusut, Dasar Waduk Jadi Kebun Warga, Ancaman Krisis Air Mengintai Jakarta

13 Oktober 2026 - 18:21 WIB

INACA Dorong Percepatan Pembebasan Pajak Suku Cadang Pesawat

13 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Ditjenpas Jabar Gandeng PWI untuk Perkuat Komunikasi Publik

13 Oktober 2026 - 15:27 WIB

Alam Pedang Berkibar di Takengon, Zam Zam Mubarak: Momentum Kebangkitan Identitas Historis Gayo

13 Oktober 2026 - 15:21 WIB

H. Fikri Prihatin Kenakalan Remaja Kembali Marak di Kabupaten Bogor, Semua Pihak Diminta Turun Tangan

13 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Prabowo dan El-Sisi Sepakati Empat Kerja Sama Strategis, Indonesia–Mesir Perkuat Kemitraan Ekonomi hingga Pertahanan

13 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Kabut Asap Kepung Fakfak, Warga Bertahan di Rumah, Kualitas Udara Mengancam Kesehatan

13 Oktober 2026 - 12:30 WIB

SCI Apresiasi Pelaku Usaha Lewat Indonesia Logistics Awards 2026

13 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Trending di EKOBIS