Menu ✖

Mode Gelap
Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen Tarif TransJakarta Disesuaikan 2027 Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85% APJAPI Nilai Layanan Bagasi Citilink Bertentangan dengan Aturan Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

PERON

KAI Angkut 162.261 Ton Hasil Perkebunan pada Triwulan I 2026, Terus Tumbuh Meningkat

badge-check


 KAI Angkut 162.261 Ton Hasil Perkebunan pada Triwulan I 2026, Terus Tumbuh Meningkat Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menghadirkan layanan angkutan logistik berbasis rel yang andal untuk mendukung distribusi nasional. Sepanjang Triwulan I 2026, KAI mencatat volume angkutan komoditas perkebunan mencapai 162.261 ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 156.100 ton.

Pergerakan ini menunjukkan distribusi hasil perkebunan tetap terjaga di berbagai wilayah. Kereta api memberikan kepastian waktu tempuh dengan kapasitas angkut yang besar, sehingga komoditas dari daerah perkebunan dapat tersalurkan ke pabrik pengolahan lebih lancar.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa layanan logistik kereta api memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok nasional, khususnya pada sektor perkebunan.

“Distribusi hasil perkebunan melalui kereta api membantu menjaga kesinambungan pasokan bahan baku dari hulu ke hilir. Dengan kapasitas angkut yang besar dan waktu tempuh yang lebih pasti, pergerakan komoditas dapat berjalan lebih efisien,” ujar Anne.

Pemanfaatan CPO semakin strategis seiring pengembangan bahan bakar minyak (BBM) berbasis campuran nabati di Indonesia. Kelapa sawit menjadi salah satu komponen dalam campuran tersebut, yang mendukung penggunaan energi terbarukan yang terus dikembangkan.

Melalui angkutan logistik berbasis rel, bahan baku seperti CPO dapat berpindah dari satu titik ke titik lainnya. Perjalanan ini membantu industri tetap berjalan sekaligus menjaga ketersediaan energi dari bahan baku dalam negeri.

“Kami memastikan setiap perjalanan logistik berlangsung aman dan tepat waktu. Dari satu perjalanan ke perjalanan berikutnya, peran ini ikut menjaga aktivitas ekonomi tetap berjalan dan bertumbuh,” tutup Anne.(fahmi)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Penumpang KA Joglosemarkerto Tembus 1,1 Juta hingga September 2026, Naik 9,73 Persen

6 Oktober 2026 - 23:52 WIB

8.336 Peserta Rekrutmen KAI Jalani Seleksi Kesehatan di Klinik Mediska Manggarai

6 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Wisatawan Meningkat, Pelanggan Kereta Panoramic Tumbuh 62,86 Persen

6 Oktober 2026 - 10:21 WIB

Whoosh Tebar Promo 10.10! Ada Diskon hingga 50% dan Potongan hingga Rp150 Ribu

6 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Travelator Integrasi Karet-Sudirman Baru Mulai Dirakit, KAI Kejar Penyelesaian Akhir Tahun

5 Oktober 2026 - 21:18 WIB

Eskalator Stasiun Duri Masih Diperbaiki, KAI Commuter Siapkan Uji Kelayakan

5 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Pengguna Commuter Line Jabodetabek Tembus 271,48 Juta hingga September 2026

5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Tujuh Trainset KRL INKA Kembali Beroperasi di Bogor Line Mulai Besok

5 Oktober 2026 - 19:53 WIB

KAI Services Buka Area Parkir di Stasiun Muara Enim, Hadirkan Kemudahan bagi Pengguna Kereta Api

5 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Wisatawan Mancanegara Pengguna Kereta Api di Daop 1 Jakarta Tembus 125 Ribu, Naik 4,7 Persen

5 Oktober 2026 - 12:31 WIB

Trending di PERON