Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) memperkuat komitmennya menghadirkan perjalanan yang tidak hanya nyaman, tetapi juga edukatif melalui kolaborasi strategis dengan museum cagar budaya.
Kerja sama ini mengintegrasikan layanan kereta wisata dengan destinasi wisata sejarah yang kini terhubung dalam sistem Online Travel Agent (OTA) KAI Wisata sebagai kanal penjualan terpadu.

Direktur Utama KAI Wisata, Raden Agus Dwinanto Budiadji, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis dalam menggabungkan kekuatan transportasi dan pariwisata edukatif.
“Kami ingin menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memperkaya wawasan, khususnya dalam mengenal sejarah dan budaya bangsa,” ujar Raden Agus, Rabu (15/4/2026).
Melalui kerja sama ini, KAI Wisata dan museum cagar budaya menghadirkan program kolaborasi dan promosi bersama. Wisatawan dapat menikmati perjalanan menggunakan kereta wisata sekaligus mengakses destinasi museum dalam satu paket terintegrasi.
Lewat sistem OTA KAI Wisata, pelanggan juga dapat merencanakan perjalanan secara praktis, mulai dari transportasi hingga tiket masuk museum.
Agus menambahkan, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan wisata berbasis sejarah yang terintegrasi.
“Dengan integrasi ini, kami ingin menjadikan museum sebagai destinasi yang lebih mudah diakses, menarik, dan relevan dengan kebutuhan wisata masa kini, baik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara,” katanya.
Ia menyebut, kolaborasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pelestarian budaya nasional sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berkelanjutan.
Kehadiran paket wisata edukasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan minat masyarakat terhadap sejarah serta memberikan nilai tambah dalam perjalanan wisata.
KAI Wisata, lanjut Agus, akan terus berinovasi dan berkolaborasi dalam menghadirkan layanan terbaik bagi pelanggan.
“Kami berharap inisiatif ini dapat menjadi kontribusi nyata dalam memperkenalkan Indonesia sebagai negeri yang kaya sejarah kepada dunia, serta memperkuat ekosistem pariwisata yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tutupnya.(fahmi)































