Menu

Mode Gelap
Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat Pelayanan & Pengamanan Penumpang Kapal Kepulauan Seribu di Dermaga Muara Angke KAI Daop 7 Madiun Ganti Rangkaian Bangunkarta dan Singasari dengan Stainless Steel New Generation mulai 15 April KAI Layani 4,65 Juta Pelanggan PSO pada Triwulan I 2026, Naik 13,91 Persen Liburan Hemat dari Jakarta ke Purwakarta Mulai Rp8.000, Perjalanan Singkat dengan KRL dan KA Lokal ASDP Tunda Pengalihan Lintasan Siwa–Kolaka, Tetap Jaga Kelancaran Layanan Operasional

RAGAM

Kampung Jamat Krisis Air Bersih dan Darurat Berlapis

badge-check


 Kampung Jamat Krisis Air Bersih dan Darurat Berlapis Perbesar

Wartatrans.com, TAKENGON — Warga Kampung Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, kini menghadapi krisis air bersih pascabencana banjir bandang dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Selain masih terisolasi akibat putusnya akses jalan, masyarakat juga kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Sumber air yang selama ini digunakan warga rusak dan tercemar lumpur akibat longsor. Sebagian aliran air tertimbun material tanah dan bebatuan, sementara sebagian lainnya tidak lagi layak konsumsi. Kondisi ini memaksa warga mengambil air dari sumber darurat di sungai dengan jarak yang cukup jauh dan medan yang sulit.

Ancaman Kesehatan Warga
Keterbatasan air bersih berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan lansia.

Air yang tersedia terpaksa digunakan secara terbatas untuk minum, memasak, dan keperluan mandi, sementara sanitasi menjadi sangat minim.

“Kami harus menghemat air. Untuk mandi saja sangat terbatas, apalagi untuk mencuci,” ujar salah seorang warga Kampung Jamat.
Terisolasi dan Minim Bantuan
Putusnya akses jalan darat membuat bantuan air bersih dan sarana penampungan air sulit masuk ke kampung.

Bantuan yang pernah datang belum mampu memenuhi kebutuhan seluruh warga, sementara musim hujan yang tidak menentu menambah kekhawatiran akan penyakit akibat air kotor.
Harapan Mendesak
Masyarakat sangat berharap pemerintah dan pihak terkait segera menyalurkan bantuan air bersih, seperti tangki air, pipa darurat, tandon, serta perbaikan sumber mata air yang rusak.

Selain itu, pemulihan akses jalan dinilai menjadi kunci utama agar distribusi bantuan bisa berjalan lancar.

Hingga saat ini, Kampung Jamat masih berada dalam kondisi darurat berlapis — terisolasi, krisis air bersih, keterbatasan logistik, dan ekonomi masyarakat yang terus melemah. Warga berharap perhatian serius agar krisis kemanusiaan ini tidak terus berlarut.*** (Kamaruzzaman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Banjir Kembali Rendam Pidie Jaya, Wakil Bupati Minta Perhatian Serius Pemerintah Pusat

12 April 2026 - 20:48 WIB

Pemkot Semarang Tidak Melaksanakan WFH, Wamendagri Perintahkan untuk Memviralkan

12 April 2026 - 13:57 WIB

Semangat Kartini Di Cijeruk Bersama Halimah Munawir

11 April 2026 - 14:18 WIB

Pelukis “Garis Liris” Titis Djabarudin Berpulang, Dunia Seni Kehilangan Sosok Puitik

11 April 2026 - 00:06 WIB

Pidie Jaya Kembali Terendam, Jalan Nasional Lumpuh

10 April 2026 - 20:38 WIB

Koordinasi Logistik Membaik, Arus Kapal Pascalebaran Lebih Terkendali

10 April 2026 - 13:07 WIB

Perkuat Ekosistem Logistik Nasional, Pelindo Dukung Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat

10 April 2026 - 12:58 WIB

Begini Skema Kebijakan Penerapan WFH bagi ASN Kemenhub

10 April 2026 - 08:52 WIB

Scoot Perluas Jangkauan di Indonesia, Buka Rute Baru ke Belitung dan Pontianak

10 April 2026 - 06:50 WIB

Presiden Prabowo Mengaku Tengah Membentuk Perusahaan Sedan Listrik 

9 April 2026 - 18:04 WIB

Trending di JALUR