Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Services sebagai Central of Services PT Kereta Api Indonesia (Persero) membuka peluang kerja sama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk memasarkan produk makanan dan minuman di kereta api melalui layanan Kereta Makan dan Loko Cafe.
Direktur Utama KAI Services, Krisna Arianto, mengatakan pihaknya terbuka terhadap kolaborasi dengan UMKM yang ingin menjangkau pasar lebih luas melalui moda transportasi kereta api, selama memenuhi sejumlah persyaratan yang telah ditetapkan.

“Syarat produk UMKM yang dapat bekerja sama dengan KAI Services di antaranya harus sudah memenuhi sertifikasi seperti halal, BPOM, dan sertifikasi lain yang berkaitan dengan produk tersebut. Setelah semua syarat terpenuhi, kemudian sampel produk dapat dikirimkan ke KAI Services untuk kami review,” ujar Krisna.
Ia menambahkan, produk UMKM yang dinilai mampu melengkapi produk yang sudah ada berpeluang untuk masuk dan dipasarkan di layanan KAI Services.
“Kami terbuka apabila produk tersebut dapat melengkapi pilihan yang sudah ada, sehingga bisa memberikan variasi bagi pelanggan,” tambahnya.
Krisna juga mengungkapkan bahwa KAI Services telah menjalin kerja sama dengan Kementerian Perdagangan dalam memasarkan produk UMKM binaan. Dari hasil kurasi, terdapat enam produk UMKM yang saat ini telah dipasarkan di Kereta Makan dan Loko Cafe.
Manager Corporate Communication KAI Services, Nyoman Suardhita, menyebutkan dari enam produk tersebut, empat di antaranya dipasarkan di atas kereta, sementara dua lainnya dijual di Loko Cafe.
“Empat produk yang dipasarkan di atas kereta di antaranya pempek kering dan keripik, sedangkan dua produk di Loko Cafe berupa tahu walik dan satu produk minuman,” ungkap Nyoman.
Melalui kolaborasi ini, KAI Services berharap dapat terus mendukung pengembangan UMKM sekaligus menghadirkan beragam pilihan kuliner bagi pelanggan kereta api.(fahmi)































