Wartatrans.com, YOGYAKARTA – KAI Services menggelar pembinaan bagi 150 petugas keamanan (security) yang bertugas sebagai PAM KAI dan PAM KCI di wilayah Daop 6 Yogyakarta.
Kegiatan yang berlangsung di Halaman Pusdalopka Yogyakarta pada Kamis (18/6) itu bertujuan meningkatkan kompetensi, koordinasi, dan kesiapsiagaan personel dalam menjalankan tugas pengamanan di lapangan.

Perwakilan Ditpamobvit Polda DIY, Toni Suistiyono, mengatakan kesiapan personel pengamanan merupakan faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, tertib, dan kondusif, baik di stasiun maupun di dalam kereta.
“Harapannya, pelatihan ini dapat meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan profesionalisme para petugas security yang bertugas di wilayah Yogyakarta saat menjalankan tugas di stasiun maupun di dalam kereta Commuter Line,” ujar Toni.
Dalam pembinaan tersebut, peserta mendapatkan materi sekaligus praktik lapangan mengenai Pengendalian Massa (Dalmas Awal) yang dipandu oleh Briptu Ali Imron dan Bripda Dandi.
Pelatihan difokuskan pada tahapan awal penanganan massa sebagai upaya preventif untuk mencegah berkembangnya situasi menjadi tindakan anarkis.
Materi yang diberikan mencakup prosedur, teknik, serta langkah-langkah pengendalian massa agar petugas mampu merespons potensi gangguan keamanan secara cepat, tepat, dan sesuai standar operasional.
Vice President Corporate Secretary KAI Services, Ixfan Hendri Wintoko, mengatakan pembinaan security merupakan program rutin yang dilaksanakan di seluruh regional KAI Services di Pulau Jawa dan Sumatera. Selain meningkatkan kesiapsiagaan, kegiatan ini juga menjadi sarana evaluasi penerapan standar operasional prosedur (SOP) oleh petugas di lapangan.
“Dalam pembinaan Security di Wilayah Regional 6 Yogyakarta ini dilakukan berbagai kegiatan mulai dari praktik lapangan dalam penanganan pengendalian massa guna mencegah terjadinya tindakan anarkis saat bertugas. Pembekalan ini penting agar para security KAI Services memiliki pemahaman mengenai prosedur, teknik, dan langkah-langkah preventif dalam menghadapi potensi gangguan keamanan yang melibatkan massa,” kata Ixfan.
Ia berharap melalui pembinaan tersebut seluruh personel pengamanan semakin profesional, sigap, dan mampu menjalankan tugas secara optimal dalam mendukung keselamatan, keamanan, serta kelancaran operasional kereta api di wilayah Daop 6 Yogyakarta.(fahmi)































