Wartatrans.com, PALEMBANG – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional III Palembang mengintensifkan sosialisasi keselamatan sekaligus melakukan penutupan perlintasan tidak resmi guna menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang pada Triwulan I 2026.
Selama periode Januari hingga Maret 2026, KAI Divre III Palembang telah melaksanakan 12 kali sosialisasi di sekolah dan pondok pesantren di sekitar jalur rel. Selain itu, sebanyak 40 kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas juga dilakukan kepada pengguna jalan melalui pembagian brosur dan pemasangan spanduk.

Upaya edukasi tersebut diperkuat dengan pemasangan 104 banner keselamatan di titik perlintasan yang rawan dan memiliki lalu lintas padat. Langkah ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya disiplin saat melintasi rel kereta api.
Tidak hanya sosialisasi, KAI juga melakukan tindakan tegas dengan menutup atau menyempitkan 3 perlintasan tidak resmi yang dinilai berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.
Manager Humas KAI Divre III Palembang, Aida Suryanti, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya preventif yang dilakukan secara berkelanjutan.
“Peran masyarakat sangat krusial. Kami mengimbau agar setiap pengguna jalan selalu berhenti, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan kondisi aman sebelum melintas. Jangan mengambil risiko di perlintasan, karena keselamatan adalah yang utama,” tegas Aida, dikutip Kamis (16/4/2026).
Selain itu, KAI Divre III Palembang juga aktif melakukan 72 kali koordinasi dengan pemangku kepentingan seperti Dinas Perhubungan, Kepolisian, dan TNI guna memperkuat pengawasan di titik-titik rawan.
Ke depan, KAI memastikan akan terus menggencarkan sosialisasi serta berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk menciptakan perlintasan yang lebih aman, tertib, dan bebas dari potensi kecelakaan.(fahmi)






























