Menu ✖

Mode Gelap
KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang KA Tiba di Stasiun 1 Jam Sebelum Berangkat KPK Mengonfirmasi Clue Pejabat Jateng yang Kena OTT di Klaten adalah Ahmad Luthfi. Menebar Kebaikan di Tanjung Barat Jaksel, PJBW & GPIB Berbagi Ratusan Paket Nasi Siap Saji ke Para Penerima Manfaat Masyarakat ALA Desak Presiden Prabowo Sahkan Provinsi Baru, Bendera Alam Pedang Jadi Simbol Marwah Gayo Catatan Iwan Piliang: Indonesia Bisa Membuat Pesawat, tetapi Mengapa Sulit Menerbangkan Mimpi? Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

ANJUNGAN

Kemenhub Pulihkan Layanan Transportasi Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

badge-check


 Bandara di 3 Propinsi terdampak banjir masih beroperasi Perbesar

Bandara di 3 Propinsi terdampak banjir masih beroperasi

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan berbagai upaya pemulihan layanan transportasi yang terdampak banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang terdampak banjir
sejak beberapa hari terakhir.

“Kami turut berduka atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. Insya Allah warga yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Jumat (28/11/2025).

Hingga saat ini sejumlah layanan transportasi baik darat, laut, udara dan perkeretaapian di beberapa wilayah di Sumatera masih terdampak banjir.

Untuk itu, Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam upaya pemulihan layanan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan.

Berdasarkan laporan satuan kerja Kemenhub wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejumlah infrastuktur transportasi darat, laut dan perkeretaapian yang terdampak antara lain:

1. Pelabuhan Lhokseumawe, Aceh;
2. Pelabuhan Penyeberangan Singkil, Aceh;
3. Jalur kereta api lintas Stasiun (St) Krueng Geukueh – St. Bungkaih – St. Krueng Mane, Aceh;
4. Terminal Tipe A Lhokseumawe, Aceh;
5. Terminal Tipe A Langsa, Aceh;
6. Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara;
7. Terminal Tipe A Amplas, Sumatera Utara;
8. Terminal Tipe A Pinang Baris, Sumatera Utara;
9. Terminal Tipe A Sibolga, Sumatera Utara;
10. Terminal Tipe A Tarutung, Sumatera Utara.

Pada transportasi udara, sejumlah bandara dilaporkan dalam kondisi aman dan beroperasi normal.

Namun, akses jalan menuju beberapa bandara terhambat banjir atau longsor, seperti pada Bandar Udara DR. F.L. Tobing, Sibolga, Sumatera Utara dan Bandar Udara Rembele – Takengon, Aceh.

Sementara di wilayah Sumatera Barat, dampak banjir pada infrastruktur transportasi cenderung minim. Kegiatan operasional di Pelabuhan Teluk Bayur, Bandara Minangkabau dan sejumlah terminal berjalan kondusif dan normal.

Menurut laporan saat ini kondisi sarana dan prasarana di beberapa tempat dilaporkan aman meski terdapat beberapa titik banjir dan longsor, dengan akses ke beberapa lokasi terputus.

“Secara paralel, juga tengah dilakukan identifikasi sarana dan prasarana yang terdampak untuk dilakukan perbaikan,” kata Menhub.

“Kami terus memastikan pelayanan dapat berjalan dengan baik. Kalau nantinya upaya pemulihan sesuai hasil identifikasi. Seperti contohnya Terminal Amplas masih terendam, nanti akan dilihat kerusakannya dan tentunya diupayakan perbaikan secepatnya.”

Pada akses darat yang tidak dapat dilalui akibat banjir dan longsor, Kemenhub langsung memobilisasi dukungan transportasi udara maupun laut untuk memastikan pasokan bantuan bagi warga terdampak tetap berjalan.

Beberapa terminal juga difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga terdampak.

Untuk jalur kereta api, Kemenhub terus memantau kondisi di titik-titik rawan bencana yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Sebagai upaya tindak lanjut sementara, Kemenhub bersama pemangku kepentingan terkait telah menerjunkan alat berat dan material berupa rel bekas untuk meminimalisir dampak banjir dan longsor.

Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memperbaharui informasi sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi yang melewati jalur-jalur terdampak banjir.

“Hal ini mengingat masih banyak sarana transportasi terdampak yang belum dapat beroperasi,” imbuh Menhub.

“Ke depan, kami juga akan lakukan berbagai evaluasi dampak banjir dan longsor pada seluruh fasilitas transportasi yang ada. Upaya ini untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta mendukung percepatan penanganan darurat di daerah yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.” (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

KAI Daop 1 Jakarta Imbau Penumpang KA Tiba di Stasiun 1 Jam Sebelum Berangkat

16 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Mantap, 2 Lintasan Utama ASDP Layani 33 Juta Penumpang Sepanjang 2025

16 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026

16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak-Hak Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Riyadh

16 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Jakpro Benahi Fasilitas LRT Jakarta, dari Jalur Pemandu hingga Akses Kursi Roda

16 Oktober 2026 - 10:39 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Karhutla pada Operasional 16 Bandara di Wilayah Papua

16 Oktober 2026 - 10:20 WIB

Dua KA Babaranjang Bertabrakan di OKU Sumsel, Sejumlah Lokomotif dan Gerbong Anjlok

16 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Pelindo Dukung Digitalisasi Koperasi TKBM, Perkuat Tata kelola dan Keselamatan Kerja di Pelabuhan Tanjung Priok

15 Oktober 2026 - 23:04 WIB

INACA Beri Penghargaan 5 Bandara

15 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Trending di BANDARA