Menu

Mode Gelap
Buntut OTT KPK Di Kantor ATR/BPN Cibinong , HPPMI Dan LIRA Gelar Syukuran Serta Potong Domba.  SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan Bhutan Bersiap Gelar Bathing Carnival Bhutan Kedua di Telung, PemaGathsel KRL Jabodetabek Kembali Layani 1.065 Perjalanan, Empat Jadwal Bogor Dipulihkan Tata Terminal LNG Benoa, Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi di Bali Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR

ANJUNGAN

KMP Ferrindo 5 Lepas Kandas, Siap Kembali Berlayar Distribusi Logistik Jawa-Kalimantan

badge-check


 Layanan LDF ASDP Jawa-Kalimantan Perbesar

Layanan LDF ASDP Jawa-Kalimantan

Wartatrans.com, PONTIANAK – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan layanan penyeberangan, khususnya pada lintasan strategis Long Distance Ferry (LDF) Patimban–Pontianak yang menjadi salah satu urat nadi distribusi logistik antara Pulau Jawa dan Kalimantan.

Keberhasilan pelepasan KMP Ferrindo 5 dari kondisi kandas pada Rabu (22/4) pukul 19.10 WIB menjadi cerminan respons cepat, terukur, dan berorientasi keselamatan dalam memastikan arus barang antarwilayah tetap terjaga.

Insiden kandas terjadi Ahad (12/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, saat kapal berada di alur keluar Pelabuhan Pontianak.

Kondisi arus pasang yang cukup kuat disertai hembusan angin menyebabkan kapal terdorong keluar jalur pelayaran hingga akhirnya kandas di sisi utara alur dengan karakteristik dasar perairan berlumpur.

“Dalam situasi tersebut, langkah penanganan segera dilakukan secara sistematis dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keselamatan sebagai prioritas utama, mengingat pentingnya lintasan ini dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional,” ungkap Corporate Secretary ASDP Windy Andale, Kamis (23/4/2026).

Dia menyampaikan, keberhasilan pelepasan kapal merupakan hasil koordinasi intensif dan kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan.

Lintasan LDF Patimban–Pontianak memiliki peran strategis dalam menghubungkan pusat-pusat produksi di Jawa dengan wilayah distribusi di Kalimantan.

“Karena itu, setiap tahapan penanganan kami jalankan secara terencana dan disiplin terhadap standar operasional, guna memastikan layanan logistik tetap berjalan aman, terkendali, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebelum kembali diberangkatkan, KMP Ferrindo 5 telah melalui rangkaian pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan seluruh aspek teknis dalam kondisi optimal.

Setelah dinyatakan memenuhi ketentuan keselamatan dan memeroleh Surat Persetujuan Berlayar (SPB), kapal diberangkatkan menuju Patimban pada hari ini pukul 10.40 WIB.

General Manager ASDP Cabang Pontianak Adolf Enoch menjelaskan, selama proses penanganan, perusahaan secara konsisten melakukan evaluasi berkala melalui safety meeting serta penyusunan work plan terpadu sebagai panduan operasional di lapangan.

Seluruh kesiapan teknis, termasuk optimalisasi peralatan dan dukungan tugboat, dipastikan dalam kondisi prima sehingga proses pelepasan kapal dapat berlangsung efektif, terukur, dan sesuai standar keselamatan.

Dia menegaskan, perhatian terhadap pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama sepanjang proses berlangsung.

Evakuasi penumpang dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, kebutuhan logistik di atas kapal tetap terpenuhi secara berkelanjutan, serta fasilitas rumah singgah disiapkan bagi penumpang yang melanjutkan perjalanan melalui jalur darat.

Sebagai kapal yang melayani lintasan LDF, KMP Ferrindo 5 memiliki kapasitas angkut hingga 60 penumpang terbatas yang diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan, serta mampu mengakomodasi sekitar 40 unit kendaraan campuran.

Peran ini menjadikan kapal sebagai bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang, stabilitas pasokan, serta konektivitas ekonomi antara Pulau Jawa dan Kalimantan.

“Keberhasilan penanganan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan ASDP dalam memperkuat layanan penyeberangan sebagai infrastruktur logistik nasional,” katanya.

Melalui penerapan standar keselamatan yang konsisten, penguatan koordinasi lintas pihak, serta peningkatan kualitas layanan secara berkesinambungan.

ASDP memastikan setiap pelayaran tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menjaga kesinambungan distribusi logistik yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi,” tutup Windy. (omy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

SCI Gelar IEO 2027, Bahas Proyeksi Pertumbuhan Transportasi dan Pergudangan

21 September 2026 - 14:37 WIB

Tata Terminal LNG Benoa, Pelindo Multi Terminal Dukung Ketahanan Energi di Bali

21 September 2026 - 10:52 WIB

Melalui Pertukaran Data ADS-B, AirNav dan CAAS Perkuat Layanan Lintas FIR

21 September 2026 - 10:41 WIB

Penyebab Kecelakaan Virgo Transport 8 Perlu Dibuktikan Secara Menyeluruh

21 September 2026 - 10:12 WIB

Menuju Go Live, Pelindo Solusi Digital Gandeng ASDEKI Perkuat Integrasi Layanan Digital Pelabuhan dan Hinterland

21 September 2026 - 09:46 WIB

Perkuat Tata Kelola & Kepatuhan, PT Federal International Finance Raih Sertifikasi ISO 37301:2021

21 September 2026 - 09:39 WIB

PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026

20 September 2026 - 16:42 WIB

Kemenhub Perkuat Kesiapan Awak Kapal PELNI Hadapi Situasi Darurat

20 September 2026 - 16:34 WIB

Kinerja 2025 Moncer, Pelindo Naik 3 Peringkat di Fortune Indonesia 100

20 September 2026 - 13:49 WIB

Kuartal II-2026, GMF Bukukan Pertumbuhan Pendapatan 51%

20 September 2026 - 13:18 WIB

Trending di EKOBIS