Menu

Mode Gelap
Sekjen IABI: Kompensasi Delay Bentuk Tanggung Jawab Maskapai Bahlil Prioritaskan Warga Tanimbar dan Maluku Barat Daya Bekerja di Proyek LNG Blok Masela KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026, Perkuat Distribusi Antardaerah Perkuat Ketahanan Energi Nasional, PTPN I Kembangkan Bioetanol Syarat Kapal Nelayan 30-200 GT Dapat Solar Rp15.000 per Liter, Ini Kata Kementerian-KP Wow Banyak! KAI Kelola 12.856 Sarana Perkeretaapian untuk Dukung Mobilitas dan Logistik Nasional, Ini Dia Rinciannya

ANJUNGAN

Kemenhub Pulihkan Layanan Transportasi Terdampak Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

badge-check


 Bandara di 3 Propinsi terdampak banjir masih beroperasi Perbesar

Bandara di 3 Propinsi terdampak banjir masih beroperasi

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melakukan berbagai upaya pemulihan layanan transportasi yang terdampak banjir di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang terdampak banjir
sejak beberapa hari terakhir.

“Kami turut berduka atas bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Sumatera. Insya Allah warga yang terdampak diberi kekuatan dan ketabahan,” ujar Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Jumat (28/11/2025).

Hingga saat ini sejumlah layanan transportasi baik darat, laut, udara dan perkeretaapian di beberapa wilayah di Sumatera masih terdampak banjir.

Untuk itu, Kementerian Perhubungan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait dalam upaya pemulihan layanan dengan tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan.

Berdasarkan laporan satuan kerja Kemenhub wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejumlah infrastuktur transportasi darat, laut dan perkeretaapian yang terdampak antara lain:

1. Pelabuhan Lhokseumawe, Aceh;
2. Pelabuhan Penyeberangan Singkil, Aceh;
3. Jalur kereta api lintas Stasiun (St) Krueng Geukueh – St. Bungkaih – St. Krueng Mane, Aceh;
4. Terminal Tipe A Lhokseumawe, Aceh;
5. Terminal Tipe A Langsa, Aceh;
6. Pelabuhan Sibolga, Sumatera Utara;
7. Terminal Tipe A Amplas, Sumatera Utara;
8. Terminal Tipe A Pinang Baris, Sumatera Utara;
9. Terminal Tipe A Sibolga, Sumatera Utara;
10. Terminal Tipe A Tarutung, Sumatera Utara.

Pada transportasi udara, sejumlah bandara dilaporkan dalam kondisi aman dan beroperasi normal.

Namun, akses jalan menuju beberapa bandara terhambat banjir atau longsor, seperti pada Bandar Udara DR. F.L. Tobing, Sibolga, Sumatera Utara dan Bandar Udara Rembele – Takengon, Aceh.

Sementara di wilayah Sumatera Barat, dampak banjir pada infrastruktur transportasi cenderung minim. Kegiatan operasional di Pelabuhan Teluk Bayur, Bandara Minangkabau dan sejumlah terminal berjalan kondusif dan normal.

Menurut laporan saat ini kondisi sarana dan prasarana di beberapa tempat dilaporkan aman meski terdapat beberapa titik banjir dan longsor, dengan akses ke beberapa lokasi terputus.

“Secara paralel, juga tengah dilakukan identifikasi sarana dan prasarana yang terdampak untuk dilakukan perbaikan,” kata Menhub.

“Kami terus memastikan pelayanan dapat berjalan dengan baik. Kalau nantinya upaya pemulihan sesuai hasil identifikasi. Seperti contohnya Terminal Amplas masih terendam, nanti akan dilihat kerusakannya dan tentunya diupayakan perbaikan secepatnya.”

Pada akses darat yang tidak dapat dilalui akibat banjir dan longsor, Kemenhub langsung memobilisasi dukungan transportasi udara maupun laut untuk memastikan pasokan bantuan bagi warga terdampak tetap berjalan.

Beberapa terminal juga difungsikan sebagai tempat pengungsian sementara bagi warga terdampak.

Untuk jalur kereta api, Kemenhub terus memantau kondisi di titik-titik rawan bencana yang terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Sebagai upaya tindak lanjut sementara, Kemenhub bersama pemangku kepentingan terkait telah menerjunkan alat berat dan material berupa rel bekas untuk meminimalisir dampak banjir dan longsor.

Kemenhub mengimbau masyarakat untuk selalu memperbaharui informasi sebelum melakukan perjalanan, terutama bagi yang melewati jalur-jalur terdampak banjir.

“Hal ini mengingat masih banyak sarana transportasi terdampak yang belum dapat beroperasi,” imbuh Menhub.

“Ke depan, kami juga akan lakukan berbagai evaluasi dampak banjir dan longsor pada seluruh fasilitas transportasi yang ada. Upaya ini untuk memastikan kelancaran mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta mendukung percepatan penanganan darurat di daerah yang terisolasi akibat kerusakan infrastruktur.” (omy)

Tinggalkan Balasan

Baca Lainnya

Sekjen IABI: Kompensasi Delay Bentuk Tanggung Jawab Maskapai

17 Juli 2026 - 15:24 WIB

KAI Angkut 10.050 Ton Pupuk pada Semester I 2026, Perkuat Distribusi Antardaerah

17 Juli 2026 - 14:17 WIB

Syarat Kapal Nelayan 30-200 GT Dapat Solar Rp15.000 per Liter, Ini Kata Kementerian-KP

17 Juli 2026 - 10:07 WIB

Wow Banyak! KAI Kelola 12.856 Sarana Perkeretaapian untuk Dukung Mobilitas dan Logistik Nasional, Ini Dia Rinciannya

17 Juli 2026 - 09:58 WIB

Porseni Kereta Api 2026 Resmi Ditutup, Daop 6 Yogyakarta Raih Juara Umum

16 Juli 2026 - 20:46 WIB

Pelindo Regional 2 Catat Pertumbuhan Positif di Seluruh Lini Layanan Kepelabuhanan

16 Juli 2026 - 20:38 WIB

Petugas Cleaning KAI Services yang Kembalikan Dompet Penumpang Dapat Penghargaan

16 Juli 2026 - 20:26 WIB

Komitmen ASRI Berbuah Prestasi, IPCC Sabet Penghargaan Green and Smart Port 2026

16 Juli 2026 - 20:18 WIB

KAI Wisata Hadirkan Lelana Gallery di Stasiun Yogyakarta, Angkat Batik dan Produk Lokal Berkelanjutan

16 Juli 2026 - 18:02 WIB

Pemerintah Percepat Penanganan Ketapang-Gilimanuk, ASDP Siap Perkuat Kapasitas Layanan

16 Juli 2026 - 15:51 WIB

Trending di ANJUNGAN