Wartatrans.com, JAKARTA – Di tengah dinamika industri penerbangan nasional, Asosiasi Maskapai Penerbangan Nasional Indonesia (INACA) bekerjasama dengan INNOWINN Internasional akan menggelar kembali Indonesia Aero Summit (IAS).
Forum internasional yang ketiga kalinya tersebut, akan digelar dua hari di Jakarta, 8 dan 9 Juli 2026.

“Kegiatan ini kembali akan menghadirkan pembicara yang kompeten dan pemegang keputusan baik di regulator dan operator penerbangan dalam dan luar negeri,” tutur Ketua INACA Denon Prawiratmadja, Senin (27/4/2026).
Dari dalam negeri, dijadwalkan hadir menjadi pembicara dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Danantara, InJourney Airport, Airnav Indonesia, Pertamina Patra Niaga, KNKT, Batam Internasional Airport, ITB Bandung, PPIC Curug, GMF, Batam Aero Teknik serta perwakilan maskapai nasional yaitu Garuda, Citilink, Pelita Air, Mukhtara Air, Lion Air dan masih banyak lagi.
Sedangkan pembicara dari luar negeri akan hadir di antaranya Lufthansa Technic, Korn Ferry, Zurich Airport, Emirates Flight Training Academy, Deloitte Consulting, Accomodation Plus International, Airline Pilot and Aviation Safety Advocate, Arthur D. Little dan yang lainnya.
“IAS 2026 akan mengangkat tema besar Sustainable Aviation Ecosystem yang merepresentasikan visi besar dengan tujuan untuk membangun sistem penerbangan nasional yang terintegrasi, tangguh, dan berkelanjutan secara menyeluruh,” ungkap Denon.
Tema ini menekankan bahwa keberlanjutan industri aviasi tidak hanya terbatas pada pengurangan emisi karbon, tetapi juga mencakup transformasi di seluruh rantai nilai penerbangan, mulai dari kebijakan, operasional, teknologi, hingga kolaborasi lintas sektor.
Melalui pendekatan ekosistem, seluruh pemangku kepentingan —pemerintah, operator bandara, maskapai, industri manufaktur, penyedia energi, hingga institusi riset/ lembaga pendidikan— didorong untuk berkolaborasi dalam menciptakan solusi inovatif.
Hal ini meliputi pengembangan bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dan carbon trading, modernisasi infrastruktur bandara, efisiensi manajemen lalu lintas udara, serta pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan kinerja operasional.
Di sisi lain, tema ini juga mengangkat pentingnya keseimbangan antara pertumbuhan industri dengan dampak sosial dan ekonomi.
“Penerbangan yang berkelanjutan harus mampu meningkatkan konektivitas nasional, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta tetap memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja dan masyarakat sekitar,” kata dia.
Dengan mengusung Sustainable Aviation Ecosystem, Indonesia Aero Summit akan menjadi wadah strategis untuk merumuskan arah masa depan industri penerbangan Indonesia—menuju sistem yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing global, sekaligus bertanggungjawab terhadap lingkungan dan generasi mendatang.
Hal tersebut sangat penting mengingat tahun 2026 diharapkan menjadi titik tolak untuk lebih meningkatkan industri penerbangan nasional Indonesia, sehingga dapat membantu target Pemerintah dalam menumbuhkan ekonomi nasional sebesar 8% pada tahun 2029 sekaligus menjadikan industri penerbangan nasional mampu lebih bersaing di tingkat internasional.
“INACA membuka kesempatan bagi semua pihak yang ingin berpartisipasi dalam Indonesia Aero Summit (IAS) 2026 dengan menghubungi email: marketing@innowinn.com,” pungkasnya. (omy)






























