Menu

Mode Gelap
Rayakan Liburan dengan Perjalanan Hemat, DAMRI Hadirkan Promo “Twin Date 4.4 Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026 KAI Daop 7 Madiun Layani 492 Ribu Pelanggan Selama Angkutan Lebaran 2026 Awal Libur Panjang Paskah, Volume Penumpang Kereta Api Tembus 183 Ribu KCIC Imbau Masyarakat Pesan Tiket Whoosh Lebih Awal Jelang Libur Panjang Paskah Dukung Persiapan Konsumsi Jemaah Haji, Garuda Terbangkan 15 Ton Makanan Siap Saji ke Jeddah

ANJUNGAN

Kemenhub Fasilitasi Pemulangan ABK Sakit dan Meninggal dari Korsel dan Abu Dhabi

badge-check


 Pemulangan TKI Pelaut Perbesar

Pemulangan TKI Pelaut

Wartatrans.com, JAKARTA  – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memfasilitasi penanganan dua pemulangan pelaut Warga Negara Indonesia (WNI), yakni repatriasi ABK yang sakit keras di Korea Selatan dan pemulangan jenazah pelaut dari Abu Dhabi.

Langkah ini menegaskan komitmen negara dalam melindungi keselamatan dan hak pelaut Indonesia di luar negeri.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Samsuddin menyatakan, perlindungan pelaut dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan perwakilan RI di luar negeri.

“Negara hadir untuk memastikan setiap pelaut Indonesia mendapatkan perlindungan, baik dalam kondisi darurat kesehatan maupun musibah kemanusiaan,” ujarnya.

Dalam kasus pertama, ABK kapal kargo, Just Manoppo mengalami sakit keras saat bertugas di Busan, Korea Selatan.

Berdasarkan informasi KM Agency, yang bersangkutan bergabung dengan kapal MV Sun Lie pada 4 Desember 2025 dan kembali ke Busan pada 23 Desember 2025 dalam kondisi tidak sadarkan diri, sebelum dirawat di ICU Busan National University Hospital.

Pihak rumah sakit mendiagnosis Manoppo menderita kanker prostat, yang menyebabkan gagal ginjal.

Melalui koordinasi Kemenhub, Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri, KBRI Seoul, serta mitra internasional seperti International Transport Workers’ Federation (ITF), biaya perawatan diselesaikan dan proses repatriasi dilaksanakan.

“Repatriasi ini tidak hanya soal pemulangan, tetapi juga memastikan perlindungan hukum, kejelasan tanggung jawab pemilik kapal, dan keberlanjutan perawatan bagi ABK WNI,” tegas Samsuddin.

Setelah rekomendasi rumah sakit memastikan kondisinya laik terbang, Just Manoppo dipulangkan pada 21 Januari 2025 dengan penerbangan Air Busan tujuan Busan-Denpasar, kemudian dilanjutkan dengan Garuda Indonesia Denpasar-Jakarta dengan fasilitasi penjemputan bersama tim Ditjen Perhubungan Laut dan pihak manning agency PT Yoga Mutiara Indo pada Kamis, 22 Januari 2026, pukul 09.00 WIB di Soekarno Hatta International Airport, Banten.

ABK WNI Wafat di Abu Dhabi

Pada penanganan terpisah, Ditjen Perhubungan Laut juga memfasilitasi pemulangan jenazah pelaut WNI almarhum Timotius Yanuar Adiwibowo, yang meninggal dunia pada 17 Januari 2026 di Dalma Island, Wilayah Barat Abu Dhabi.

Berdasarkan laporan tertulis dari KBRI Abu Dhabi, pria yang berprofesi sebagai Chief Engineer pada kapal Fery Al-Dhannah ditemukan meninggal di kamarnya ketika yang bersangkutan tidak kunjung memberikan laporan rutin dalam tugasnya sebagai Chief Engineer.

Proses administrasi dan pengaturan penerbangan dilakukan melalui koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan KBRI Abu Dhabi, serta fasilitas penjemputan oleh Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut.

Penjemputan jenazah dilaksanakan pada Rabu, 28 Januari 2026, pukul 08.00 WIB di Bandara Soekarno-Hatta, Banten, dan dihadiri perwakilan keluarga serta Korps Alumni P3B Semarang.

Melalui dua penanganan tersebut, Ditjen Perhubungan Laut menegaskan komitmen terus memperkuat sistem perlindungan pelaut Indonesia dengan meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan penempatan, manning agency, dan pemilik kapal, serta mempererat kerja sama lintas sektor di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam kesempatan itu, Ditjen Hubla turut mengapresiasi dan berterima kasih kepada Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kementerian Luar Negeri serta Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul dan Abu Dhabi atas koordinasi, sinergi, dan dukungan yang luar biasa dalam memfasilitasi proses pemulangan ini.

Kerja sama yang solid ini menjadi kunci utama dalam memberikan perlindungan maksimal bagi WNI di luar negeri.

“Ke depan, kami akan terus membangun tata kelola penempatan ABK yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada keselamatan serta kesejahteraan pelaut Indonesia di mana pun mereka bertugas,” tutup Samsuddin.  (omy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kelola 196 Ribu Penumpang, Pelindo Regional 2 Pastikan Kelancaran Arus Lebaran 2026

2 April 2026 - 23:02 WIB

Pascagempa 7,6 SR, TPK Bitung dan TPK Ternate Beroperasi Kembali

2 April 2026 - 19:25 WIB

Gempa Bitung dan Ternate, ASDP Pastikan Layanan Penyeberangan Tetap Aman Terkendali

2 April 2026 - 18:41 WIB

KSOP Muara Angke Catat Keberhasilan Angkutan Laut Lebaran 2026, Lebih dari 27 Ribu Penumpang Terlayani

2 April 2026 - 17:12 WIB

Pengaturan Gate Pass Terkoordinasi dan Terukur, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Priok Tetap Lancar

2 April 2026 - 16:45 WIB

Siaga Libur Paskah, Layanan ASDP Rute Hunimua–Waipirit  Beroperasi 24 Jam

2 April 2026 - 15:45 WIB

Pelindo Regional 4 Layani 758.000 Penumpang Selama Lebaran 2026, Naik 10,41% YoY

2 April 2026 - 09:10 WIB

Mengenal Klinik Apung Said Tuhuleley Muhammadiyah, Kapal Yacht yang Disulap Jadi Rumah Sakit untuk Warga Pelosok

1 April 2026 - 14:51 WIB

Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Gelar Upacara Penutupan Posko Angkutan Lebaran 2026 dan Halal Bihalal

1 April 2026 - 10:03 WIB

KSOP Patimban dan Yokohama City Teken MoU Bidang Kepelabuhanan

31 Maret 2026 - 19:11 WIB

Trending di ANJUNGAN