Menu

Mode Gelap
Rani Pancarani Sulap Kelas Vokal Jadi Ruang Belajar yang Menyenangkan, Lagu Mandarin Kian Digemar Perkuat Keselamatan, Grab, Kemenhub, dan AISI Gelar Pelatihan bagi 1.052 Mitra Pengemudi di 5 Kota KAI Angkut 32,50 Juta Ton Barang pada Semester I 2026, Perkuat Integrasi Logistik Nasional 1,68 Juta Penumpang KA Jarak Jauh Manfaatkan Face Recognition di Daop 1 Jakarta pada Semester I 2026 Hari Anak Nasional, drg. Ambar Puspitasari SpKGA, Edukasi Kesehatan Gigi Murid Disabilitas pada Pengguna Transportasi Publik Gelar RUPSLB, Dirut GMFI Sebut Pemegang Saham Setujui Kuasi Reorganisasi

ANJUNGAN

KMP Ferrindo 5 Lepas Kandas, Siap Kembali Berlayar Distribusi Logistik Jawa-Kalimantan

badge-check


 Layanan LDF ASDP Jawa-Kalimantan Perbesar

Layanan LDF ASDP Jawa-Kalimantan

Wartatrans.com, PONTIANAK – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keandalan layanan penyeberangan, khususnya pada lintasan strategis Long Distance Ferry (LDF) Patimban–Pontianak yang menjadi salah satu urat nadi distribusi logistik antara Pulau Jawa dan Kalimantan.

Keberhasilan pelepasan KMP Ferrindo 5 dari kondisi kandas pada Rabu (22/4) pukul 19.10 WIB menjadi cerminan respons cepat, terukur, dan berorientasi keselamatan dalam memastikan arus barang antarwilayah tetap terjaga.

Insiden kandas terjadi Ahad (12/4/2026) sekitar pukul 23.30 WIB, saat kapal berada di alur keluar Pelabuhan Pontianak.

Kondisi arus pasang yang cukup kuat disertai hembusan angin menyebabkan kapal terdorong keluar jalur pelayaran hingga akhirnya kandas di sisi utara alur dengan karakteristik dasar perairan berlumpur.

“Dalam situasi tersebut, langkah penanganan segera dilakukan secara sistematis dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan keselamatan sebagai prioritas utama, mengingat pentingnya lintasan ini dalam mendukung kelancaran rantai pasok nasional,” ungkap Corporate Secretary ASDP Windy Andale, Kamis (23/4/2026).

Dia menyampaikan, keberhasilan pelepasan kapal merupakan hasil koordinasi intensif dan kolaborasi erat dengan berbagai pemangku kepentingan.

Lintasan LDF Patimban–Pontianak memiliki peran strategis dalam menghubungkan pusat-pusat produksi di Jawa dengan wilayah distribusi di Kalimantan.

“Karena itu, setiap tahapan penanganan kami jalankan secara terencana dan disiplin terhadap standar operasional, guna memastikan layanan logistik tetap berjalan aman, terkendali, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sebelum kembali diberangkatkan, KMP Ferrindo 5 telah melalui rangkaian pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan seluruh aspek teknis dalam kondisi optimal.

Setelah dinyatakan memenuhi ketentuan keselamatan dan memeroleh Surat Persetujuan Berlayar (SPB), kapal diberangkatkan menuju Patimban pada hari ini pukul 10.40 WIB.

General Manager ASDP Cabang Pontianak Adolf Enoch menjelaskan, selama proses penanganan, perusahaan secara konsisten melakukan evaluasi berkala melalui safety meeting serta penyusunan work plan terpadu sebagai panduan operasional di lapangan.

Seluruh kesiapan teknis, termasuk optimalisasi peralatan dan dukungan tugboat, dipastikan dalam kondisi prima sehingga proses pelepasan kapal dapat berlangsung efektif, terukur, dan sesuai standar keselamatan.

Dia menegaskan, perhatian terhadap pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama sepanjang proses berlangsung.

Evakuasi penumpang dilakukan secara bertahap dan terkoordinasi, kebutuhan logistik di atas kapal tetap terpenuhi secara berkelanjutan, serta fasilitas rumah singgah disiapkan bagi penumpang yang melanjutkan perjalanan melalui jalur darat.

Sebagai kapal yang melayani lintasan LDF, KMP Ferrindo 5 memiliki kapasitas angkut hingga 60 penumpang terbatas yang diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan, serta mampu mengakomodasi sekitar 40 unit kendaraan campuran.

Peran ini menjadikan kapal sebagai bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang, stabilitas pasokan, serta konektivitas ekonomi antara Pulau Jawa dan Kalimantan.

“Keberhasilan penanganan ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan ASDP dalam memperkuat layanan penyeberangan sebagai infrastruktur logistik nasional,” katanya.

Melalui penerapan standar keselamatan yang konsisten, penguatan koordinasi lintas pihak, serta peningkatan kualitas layanan secara berkesinambungan.

ASDP memastikan setiap pelayaran tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga menjaga kesinambungan distribusi logistik yang menjadi fondasi pertumbuhan ekonomi,” tutup Windy. (omy)

 

 

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Gelar RUPSLB, Dirut GMFI Sebut Pemegang Saham Setujui Kuasi Reorganisasi

28 Juli 2026 - 15:47 WIB

IPCC Jaga Kinerja Operasional di Tengah Pelemahan Pasar Kuartal II 2026

28 Juli 2026 - 15:17 WIB

ASDP Percepat Realisasi Long Distance Ferry, Perkuat Konektivitas Jawa–NTT

28 Juli 2026 - 14:15 WIB

Koperasi Karyawan Didorong Naik Kelas, Tak Lagi Sekadar Wadah Simpan Pinjam

28 Juli 2026 - 09:49 WIB

Perkuat Kolaborasi Penanganan Masalah Hukum, Pelindo Regional 2 Banten dan Kejaksaan Negeri Cilegon Perpanjang Nota Kesepahaman

27 Juli 2026 - 21:11 WIB

Hadapi Dinamika Global, IPCC Bukukan Pertumbuhan Kinerja Keuangan Berkelanjutan pada Semester I 2026

27 Juli 2026 - 21:00 WIB

J&T Express Berinduk di Cayman dan IPO di Hong Kong

27 Juli 2026 - 15:32 WIB

AirNav dan Airservices Australia Kerja Sama Modernisasi Navigasi Penerbangan

27 Juli 2026 - 15:22 WIB

BUMD Dituntut Ubah Model Bisnis saat Modernisasi 16 Ribu Pasar Rakyat

27 Juli 2026 - 09:40 WIB

Penerbangan Pelita Air Hadirkan Produk UMKM Binaan Pertamina

27 Juli 2026 - 09:11 WIB

Trending di EKOBIS